Alat Berat Loader Masuk Jurang di Sentani, 1 Orang Tewas

0
1279
Satu orang meninggal dunia dalam kecelakaan tunggal di Jalan Raya Sentani Depapre, tepatnya di turunan Kantor Bupati Jayapura, Sentani. Satu unit alat berat jenis Loader terjun ke jurang pada Senin (8/1/2018) malam lalu. (Irfan )
Satu orang meninggal dunia dalam kecelakaan tunggal di Jalan Raya Sentani Depapre, tepatnya di turunan Kantor Bupati Jayapura, Sentani. Satu unit alat berat jenis Loader terjun ke jurang pada Senin (8/1/2018) malam lalu. (Irfan )

SENTANI (LINTAS PAPUA)  – Satu orang meninggal dunia dalam kecelakaan tunggal di Jalan Raya Sentani Depapre, tepatnya di turunan Kantor Bupati Jayapura, Sentani. Satu unit alat berat jenis Loader terjun ke jurang pada Senin (8/1) malam lalu.

 

Kapolres Jayapura, AKBP Gustav R. Urbinas, SH, S.IK, melalui Kasat Lantas Polres Jayapura, AKP Trisna Mulyana, S.T, S.IK, ketika di konfirmasi membenarkan peristiwa tersebut. Kasat Trisna juga menjelaskan, korban tewas bernama Andri (28), yang merupakan operator atau pengemudi alat berat Loader tersebut. Andri berhasil di evakuasi pada Senin (8/1/2018) malam lalu sekitar pukul 23.49 WIT, yang di bantu dua unit excavator kemudian di bawa ke RSUD Youwari.

 

Sedangkan untuk alat berat Loader berhasil di evakuasi pada Selasa (9/1/2018) dinihari lalu sekitar Pukul 00.15 WIT dengan menggunakan 2 Unit excavator dan selanjutnya di angkat ke atas badan jalan Sentani-Depapre.

 

“Terjadi di ruas Jalan Sentani-Depapre, tepatnya di turunan depan Kantor Bupati Jayapura, satu orang meninggal di tempat yaitu operatornya,” ujar  Kasat Lantas Polres Jayapura, AKP Trisna Mulyana, ST, S.IK.

 

Adapun kronologi menurut rilis yang di terima wartawan harian ini melalui pesan elektronik, alat berat jenis Loader milik PT Anugerah Bina Sukses yang di kawal oleh mobil Patwal Satlantas Polres Jayapura itu rencananya hendak ke BTN Doyo Anugerah Regency dari Pertigaan Jalan Genyem. Namun saat melintas di Jalan Raya Sentani-Depapre, alat berat itu mengalami rem blong.

Kecelakaan tunggal di Jalan Raya Sentani Depapre, tepatnya di turunan Kantor Bupati Jayapura, Sentani. Satu unit alat berat jenis Loader terjun ke jurang pada Senin (8/1/2018) malam lalu. (Irfan)

Naas, saat alat berat Loader melintas, di jalan turunan Kantor Bupati Jayapura, tiba-tiba saksi Charli Wanimbo bersama Yan Wenda yang datang dari arah belakang denan menggunakan sepeda motor melambung alat berat tersebut.

 

Sontak operator alat berat Loader Andri (28) berteriak kepada kedua saksi dengan mengatakan, “Awas-awas rem blong”.

 

Mendengar hal tersebut, saksi langsung menghentikan kendaraannya. Selanjutnya alat berat loader tersebut, meluncur bebas melewati mobil Patwal Satlantas Polres Jayapura dengan menaiki pembatas jalan yang terdapat di turunan depan Kantor Bupati Jayapura, guna menghindari tabrakan dengan kendaraan lain yang pada saat itu sedang melintas.

Saat di dekat tikungan turunan Kantor Bupati dari arah Sentani menuju Doyo Baru, tiba-tiba operator alat berat loader tersebut membanting setir loader ke arah jurang sebelah kiri. Sehingga menyebabkan loader tersebut masuk jurang bersama operator Andri (28) yang dalam keadaan terkunci di dalam ruang kemudi dan mengakibatkan operator Andri meninggal dunia.

Lanjut Kasat Trisna, atas kejadian tersebut Tim Gabungan dari Polres Jayapura, TNI , Basarnas Kabupaten Jayapura tiba di TKP guna membantu melakukan evakuasi terhadap operator loader yang terjepit di dalam loader tersebut. Sehingga pada pukul 23.49 WIT, korban Andri (28) yang merupakan operator loader berhasil di evakuasi yang di bantu dengan 2 unit excavator selanjutnya korban di bawah ke RSUD Youwari Doyo Baru, Kabupaten Jayapura.

“Dan sekitar pukul 00.15 WIT, pada 9 Januari 2018 evakuasi terhadap alat berat jenis loader yang mengalami kecelakaan itu berhasil di evakuasi dengan menggunakan 2 unit excavator kemudian di angkat ke atas badan jalan Raya Sentani-Depapre,” ucapnya.

Trisna juga menjelaskan, bahwa sedikit mengalami kesulitan untuk mengevakuasi korban Andri (28), di karenakan korban berada di tengah-tengah loader tersebut. Sehingga pihaknya meminta bantuan 2 unit excavator untuk mengangkat alat berat tersebut maka korban bisa di evakuasi.

“Langkah-langkah yang di ambil Kepolisian, yaitu mengamankan TKP dan memasang Police Line, mengatur arus lalulintas, memintai keterangan saksi-saksi dan berkoordinasi dengan pihak PT. Anugrah Bina Sukses serta bersama-sama dengan pihak TNI, Basarnas, Rapi, Orari, Karyawan PT. Anugrah Binas Sukses dan para sukarelawan nasyarakat melakukan proses evakuasi terhadap korban dan alat berat yang masuk ke jurang,” tukas AKP Trisna Mulyana. ST. S.IK.

 

Sekedar di ketahui, korban meninggal, jenazahnya langsung di bawa ke kediamannya di Entrop, Distrik Jayapura Selatan, Kota Jayapura. Dan keesokan harinya setelah ba’da sholat Zhuhur pada Selasa (9/1/2018) siang sekitar pukul 12.00 WIT, jenazah langsung di makamkan di TPU Islam Abepantai. (Irf/ej/ Koran Harian Pagi Papua)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here