Sambut Pesta Demokrasi 2018, Umat Katolik Papua Siap Gelar Rakor Akbar

0
583
Suasana Ibadah Umat Katolik. Tampak saat ibadah Perayaan 50 Tahun Sekolah Tinggi Filasat Teologia (STFT) Fajar Timur Abepura, di halaman sekolah tersebut beberapa waktu lalu TAHUN 2017. Selaku Pimpinan Sekolah Tersebut, Pastor Neles tebay ikut dalam memimpin ibadha tersebut. (Fransisca /LintasPapua.com)
Ketua Panitia Rakor, drg.Aloysius Giyai, M.Kes., saat memberikan keteragan. (istimewa)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA)  –  Memasuki Tahun Politik 2018-2019 menyongsong pesta demokrasi pemilihan umum kepala daerah (Pilkada), pemilihan umum legislatif (pileg)  dan pemilihan umum  Presiden (Pilpres), Umat Katolik di Provinsi Papua dan  Provinsi Papua Barat segera menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) akbar yang berlangsung di Jayapura pada tanggal 15 -18 Februari 2018.

Hal itu disampaikan Ketua Panitia Rakor, drg.Aloysius Giyai,M.Kes., di Jayapura, Kamis (4/1/2018), menuturkan, bahwa  terkait telah berlangsungnya rapat panitia persiapan Rakor umat Katolik dari lima wilayah keuskupan se-tanah Papua yaitu Keuskupan Agung Merauke, Keuskupan Jayapura, Keuskupan Manokwari-Sorong, Keuskupan Agats-Asmat dan Keuskupan Timika.

“Salah satu perangkat kerja dalam institusi Gereja Katolik tingkat Keuskupan adalah Komisi Kerasulan Awam (Kerawam). Komisi ini merupakan wadah berkumpul dan pendampingan  bagi semua umat Katolik yang berjuang di bidang politik, hukum,  ekonomi, sosial-budaya, keamanan dan ketertiban masyarakat. Melalui wadah ini, umat Katolik akan menggelar Rakor untuk mempersiapkan diri berpartisipasi dalam pembangunan pada umumnya  termasuk pesta demokrasi   Pilkada, Pileg dan Pilpres mendatang,” kata Aloysius Giyai, yang juga Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua  ini,  saat dikonfirmasi, Kamis (4/1/2018)

Rakor Komisi Kerawam ini,  menurutnya, sesuai  rencana akan menghadirkan sedikitnya 800 peserta yang berdatangan dari lima wilayah Keuskupan di tanah Papua. Para peserta itu pada umumnya adalah pengurus organisasi kemasyarakatan dalam lingkup Gereja Katolik seperti Pemuda Katolik (PK), Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI), Persatuan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI), Ikatan Sarjana Katolik (ISKA), Ikatan Cendekiawan Awam Katolik Asli Papua (ICAKAP), Paguyuban Pengusaha Katolik,  Ikatan Dosen Katolik, Ikatan Guru Katolik, Ikatan Dokter Katolik.

Selain itu akan hadir  Paguyuban Wartawan Katolik Indonesia (PWKI), para Tokoh Umat Awam Katolik (TUAK),  para politisi Katolik dari  semua Parpol termasuk para calon legislatif (Caleg) dan mereka yang berkecimpung di lembaga pemerintahan.

Suasana Ibadah Umat Katolik. Tampak saat ibadah Perayaan 50 Tahun Sekolah Tinggi Filasat Teologia (STFT) Fajar Timur Abepura, di halaman sekolah tersebut beberapa waktu lalu. (Fransisca /LintasPapua.com)

Rakor Komisi Kerawam Keuskupan se-tanah Papua ini menurut rencana akan dibuka secara resmi oleh Gubernur Provinsi Papua Bapak Lukas Enembe didampingi Uskup Keuskupan Jayapura, Mgr Leo Laba Ladjar,OFM.

Di tempat terpisah, Wakil Ketua Panitia Rakor Kerawam yang membidangi Seminar, Persidangan dan Rekomendasi akhir, Peter Tukan menjelaskan, bahwa Rakor Komisi Kerawam lima Keuskupan di Tanah Papua merupakan agenda rutin dalam institusi Gereja Katolik lima Keuskupan di tanah Papua.

“Namun Rakor yang berlangsung kali ini,  memiliki makna strategis, selain untuk memperkuat jaringan kerjasama  dan konsolidasi antarkomisi Kerawam  dari lima Keuskupan itu,  juga untuk memberikan pedoman pendampingan  bagi umat Katolik yang selama ini berkecimpung di bidang politik, ekonomi, sosial-budaya, keamanan dan ketertiban masyarakat,” tutur Peter Tukan, yang juga mantan Kepala Biro Kantor Berita LKBN Antara di Papua.

Disampaiakn, bahwa karena disadari bahwa tahun 2018-2019 Bangsa Indonesia memasuki  siklus politik lima tahunan yakni Tahun Politik digelarnya Pemilihan Umum Kepala Daerah Bupati dan Gubernur (Pilbup dan Pilgub), Pemilihan Umum  Legislatif  (Pileg) dan Pemilihan Umum Presiden  (Pilpres) RI.

