o

Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, SE, M.Si., saat memasang lilin Natal (Irfan / Koran Harian Pagi Papua)

SENTANI (LINTAS PAPUA) – Usai mencanangkan penanaman padi serempak di Kampung Swentab, Distrik Kemtuk Gresi, Bupati Jayapura Mathius Awoitauw, S.E., M.Si, bersama Wakil Bupati Jayapura Giri Wijayantoro, di dampingi sejumlah pejabat berlanjut ke Lapangan Mandala, Genyem Kota, Distrik Nimboran.

Bupati Mathius dan Wabup Giri bersama rombongan merayakan Natal bersama ratusan masyarakat adat di Lembah Grime, Distrik Nimboran, Kabupaten Jayapura di Lapangan Mandala, Genyem Kota, Distrik Nimboran, Kabupaten Jayapura, Selasa (26/12/2017).

Perayaan Natal bersama ini di hadiri seluruh masyarakat adat Grime yang ada di kampung-kampung se-Distrik Nimboran, juga di hadiri Anggota Komisi IV DPR RI H. Sulaiman Hamzah, S.E, Sekda Kabupaten Jayapura Drs. Yerry F. Dien, M.Si, Asisten I Bidang Pemerintahan Umum Setda Kabupaten Jayapura Abdul Rahman Basri, S.Sos, M.KP, dan sejumlah Kepala Oragnisas Perangkat Daerah (OPD) di lingkup Pemkab Jayapura.

Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, SE, M.Si., saat menyampaikan sambutan dalam suasana perayaan Natal bersama masyarakat Adat Grime. (Irfan/ Koran Harian Pagi Papua)

Ratusan masyarakat adat Grime sangat antusias mengikuti ibadah dan perayaan Natal hingga selesai.

Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, SE, M.Si, menyampaikan sambutan yang mengatakan, perayaan Natal merupakan agenda rutin Pemkab Jayapura untuk pembinaan bidang keagamaan. Mengingat dalam kegiatan tersebut terjadi dialog, tukar menukar informasi serta menyampaikan pendapat dari masyarakat.

Melalui kegiatan perayaan Natal ini, kita harapkan akan lebih meningkatkan dan mempererat hubungan antara jajaran Pemerintah Kabupaten Jayapura dengan umat beragama, secara khusus umat Kristiani. Sehingga jalannya pembangunan di daerah ini bisa lebih baik lagi, ujar Mathius.

Menurut Mathius, makna Natal sebenarnya adalah suka cita bagi umat Kristiani atas kelahiran Yesus Kristus Sang Penebus Dosa dan Juru Selamat Manusia. Mengingat, Natal merupakan wujud nyata kasih Allah yang tidak menginginkan manusia terjerumus ke dalam perbuatan dosa. Serta memberikan terang kepada manusia untuk mencapai kehidupan damai sejahtera kekal selama-lamanya.

Kita juga harus dapat mewujudkan rasa kebhinnekaan antar sesama kita. Walau pun kita berbeda pendapat dan pandangan, tetapi kita harus tetap satu tujuan yaitu kebersamaan dan persatuan, imbuh Mathius.

Pada kesempatan itu, Mathius juga menyampaikan bahwa pihaknya akan selalu menjalin komunikasi yang baik dengan pihak gereja dan adat. Supaya pemerintah, gereja dan adat ini harus benar-benar mempunyai peran yang terkoordinasi dengan baik, terutama dalam hal ini masyarakat adat.

“Jadi, di setiap wilayah adat ataupun di kampung-kampung yang asli (masyarakat adat) ini perlu kita benahi terus, untuk segala sesuatu kita bangun di atas jati diri dan juga di atas kebenaran-kebenaran yang ada di dalam adat,” paparnya.

“Kita berharap jangan ada cerita-cerita baru di dalam adat, yang asli dan benar itu harus kita dorong. Supaya ada kesejahteraan, juga ada Tuhan bisa hadir dalam kebenaran tersebut. Tetapi, kalau ada hal-hal yang kita sembunyikan atau kita lakukan dengan tidak benar, ini juga akan menjadi hambatan dalam pembangunan-pembanguna kita ke depan,” harapnya.

Mathius menyampaikan, di Lembah Grime jika di bandingkan dengan tempat yang lain dari segi koordinasi untuk pembangunan-pembangunan, khususnya pembangunan masyarakat adat itu sangat di respon luar biasa sekali.

“Oleh karena itu, mudah-mudahan di Lembah Grime ini bisa menjadi contoh untuk wilayah-wilayah pembangunan yang lain. Maka itu kebersamaan kita dan juga kekompakan kita terus di jaga. Selain itu, kita berharap kepada pemuda dan perempuan untuk memberikan support dan dukungan terhadap jati diri dan harga diri kita,” tukasnya.

Sekedar di ketahui bahwa perayaan Natal bersama masyarakat di Lembah Grime ini juga di rangkai dengan acara Syukuran atas di lantiknya Mathius Awoitauw-Giri Wijayantoro sebagai Bupati dan Wakil Bupati Jayapura periode 2017-2022 oleh Gubernur Provinsi Papua beberapa waktu lalu di Sasana Krida Kantor Gubernur Provinsi Papua Dok II-Kota Jayapura. (Irfan / Koran Harian Pagi Papua)