Presiden Minta Infrastruktur dan Pertanian Atasi Masalah Papua

0
364
Presiden Joko Widodo. memakai atribut adat Papua. (Foto Biro Pers Setpres)
Komitmen Presiden Joko Widodo, sehingga mendorong percepatan pembangunan jembatan penyeberangan dari Hamadi ke Holtekamp. (ISTIMEWA)

JAKARTA (LINTAS PAPUA)  –   Presiden Joko Widodo menyebutkan pembangunan infrastruktur dan pengembangan pertanian merupakan solusi untuk mengatasi berbagai masalah di Papua seperti penyebaran wabah penyakit dan gizi buruk.

“Mereka punya budaya dan adat atau tradisi, hak ulayat, sehingga tidak memungkinkan direlokasi, ternyata gak mungkin direlokasi karena masalah tradisi, hak ulayat adat,” kata Presiden Jokowi usai melepas bantuan kemanusiaan untuk pengungsi Rohingya di Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta, Rabu.

Presiden menyebutkan berkali-kali dirinya memerintahkan Panglima TNI dan Kapolri untuk mengirimkan tim kesehatan ke daerah Papua yang menghadapi masalah penyebarab wabah penyakit dan gizi buruk.

“Saya berkali-kali menyampaikan bahwa kita sudah mengirim tim pada September 2017, setelah itu 2-3 minggu perintah Panglima TNI dan Kapolri bawa tim kesahatan ke sana,” tuturnya.

Ia mengingtakan bahwa medan yang harus dilalui cukup berat. “Jangan bayangkan lokasinya kayak di Jawa, ini hutan belantara antardistrik jauh, kampung tersebar kadang satu kampung hanya 30-40 KK,” ungkapnya.

Dua tahun lalu Presiden Jokowi, saat terbang ke Nduga, daerah terpencil di Papua. Letaknya di hamparan Lembah Baliem, yang dikelilingi gugus Pegunungan Jayawijaya. Nduga saat itu dianggap daerah rawan keamanan. (Foto Biro Pers Sekretariat Presiden)

Menurut Jokowi, mereka punya budaya, adat, tradisi, hak ulayat yang tidak memungkinkan direlokasi,” ucapnya.

Menurut dia, untuk menyelesaikan itu perlu pembangunan infrastruktur dirampungkan agar isolasi terbuka. “Setelah terbuka, baru membangun pertanian sehingga mereka tidak berpindah-pondah untuk mencari makan”.

“Pemweinyah perlu menyiapkan sumber pangan dari pertanian, bupati setuju bahwa harus ada pertanian sehingga mereka bisa menetap,” imbuhnya.

Presiden menyebutkan dengan kondisi saat ini tidak mudah upaya vaksinasi dilakukan. Selain dokter susah masuk, penduduk juga banyak yang tidak mau divaksin.

Presiden Jokowi, saat memakai rumbai – rumbai di kepala, yang merupakan ciri khas Budaya Papua. (istimewa)

“Sehingga biarpun anggaran sudah besar, tapi untuk koordinasi di lapangan gak semudah di Jawa,” ujarnya.

Jokowi mengatakan peristiwa kondisi luar biasa tidak hanya terjadi di Asmat tapi juga di Nduga, Yahukimo, Dogiyai. “Sehingga pendekatannya pertama infrastruktur dan kedua pertanian pangan, sambil jangka pendek bidang kesehatan,” demikian Jokowi. (ant/ej / Koran Harian Pagi Papua)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here