Pemasangan Jembatan Holtekam – Hamadi Dilanjutkan

0
292
Biaya pembangunan mencapai Rp 1,7 triliun dengan konsorsium kontraktor PT Pembangunan Perumahan, PT Hutama Karya dan PT Nindya Karya. (Biro Pers Setpres)
Biaya pembangunan mencapai Rp 1,7 triliun dengan konsorsium kontraktor PT Pembangunan Perumahan, PT Hutama Karya dan PT Nindya Karya. (Biro Pers Setpres)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA)  Pemasangan bentang tengah jembatan Holtekam, menjadi proyek pertama yang pekerjaannya dilanjutkan,  pasca Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengeluarkan keputusan pemberhentian sementara kegiatan konstruksi melayang berlaku untuk semua proyek di Indonesia, Selasa (20/2/2018).

Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) XVIII Papua, Ir Osman H Marbun mengatakan, sebelum dilakukan pemasangan rangka jembatan, terlebih dulu dilakukan dievaluasi dan diuji oleh Komisi Keselamatan Konstruksi dan Komisi Keamanan Jembatan Panjang dan Terowongan Jalan.

“Sesuai dengan instruksi menteri yang langsung disampaikan kepada pimpinan kami,  bahwa dengan adanya beberapa kejadian konstruksi, terutama jembatan di seluruh Indonesia, perlu diambil langkah, bagaimana melakukan pekerjaan konstruksi jembatan yang aman,” katanya.

Oleh karena itu, lanjutnya, sebelum melaksanakan konstruksi jembatan yang sifatnya melayang, terlebih dulu dilakukan evaluasi.

Jembatan ini akan menghubungkan Hamadi, Distrik di Jayapura Selatan dengan Holtekamp, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura. (Biro Pers Setpres)

“Dirjen Bina Marga dan Kapuslitbang PPUR yang sudah hadir,  langsung memimpin rapat untuk memastikan pelaksanaan lifting center span yang pertama di jembatan Holtekam, kemudian di evaluasi tahap demi tahap, terhadap rencana pelaksanaan lifting ini, dalam rapat tersebut dihadiri pula oleh beberapa anggota Komisi Keamanan Jembatan Panjang dan Terowongan Jalan, sehingga dipastikan pelaksanaan lifting center span aman,” jelasnya.

Dirjen Bina Marga Arie Setiadi Moerwanto mengatakan hal yang sama dan hasil evaluasi,  pemasangan rangka baja jembatan layak untuk  terus dilanjutkan. (nn/Koran Harian Pagi Papua)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here