Serapan Dana Rendah, Bupati Keerom Pimpin Langsung Monitoring Meja

0
553
monitoring bupati keerom terhadap realisasi program SKPD 01
Suasana Rapat Evaluasi (monitoring meja) capaian SKPD dalam melaksanakan kegiatan APBD 2017 yang dipimpin Bupati Keerom, Drs. Celsius Watae, MH. (Rif / Koran Harian Pagi Papua)

Kecewa Karena Serapan Masih Rendah, OPD Dinilai Tidak Berbuat Sesuatu

KEEROM (LINTAS PAPUA) —- Memasuki penghujung tahun anggaran, maka Pemkab Keerom menggelar evaluasi atau monitoring hasil kegiatan yang dilakukan SKPD/OPD selama tahun anggaran 2017 ini. Monitoring ini merupakan monitoring Triwulan keempat atau yang terakhir di tahun ini. Bupati Keerom, Drs. Celsius Watae MH memimpin langsung kegiatan ini di Aula Bappeda Keerom, kemarin (13/12/2017).

Sayangnya hasil monitoring yang dipimpin langsung Bupati Keerom, Drs. Celsius Watae MH ini hasilnya tak sesuai harapan. Karena dari laporan yang disampaikan Kepala Bappeda, Dolf Eduard Mitteboga, bahwa hasil yang dicapai bahkan dinilai yang terburuk oleh Bupati Keerom, karena masih jauh dari harapan.

Dalam paparan awal hasil kegiatan SKPD, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Keerom Dolf Mitteboga, SE.MM mengatakan, hingga saat ini realisasi fisik dilapangan berdasarkan laporan pimpinan OPD yang disampaikan ke Bupati melalui Bappeda Kabupaten Keerom Tahun Anggaran 2017 baru mencapai 47, 20 persen. Keterlambatan disebabkan karena hanya 13 OPD yang menyampaikan laporan realisasi fisik.

Bupati Keerom, Drs. Celsius Watae MH dan Wabup Keerom, Muh. Markum SH, MH, MM, bersama Dansatgas Yonif 410/ALG, Letkol Inf. Hery Amrullah dan Kadinas Kesehatan Keerom, dr. Ronny JA Situmorang saat kegiatan Hari Kesehatan Nasional tingkat Keerom, kemarin. (Rif/Koran Harian Pagi Papua)

‘’Realisasi fisik di Kabupaten Keerom hingga saat ini baru mencapai 47,20 persen, karena hanya 13 OPD yang baru melaporkan realisasi fisik di Tahun 2017. Sedangkan 29 OPD yang belum  menyampaikan laporan realisasi fisik di Tahun 2017,”ujarnya.

Atas laporan ini itu Bupati Keerom Drs. Celcius Watae, MH menganggap realisasi fisik tersebut sangat kecil. ‘’Kalau nilai ini ada di bulan Maret atau April 2017 itu masih bisa dimaklumi, akan tetapi jika diakhir Bulan Desember 2017 mencapai 47, 20 persen jelas ini dapat nilai buruk, kalau sekolah ini sama saja tidak naik kelas,’’lanjutnya.

Pembahasan akhir dokumen SSK Keerom. (Rif / Koran Harian Pagi Papua)

Bupati mengakui bahwa di  Tahun 2017 ini ada kendala dengan perekrutan seleksi Eselon II, Eselon 3 dan Eselon 4 dilingkungan Pemkab Keerom. sehingga waktu termakan dengan kegiatan- kegiatan tersebut. Akan tetapi kegiatan itu telah tuntas di Bulan Juli 2017 sehingga di Bulan Juli, Agustus dan Bulan September 2017 bisa dilakukan pekerjaan dan angkanya harus lebih baik dari yang disampaikan.

‘’Dengan keterlambatan pekerjaan di Tahun 2017 ini konsekuensinya tentu sejumlah uang harus dikembalikan, ini merupakan prestasi yang paling buruk di Tahun 2017,”ungkapnya sedih.(Rif  /Koran Harian Pagi Papua)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here