IPDN Siap Gelar Bhakti Karya Praja di Kabupaten Asmat

0
598
Pemerintah Kabupaten Asmat, juga langsung menangani masalah yang terjadI, dengan memberikan pertolongan kepada masyarakat yang terkena bencana. (ISTIEWA)
Ilustrasi Aparatur Sipil Negara (ASN) Kabupaten Asmat saat mendapatkan arahan dari Bupati Asmat, Elisa Kambu. (Eman)

JAKARTA (LINTAS PAPUA)  – Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), sekolah tinggi pamongpraja di bawah naungan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) berencana akan mengirim praja IPDN ke Agats, Kabupaten Asmat, Papua. Pengiriman para praja ini dalam rangka bulan Bhakti Praja.

Seperti diketahui, tahun lalu, IPDN juga telah menyebarkan para praja lulusan IPDN angkatan XXIII ke wilayah perbatasan dan wilayah terluas. Mereka disebar ke ke 13 provinsi perbatasan.

Menurut Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Kemendagri,  Arief Mulya Eddie, penyebaran praja lulusan IPDN, merupakan perintah langsung dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo. “Mereka dikirim dalam rangka praktek lapangan,” jelas Arief.

Terkait pengiriman praja IPDN ke Agats, Asmat, Papua, menurut Arief, telah dikoordinasikan dengan Rektor IPDN Ermaya Suradinata. Awalnya yang akan dikirim sebanyak 50 orang. Tapi, karena medan sangat berat, pengiriman yang terlalu banyak justru akan memberatkan Pemda setempat.

Tampak aparat TNI saat membantu warga Asmat. (ISTIMEWA)

Maka diputuskan untuk mengirim sekitar 20 sampai 30 praja, yang akan didukung oleh dua dokter. “Beberapa waktu lalu IPDN mengirimkan petugas ke Asmat, dua orang dokter. Bahkan, Rektor IPDN, Direktur IPDN Papua dan Karo Umum, Keprajaan IPDN juga sudah turun melaksanakan survei dan menyerahkan bantuan dari satuan Praja, bahan makanan, selimut dan pakaian layak pakai,” ujar Arief.

Atas arahan Mendagri, lanjut Arief, IPDN juga berencana akan mengirimkan satuan praja tingkat 4 untuk melaksanakan Bhakti Karya Praja di Kabupaten Asmat. Program yang akan dilaksanakan adalah pengobatan, penyuluhan hidup sehat serta tata kelola pemerintah di kampung atau distrik. “Mereka akan didampingi dokter IPDN. Mereka akan sekitar bulan April 2018,” ujarnya.

Arief mengakui, kondisi di pedalaman, yang dikunjungi kemarin ketika dilakukan survei, yakni distrik Agats, memang berat. Kebanyakan hunian penduduk berdiri di atas rawa-rawa. Selain itu, transportasi menuju ke sana, sangat sulit.

Kapolda Papua, saat melihat pasien gizi buruk di Asmat. (tribrata/istimewa)

“Air mandi hanya mengandalkan air tadah hujan. Kegiatan ini atas ijin Kemendagri, karena IPDN adalah sekolah kedinasan di bawah naungan Kemendagri,” ujar Arief.

Menurut Arief, penyebaran praja IPDN ke pedalaman atau wilayah terluar dan perbatasan memang sudah jadi program Kemendagri di era Mendagri Tjahjo Kumolo. Tahun kemarin, program yang sama telah dilakukan.

Arief menjelaskan, setiap lulusan IPDN adalah abdi negara. Maka ketika sudah jadi abdi negara, dimana pun ditempatkan harus siap sedia. Di ujung republik pun, karena ini sudah jadi tugas negara, harus siap sedia. “Sebagai abdi negara kan harus siap ditugaskan dimana saja,” jelasnya.

Penyebaran praja IPDN ini kata Arief lagi, berangkat dari fakta, bahwa sebenarnya yang paling membutuhkan orang-orang terdidik, adalah wilayah di pedalaman.

Pemerintah Kabupaten Asmat langsung tanggap dengan kondisi yang terjadi. Tampak Seorang Ibu dengan balita yang digendongnya, membutuhkan gizi yang lebih. (ISTIMEWA)

Di perbatasan atau di wilayah terluar Indonesia. Jadi kemudian diputuskan, mengirim praja IPDN ke wilayah perbatasan, terluar dan pedalaman yang ada di Indonesia.

“Justru di pedalaman, di perbatasan, di wilayah terluar, ilmu yang di dapat dari kampus, akan terasa manfaatnya, karena memang sangat dibutuhkan di sana. Dan, tantangan yang dihadapi, harusnya bisa mendorong lahirnya inovasi dan terobosan. Apalagi, visi Pak Presiden dalam Nawacitanya kan sangat jelas, membangun Indonesia dari pinggiran. Kalau bukan kita, siapa lagi,” urai Arief. (dgr/nbh/ https://jpp.go.id/nasional/pembangunan-desa/316224-kapuspen-praja-ipdn-diinstruksikan-turun-langsung-ke-asmat-papua)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here