PSSI Papua Paparkan Program kepada KONI Menuju PON XX 2020

0
464
Pengurus Asprov PSSI Papua (kanan) menyampaikan kesiapan cabang sepakbola kepada Binpres KONI (Geis Muguri / Koran Harian Pagi Papua)
Pengurus Asprov PSSI Papua (kanan) menyampaikan kesiapan cabang sepakbola kepada Binpres KONI (Geis Muguri / Koran Harian Pagi Papua)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Bidang Pembinaan Prestasi (Binpres) KONI mengadakan pertemuan dengan Asosiasi Provinsi Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (Asprov PSSI) Papua yang berlangsung di kantor KONI Kamis (08/02/2018) kemarin.

Dalam pertemuan tersebut, Binpres KONI Papua diwakili oleh Beni Maniani dan Noach Baransano.  Sementara Asprov PSSI dihadiri oleh Rocky Bebena, (waket), Niko Dimo, Yustince Mebri (exco), Parson Horota (sekretraris) dan Arifin Soleh (wasek).  Pertemuan berlangsung lebih kurang satu jam.

Exco  PSSI Papua Nico Dimo usai pertemuan mengatakan, Binpres KONI Papua menginginkan PSSI melaporkan kesiapan cabang olahraga idola masyarakat ini terkait dengan persiapan menuju tuan rumah PON XX. Selain itu, pihak KONI juga ingin mendapatkan jadwal atau kelender tahunan untuk sinkronisasi program tahun 2018.

“Kita sudah laporkan cabang olahraga sepakbola akan dipertandingkan di PON XX itu ada empat medali yang diperebutkan. Yaitu  sepakbola putra dan putri serta futsal putra dan putri,” ujar Nico Dimo,  Kamis (08/02/2018) kemarin.

Ia menambahkan, ada dua hal yang menjadi pembahasan dalam kesempatan tersebut. Yaitu kesiapan PSSI dalam meniapkan atlet serta kesiapan menjadi tuan rumah penyelenggara. Termasuk pelaksanaan di empat klaster yang harus dipersiapkan oleh Asprov PSSI Papua.

“Kita tau bahwa ada lima klaster yaitu Merauke, Biak, Mimika, Jayawijaya, Kabupaten dan Kota Jayapura. Kita sudah bicara dengan Binpres memposisikan stadion, perangkat pertandingan seperti  wasit serta pengawas pertandingan. Juga SDM pelatih yang akan digenjot dalam program kerja 2018 dan 2019.  Kita minta KONI Papua untuk mendukung program  Asprov PSSI Papua.” ujarnya.

“Ketua Binpres dan anggota lainnya tidak hadir. Kita diterima oleh Beni Maniani Noach Baransano yang mewakili binpres. Kedepan kami berharap hal ini tidak boleh lagi terjadi,” ucapnya. (Geis Muguri / Koran Harian Pagi Papua)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here