Salah satu tugas mereka yang berkecimpung di dalam bidang tersebut  adalah mengembangkan upaya-upaya bersama demi tercapainya kehidupan yang harmonis, rukun, dan kooperatif dengan pihak lain di luar Gereja atas dasar Kasih, Persaudaraan, Keadilan dan Penghargaan akan martabat manusia serta keutuhan ciptaan.

Gereja Katolik di Tanah Papua menyadari keberadaannya di dalam masyarakat majemuk sebagai satu panggilan dan perutusan untuk bekerjasama mewujudkan kehidupan bermasyarakat yang harmonis berdasarkan nilai-nilai dan martabat kemanusiaan. Gereja Katolik  perlu mengembangkan kepekaan, kepedulian, keterbukaan dan kerjasama dengan pelbagai pihak dalam masyarakat,” kata Peter Tukan, mengutip hasil Sinode Keuskupan Jayapura tahun 2006.

Wakil Ketua Panitia Rakor Kerawam yang membidangi Seminar, Persidangan dan Rekomendasi akhir, Peter Tukan. (istimewa)

Menurut Peter yang juga menjabat anggota Komisi Kerawam Keuskupan Jayapura, karena medan bakti khas umat Katolik yang bukan berstatus sebagai  Pastor yang tertahbis, Biarawan- Biarawati  adalah  di bidang sosial,budaya, ekonomi,  politik, kemanan dan ketertiban hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara,  maka mendahului  temu akbar ini, para peserta  Rakor terlebih dahulu akan ambil bagian dalam  Seminar dua hari 15-16 Februari  yang kita jadikan sebagai “Hari Studi”  dengan   tema utama : ”Meningkatkan Partisipasi Umat Katolik Papua Dalam  Membangun Masyarakat Pancasila”.

Melalui Seminar ini,  para peserta Rakor Kerawam dapat memahami bahwa ikut membangun masyarakat dan Negara adalah hak dan tugas semua dan setiap warga Negara tanpa membedakan suku, agama, ras ataupun golongan.

Umat Katolik berkeyakinan bahwa iman harus dihayati dan diamalkan dakam masyarakat. Dengan memeluk suatu agama, kita sedikitpun tidak meninggalkan bangsa atau mengasingkan diri dari masyarakat. Sebaliknya, dengan daya kekuatan agama yang kita anut, kita justru berharap dapat semakin berguna bagi nusa dan bangsa. Pancasila merupakan pedoman utama dalam kehidupan berpolitik.

Rakor Komisi Kerawam ini, lanjut mantan Sekretaris eksekutif  Komisi “Keadilan dan Perdamaian” Administrator Apostolik Dili, Timor Timur ini,  diharapkan akan melahirkan modul pendidikan politik yang terdiri atas pendidikan politik bagi umat, pendidikan politik bagi kaum muda, kaderisasi kaum muda, menyiapkan kader terbaik Gereja yang sesuai dengan kriteria moral, modal sosial dan modal teknis untuk terjun dalam politik serta menyiapkan umat untuk terlibat aktif dalam pesta demokrasi.

 

“Komisi Kerawam di setiap keuskupan di Tanah Papua akan terus melakukan koordinasi untuk mencapai tujuan bersama yakni terciptanya kesejahteraan hidup dalam masyarakat majemuk, terselenggaranya pesta demokrasi yang jujur, adil, aman dan damai,” katanya.

Khusus menghadapi perhelatan demokrasi  Pilkada, Pileg dan Pilpres dimana suhu politik dan Kamtibmas akan menghangat; dan  agar supaya umat Katolik tidak terpecah-pecah ke dalam kelompok-kelompok sektarian, primordialisme sempit yang akan merongrong nilai-nilai keadilan dan perdamaian (Iustitia et Pax) serta   dapat menumbangkan pilar-pilar persatuan dan kesatuan, baik “ke dalam”(intern) Gereja Katolik sendiri, maupun “keluar” (ekstern) Gereja Katolik dengan umat Gereja-gereja  bukan Katolik  atau umat beragama lain, maka dibutuhkan pemahaman dan komitmen bersama untuk menjaga dan merawat Negara Pancasila sebagai tiang utama Demokrasi, Keadilan dan Perdamaian, Persatuan dan Kesatuan hidup intern dan antarumat beragama,  Berbangsa dan Bernegara Indonesia.

Untuk semuanya itu, pada hari pertama, para peserta Rakor akan mendapat petuah  dari Uskup Keuskupan Jayapura, Mgr.Leo Laba Ladjar,OFM, disusul ceramah-ceramah dari enam nara sumber yang sudah menyatakan kesediaan membawakan makalah mereka masing-masing sesuai tema umum Rakor, dilanjutkan dengan diskusi kelompok serta rapat pleno hingga pembacaan rekomendasi akhir Rakor Kerawam lima Keuskupan se-tanah Papua. (***)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here