Laporan LHKPN Pilgub Papua, JOSUA Sudah, LUKMEN Belum

0
521
Ketua KPU Papua, Adam Arisoy, saat memberikan keterangan. (Eveerth Joumilema / Koran Harian Pagi Papua)
Ketua KPU Papua, Adam Arisoy, saat memberikan keterangan. (Eveerth Joumilema / Koran Harian Pagi Papua)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Ketua KPU Papua, Adam Arisoy mengungkapkan jika untuk syarat calon, pasangan bakal Gubernur dan Wakil Gubernur Papua, Lukas Enembe – Klemen Tinal atau dikenal dengan sebutan LUKMEN, belum menyerahkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) ke KPU Papua.

“Ya, tinggal punyanya pak  Lukas Enembe (LE) dan Klemen Tinal (KT) yang belum. Ya, karena mereka lagi urus,” ungkap Ketua KPU Papua, Adam Arisoy usai menerima demo di halaman Kantor KPU Papua, Senin (15/1/2017).

Yang jelas, kata Adam Arisoy, untuk LHKPN dari kedua pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Papua yang telah mendaftar ke KPU Papua, LHKPN yang lama sudah ada, sehingga tinggal diperpanjang.

“Dari kedua pasangan calon itu mereka yang lama sudah ada. Tinggal diperpanjang saja,” katanya.

Untuk perpanjangannya, lanjut Adam Arisoy, pihaknya berharap mudah-mudahan dapat segera selesai dan diserahkan ke KPU Papua.

Pasangan Bakal Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Lukas Enembe – Klemen Tinal, tiba di Kantor KPU Papua untuk mendaftar sebagai kandidat Pilgub 2018. (Erwin /Koran Harian Pagi Papua)

“Karena semua bakal pasangan calon sudah lengkap semua. Tinggal punya pak LE dan KT yang belum. Ya, karena mereka lagi urus,” imbuhnya.

Diakui, untuk syarat calon Gubernur dan Wakil Gubernur Papua ini, kata Adam Arisoy,  selain ijazah, ada KTP, pajak, LHKPN dan lainnya yang berjumlah sekitar 19 item.

Adam Arisoy mengatakan, jika pasca pendaftaran bakal pasangan calon, KPU Papua  melakukan faktual terhadap ijasah dari paslon.

“Untuk partai tidak ada masalah, karena kami sudah melalui mekanisme Sipol. Sekarang tim kita sudah ada di Manado, Jakarta dan Makassar. Untuk Uncen, kita sudah masukkan surat,” ujarnya.

Ketua KPU Papua, Adam Arisoy, saat menyerahkan cendeeramata simbol Pilkada Damai kepada Pasangan JWW – HMS , usai pendaftaran Rabu (10/1) di kantor KPU Papua di Dok II Jayapura. (Fransisca /LintasPapua.com)

Soal demo dugaan ijazah palsu, Adam mempersilahkan jika masayrakat merasa KPU tidak terbuka kepada publik.

“Kami sudah bilang, jika rakyat merasa KPU tidak terbuka kepada publik, ya silahkan saja. Tapi mekanismenya, setelah kami menerima berkas, kalau dibilang palsu, bukan KPU dong didemo? Demo lah kepada perguruan tinggi yang kalian rasa itu palsu dikeluarkan, karena ada tandatangan rektor, dekan dan nomor serinya. Ya, tanyalah kesana,” imbuhnya. (bat/ab / Koran Harian Pagi Papua)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here