Penyerahan DPA Dipastikan Sebelum Cuti Kampanye Gubernur Papua

0
367
Kebersamaan Lukas Enembe dan Klemen Tinal serta Sekda Papua, TEA Hery Dosinaen, telah berjalan baik Hingga periode kedua berjalan kembali dengan komitmen Papua Bangkit Mandiri dan Sejahtera. (Foto Facebook Budi Yokhu)
Asisten Bidang Umum Setda Papua, Elysa Auri. (Erwin)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA)   –  Asisten Setda Papua Bidang Umum, Elysa Auri memastikan, penyerahan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) oleh Gubernur Lukas Enembe, dilakukan sebelum cuti kampanye Pilgub 2018.

Hal demikian dikarenakan Gubernur Papua,  Lukas Enembe bersama Wakil Gubernur Papua,  Klemen Tinal, baru saja memastikan diri untuk kembali maju dalam Pilkada serentak jilid III, yang pencoblosannya serentak digelar pada 27 Juni mendatang.

“Yang pasti ada komitmen dari bapak gubernur dan wakil gubernur yang ingin DPA diserahkan sebelum mereka cuti kampanye. Dengan demikian, diharapkan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan pemerintah provinsi bisa lebih maksimal dalam melaksanakan program kerjanya di tahun ini,” terang Elysa Auri di Jayapura, Rabu (10/1) kemarin.

Dia katakan, penyerahan DPA tahun 2018 sebenarnya sudah dapat dilakukan secepatanya (dalam bulan ini), sebab APBD Papua tahun ini, sudah selesai dievaluasi oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Hasil evaluasi juga memastikan, Provinsi Papua tak perlu melakukan perubahan dalam APBD 2018. “Sehingga kita tinggal menunggu jadwal dari bapak Gubernur untuk selanjutnya menyerahkan DPA, supaya daya serap anggaran kedepan bisa lebih maksimal dan mencapai 100 persen diakhir tahun nanti,” terangnya.

Pada kesempatan itu, Elia mengimbau para pimpinan SKPD nantinya agar dapat mengelola dana di instansinya secara baik dan maksimal. “Lebih khusus lagi untuk pertanggungjawaban. Jangan saudara bikin masalah,” katanya.

Gubernur Papua, Lukas Enembe, S.IP, MH., dalam sebuah wawancara.. (Eveerth Joumilena/Koran Harian Pagi Papua)

“Karena itu, saya ingatkan lagi pegawai negeri untuk bisa mengelola pemerintahan dengan baik. Sehingga jangan ada lagi yang jadi tersangka oleh pihak penegak hukum,” pungkasnya.

Dia juga meminta seluruh ASN untuk tak saling menuduh, fitnah dan menjauhi isu Suku, Agama, Ras dan Antar Golongan (SARA) yang dapat memicu konflik. “Jagalah keamanan dan ketertiban guna mewujudkan persatuan dan kesatuan di negeri ini,” tutupnya. (Erwin / Koran Harian Pagi Papua)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here