Bangun Gereja GIDI Jemaat Imanuel, Gubernur Apresiasi Bupati Mamteng

0
756
Gubernur Lukas Enembe, SIP,MH didampingi Bupati Ham Pagawak, SH,MSi, Presiden GIDI Pdt. Dorman Wandikbo saat meneken tombol pembukaan papan selubung peresmian Gereja Jemaat Imanuel Pos 7, Selasa (18/12) kemarin. (istimewa)
Gubernur Lukas Enembe, SIP,MH didampingi Bupati Ham Pagawak, SH,MSi, Presiden GIDI Pdt. Dorman Wandikbo saat meneken tombol pembukaan papan selubung peresmian Gereja Jemaat Imanuel Pos 7, Selasa (18/12) kemarin. (istimewa)

 

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Kerinduan jemaat Gereja GIDI Imanuel Pos 7 Sentani Kabupaten Jayapura untuk beribadah di gedung gereja yang lebih besar dan representatif menyusul terus bertambahnya jemaat akhirnya terwujud.

Hal itu menyusul rampungnya pembangunan gedung gereja Jemaat Imanuel dengan ukuran 30×15 meter diatas lahan seluas 7.500 meter persegi.

Gedung gereja yang sudah selesai pembangunannya itu diresmikan Gubernur Lukas Enembe, SIP,MH, Senin (18/12) kemarin. Peresmian itu ditandai dengan pembukaan papan selubung dan penandatanganan prasasti oleh gubernur Lukas Enembe, Bupati Mamteng R. Ham Pagawak, SH,MSi dan Presiden GIDI Pdt. Dorman Wandikbo, STh.

Hadir dalam peresmian itu Ketua DPRP Yunus Wonda, Bupati Mamberamo Tengah (Mamteng), R, Ham Pagawak, SH,MSi, Presiden GIDI Pdt. Dorman Wandikbo, Wakil Bupati Mamberamo Tengah Yonas Kenelak, S.Sos, Ketua DPRD Mamberamo Tengah Berius Kogoya, STh, Bupati Puncak Willem Wandik, SE,MSi, Bupati Jayapura Mathius Awitouw, Forkompinda Provinsi dan kabupaten, serta ribuan jemaat GIDI.

Gubernur Lukas Enembe dalam sambutannya memberikan apresiasi kepada Bupati Mamberamo Tengah yang sudah memberikan perhatian di sektor keagamaan dengan membangun Gereja Jemat Imanuel.

Menurut Gubernur Lukas, bupati harus memberikan perhatian gereja lewat pembangunan gereja-gereja sebab Pemprov Papua sudah mengubah kebijakan Otsus ke daerah yang mencapai 80 persen.

“Bupati-bupati jangan takut untuk menggunakan anggaran Otsus maupun APBD untuk membangun gereja sebab itu demi kepentingan rakyat di daerah. Bupati harus menjadi berkat bagi masyarakat di kabupaten masing-masing,” ujarnya.

Gubernur Lukas berharap para bupati untuk tetap komitmet dalam memberikan perhatian dari gereja.”Bupati-bupati banyak yang adalah kader, jadi jika gereja meminta bantuan seperti membangung gereja, sudah pasti mereka akan membantunya,” jelasnya.

Gubernur Lukas  yang pernah menjadi pengurus gereja Imanuel semasa mudanya mengaku Pemprov Papua sendiri punya komitmen yang kuat dalam membantu gereja-gereja melalui kebijakan yang dibuat.

Ia juga meminta gereja untuk terlibat dalam pelarangan minuman keras yang hingga saat ini masih bereradar. “Waktu saya dilantik gereja GIDI minta saya untuk melarang minuman keras, dan itu sudah saya lakukan, jadi gereja juga harus terlibat dengan melakuan sosialisasi tentang bahaya miras termasuk narkoba,” imbuhnya.

Presiden GIDI, Pdt. Dorman Wandikbo, juga menyampaian terima kasih kepada Pemkab Mamteng lewat Bupati Ham Pagawak yang sudah peduli menunjang pelayanan gereja GIDI hingga ke Jayapura bahkan ke luar Papua dengan membangun gedung gereja.

“Kami sudah membagi wilayah pelayanan dan para bupati terlibat didalamnya, untuk Bupati Mamberamo Tengah yang masuk dalam wilayah Bogo mempunyai pelayanan di Jayapura, Keerom, Kota Jayapura, Kalimantan Barat, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, dan itu sudah mereka lakukan,” ujarnya.

Menurut Pdt. Dorman, apa yang sudah dilakukan Bupati Ham untuk menunjang pelayanan gereja bisa diikuti bupati-bupati lainnya.

Ia berharap komitmen bupati untuk membantu pelayanan gereja tidak berhenti. Namun tetap terus berlangsung, sebab gereja juga memberikan dukungan.

Pdt. Dorman juga meminta bupati-bupati yang juga adalah kader GIDI untuk juga memberikan perhatian tidak hanya bagi gereja GIDI, namun juga untuk membantu gereja dedominsai lainnya.

“Gedung gereja sudah dibangun, maka harsu ada peningkatan pelayanan, jangan gedung gereja mewah, tapi pelayanan tidak berjalan,” katanya.

Gembala Gereja GIDI Imanuel Pos 7, Pdt. Power Wanimbo menyampaikan rasa terima kasih kepada Pemkab Mamberamo Tengah yang sudah memberikan bantuan hingga pembangunan gereja selesai.

“Kami juga menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Papua dan kader-kader GIDI dan pihak-pihak lain yang sudah ikut membantu hingga gereja ini selesai dibangun,” katanya.

Menurutnya, gereja ini dibangun memakan waktu tujuh tahun. Kini sudah selesai pembangunannya dan ini menjawab kerinduan jemaat agar gereja mampu menampung jemaat yang terus bertambah.

“Saat ini jumlah jemaat mencapai 600 kepala keluarga, maka dengan rampungnya gereja ini mampu menampung ribuan jemaat untuk beribadah,” imbuhnya.

Sementara itu, kader Gereja Kingmi, Willem Wandik melihat pekabaran pelayanan injil di Tanah Papua terus berkembang. Ini dibuktikan dengan pendirian rumah-rumah ibadah termasuk di kabupaten dan kota. Dan seperti saat ini dibangunnya gedung Gereja Jemaat Imanuel.

“Luar biasa Papua menjadi berkat untuk daerah lain lewat pelayanan gereja GIDI, Kingmi, GKI, Katolik, “ ujarnnya. Ia berharap pelayanan ini terus ditingkatkan, Dan pemerintah sebagai mitra gereja siap membantu. (Geis Muguri / Koran Harian Pagi Papua)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here