Masyarakkat Flobamora Akan Gelar Baksos dan Tanam 10.000 Pohon

0
557
Kota Jayapura (potretanakmelanesia.blogspot.co.id)

Dalam Rangka Memperingati HUT ke-108 Kota Jayapura dan HPI Tahun 2018

 

SENTANI (LINTAS PAPUA) – Ikatan Keluarga Flobamora (IKF) Nusa Tenggara Timur (NTT) Provinsi Papua akan menanam 10 ribu bibit pohon dan kegiatan bakti sosial (Baksos) kebersihan untuk memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Jayapura ke-108 yang jatuh pada tanggal 7 Maret 2018 dan juga Hari Pekabaran Injil (HPI) yang jatuh pada tanggal 5 Februari 2018 mendatang.

Demikian di katakan Ketua Umum Ikatan Keluarga Flobamora (IKF) NTT Provinsi Papua, H. Sulaiman L. Hamzah, SE, ketika menjawab pertanyaan wartawan harian ini, Selasa (30/1/2018) di Kota Sentani, Kabupaten Jayapura.

“Jadi, paguyuban Flobamora ini berupaya untuk hadir di tengah-tengah masyarakat umum baik sebagai warga Kota Jayapura maupun warga Papua, yang juga ingin berperan untuk membantu situasi dalam Kota ini. Maka itu kami selaku masyarakat Flobamora akan mengadakan kegiatan secara massal berupa penghijauan dengan penanaman pohon sekitar 10 ribu bibit pohon yang akan kita tanam dalam rangka HUT Kota Jayapura dan Hari Pekabaran Injil,” katanya.

Dia menambahkan, untuk lokasi dari kegiatan penanaman pohon ini pihaknya sementara masih melakukan koordinasi dengan Walikota Jayapura Benhur Tommy Mano.

Selain penanaman pohon, kata Sulaiman Hamzah, masyarakat Flobamora juga akan melakukan kegiatan bakti sosial (Baksos) kebersihan. “Memang daerah kota (Jayapura) ini sering kena banjir dan dari banjir itu akibat tersumbatnya saluran-saluran drainase. Sehingga kami dari masyarakat Flobamora ingin berpartisipasi dengan bekerja bakti secara massal untuk melakukan pembersihan kota ini demi kesehatan kita bersama,” katanya.

Dia menyebutkan, ada satu kegiatan lagi yang akan di lakukan pihaknya dalam waktu dekat ini, yaitu kelanjutan seminar kesamaan budaya NTT dan Papua.

“Jadi secara garis besarnya, bahwa seminar pertama yang telah kami lakukan pada tahun 2003 lalu dengan menghadirkan sejumlah pembicara dari luar daerah seperti  Jakarta, NTT maupun dari Papua Barat. Yang mana, kita hadirkan ke sini untuk membicarakan tentang kesamaan budaya NTT dan Papua,” kata pria yang juga Anggota Komisi IV DPR RI Dapil Papua tersebut.

Sehingga dari seminar pertama itu melahirkan sebuah rumusan, yang sekarang ini juga masyarakat banyak tahu bahwa NTT dan Papua satu ras yaitu ras Melanesia.

“Kelanjutan dari (seminar pertama) itu, kami akan menggelar seminar lanjutan tentang kesamaan budaya pada akhir Februari 2018 nanti, dengan menerbitkan buku dan juga menghadirkan para pakar budaya dari beberapa daerah yang memahami tentang kesamaan budaya tersebut,” imbuhnya.

Sulaeman Hamzah mengatakan, pihaknya akan melakukan yang di mulai dari pintu masuknya di Provinsi Papua Barat, yakni dari masyarakat yang sering di sebut A3 ini menggunakan kain Timor menjadi mas kawin.

“Pada akhirnya ketemulah bahwa kita sebenarnya satu ras, hingga terjadi kain Timor ini di gunakan sebagai mas kawin itu akan di uraikan secara rinci dalam kegiatan seminar lanjutan nanti. Kita harap bisa di ketahui oleh masyarakat luas mengenai kesamaan ras antara Papua dengan NTT ini yang memiliki satu ras yakni Melanesia,” tukasnya. (Irfan / Koran Harian Pagi Papua)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here