John Gobai Sarankan Danau Paniai Perlu Dibersihkan Dari Enceng Gondok

0
446
Luapan Danau Paniai yang menggenangi Ugibutu, Enarotali (Yapkema dok)
Luapan Danau Paniai yang menggenangi Ugibutu, Enarotali (Yapkema dok)

 

JAYAPURA (LINTAS PAPUA)  – Anggota DPR Papua,  John NR Gobai mengungkapkan,  jika saat ini, Danau Paniai dipenuhi enceng gondok, sehingga harus dikeruk atau dibersihkan.

Menurutnya, danau yang sebelumnya indah ini, kini rusak oleh beberapa permasalahan yakni pencemaran lingkungan danau, degradasi lingkungan dan naiknya permukaan air danau.

“Pencemaran Danau Paniai ini, disebabkan adanya limbah padat dan limbah cair yang dihasilkan oleh Pasar Enarotali. Oleh karena limbah itu, menyebabkan tingginya kandungan an organik yang telah mengakibatkan menyuburnya tumbuhnya eceng gondok,” kata Jhon Gobai, akhir pekan kemarin.

Selain itu, kata Jhon Gobai, degradasi lingkungan disebabkan oleh adanya penebangan pohon, pembangunan jalan di pinggiran danau dan pembukaan lahan untuk kebun dengan system tumpangsari di pinggiran danau, sehingga mengakibatkan erosi dan sedimentasi semakin meningkat, sehingga banyak ikan-ikan dan binatangnya menjadi berkurang, bahkan musnah.

Permasalahan lain, lanjut John Gobai, naiknya permukaan air Danau Paniai, yang disebabkan oleh hilangnya tumbuhan dan pohon penyangga di pinggiran sungai-sungai yang bermuara ke danau, sehingga terjadi pendangkalan.

Ketua Dewan Adat Paniyai, John NR. Gobai. (Istimewa)

Bahkan, di saat hujan, Danau Paniai mengakibatakn permukana naik, sehingga daerah sekitar terjadi luapan air danau dan mengakibatkan banjir di daerah sekitar seperti, Aikai, Iyaibutu,Kebo, Muye dan Obano.

Untuk itu, kata John Gobai, perlu upaya pemulihan Danau Paniai, namun hingga saat ini belum ada sebuah institusi yang secara khusus memberikan perhatian kepada Danau Paniai, perhatian yang ada hanya bersifat partial saat-saat terjadi banjir yang disebabkan oleh hujan dan luapan Danau Paniai.

Untuk itu, ia mengusulkan agar perlu dibangun jembatan layang atau jembatan yang tinggi sejumlah 3 buah di ruas jalan Enaro ke Dagouto agar tidak ganggu jalannya air ke danau agar air tidak meluap, muara sungai harus dikeruk dengan alat berat.

“Buat danau-danau buatan saat kemarau dan peningkatan pemberdayaan dan pelibatan masyarakat melalui sosialisasi, perencanaan dan pelaksanaan program pengelolaan eceng gondok dan reboisasi dan lainnya,” imbuhnya. (Rambat / Koran Harian Pagi Papua)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here