“Kampung Adat” Jadi Pilot Project Program Nasional

0
371
Ilustrasi Masyarakat Adat Kabupaten Jayapura. (istiimewa)
Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, SE, M.Si., saat diwawancara. (Irfan)

SENTANI (LINTAS  PAPUA) –  Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayapura menyampaikan program unggulan “Kampung Adat”, yang telah berlangsung kurang lebih selama empat tahun menjadi “pilot project” program nasional karena telah menetapkan Kabupaten Jayapura sebagai pilot proses secara nasional sehingga di lirik oleh Pemerintah Pusat melalui Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI.

“Program Kampung Adat yang kami gulirkan semenjak empat tahun lalu di Kabupaten Jayapura itu setelah di telaah secara seksama oleh tim ahli di Kemendagri. Maka selanjutnya di pandang perlu untuk di terapkan secara nasional di provinsi dan kabupaten/kota di Negara Indonesia ini,” kata Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, SE, M.Si saat di temui wartawan di ruang kerjanya, di hari pertama kerja, Rabu (13/12/2017) sore.

Bahkan, kata dia, pihaknya sudah melakukan presentasi di Kemendagri dan mendapat respon yang luar biasa. Respon kemendagri tersebut, sebagaimana di kemukakan oleh Direktur Penataan Pemeritah Desa.

Selain mendapat respon dari Kemendagri, pihaknya juga mendapat respon dari Pemerintah Provinsi Papua.

Bupati Mathius menuturkan, mekanisme untuk menerapkan kampung adat berdasarkan Undang-Undang Desa akan di bahas dalam bentuk kerja sama antara Kementerian Dalam Negeri dengan Pemerintah Kabupaten Jayapura.

“Program Kampung adat ini lahir berkat komitmen semua pihak di daerah ini dalam semangat kebangkitan masyarakat adat (KMA) di Bumi Khenambay Umbay,” sebut dia.

Ia menyebutkan, kebangkitan masyarakat adat ini berjalan seiring dengan adanya komitmen dari masyarakat adat di Sembilan Wilayah Adat di Kabupaten Jayapura. Karena hak masyarakat adat telah di proteksi hingga menjadi subyek pembangunan.

Masyarakat Adat Kabupaten Jayapura. (istiimewa)

Selain itu, di tambahkan Bupati Mathius, dalam waktu dekat pihaknya akan di undang oleh Pemerintah Pusat guna mempresentasikan kembali program kebangkitan masyarakat adat yang di dalamnya ada kampung adat.

“Kami berharap agar kedepan semua pihak dapat memberikan dukungan penuh kepada program Kampung Adat tersebut, untuk berlangsung sebagai kebijakan umum daerah,” tukasnya. (Irfan  /  Koran Harian Pagi Papua)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here