Gubernur Papua Imbau Mantan Pejabat Jangan Bawa Pulang Aset Pemerintah

0
509
Ketua PKK Papua,  Yulce W. Enembe saat menggunting pita pada syukuran memasuki ruang kerja Gubernur Papua yang baru, Kamis (8/2/2018). (Erwin / Koran Harian Pagi Papua)
Ketua PKK Papua,  Yulce W. Enembe saat menggunting pita pada syukuran memasuki ruang kerja Gubernur Papua yang baru, Kamis (8/2/2018). (Erwin / Koran Harian Pagi Papua)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA)  –  Gubernur Papua Lukas Enembe menyebut ada kebiasaan mantan pejabat (pensiunan) di bumi cenderawasih yang kerap membawa pulang aset milik pemerintah.

Mantan Bupati Puncak Jaya ini mengatakan sudah menjadi kebiasaan barang-barang yang sudah sudah dibeli mahal oleh pemerintah, bahkan diangkut hingga ke Jakarta.

“Oleh karena itu, kebiasaan seperti ini harus disetop. Semua barang milik pemerintah mesti ditinggalkan di rumah jabatan sebab pemerintahan ini kan jalan terus meski yang bersangkutan pensiun,”  terang Lukas Enembe,  pada syukuran memasuki ruang kerja gubernur yang baru direnovasi, Kamis (8/2/2018).

Lukas mengatakan, dalam waktu dekat dirinya akan mengakhiri jabatan sebagai kepala pemerintahan di Provinsi Papua. Dirinya pun berjanji tak akan membawa pulang aset pemerintahan ketika “turun tahta” pada 9 April mendatang.

“Saya tidak akan membawa satu pun aset atau fasilitas pemerintah saat masa jabatan berakhir pada 9 April 2018 mendatang”.

“Sebab setiap barang yang mahal dibeli pemerintah sekali lagi saya katakan tidak boleh dibawa keluar. Kebiasan ini harus dirubah, sebab semua barang milik pemerintah mesti ditinggalkan pada tempatnya,” terang dia.

Dia tambahkan, mengenai masa cuti kampanye, dirinya masih menunggu penetapan dari KPU Papua terkait penetapan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur. Dirinya pun menjamin tidak akan menggunakan dan membawa aset negara selama kampanye berlangsung.

“Nanti setelah KPU tetapkan sebagai pasangan calon gubernur dan wakil gubernur, baru saya akan cuti dari jabatan saya selaku Gubernur Papua. Dan saya tidak akan membawa satu pun aset negara setelah saya turun dari Gedung Negara. Sebab pengalaman saya saat menjabat jadi Bupati Puncak Jaya, seluruh fasilitas pemerintah tak ada satupun saya bawa. Semuanya saya kasih tinggal di Puncak Jaya,” tegasnya. (Erwin / Koran Harian Pagi Papua)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here