Plh Sekda Drs M Nurjainudin Konu, MKP mewakili Wali Kota Jayapura Dr Benhur Tomi, MM dalam Sosialisasi Gerakan Penuntasan Buta Aksara di Aula PKK Kantor Wali Kota, Rabu 6 Desember 2017. (Humas Setda Kota Jayapura)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA)  –  Data terakhir melek aksara dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura pada tahun 2014 sempat mencapai angka 99,90 % (persen), namun perkembangan terakhir dipengaruhi perpindahan kaum urban yang mempengaruhi angka buta aksara.

“Harapan Wali Kota adalah zero point untuk buta aksara, namun pertumbuhan ekonomi tak bisa dipungkiri dengan adanya kaum urban, dinas pendidikan memiliki progarm yang secara mengurangi buta aksara sesuai RPJMD, Renja maupun Renstra OPD melalui dinas pendidikan kota jayapura,” kata Plh. Sekda Kota Jayapura, Drs. M.  Nurjainudin Konu, MKP.,  mewakili Wali Kota Jayapura, Dr Benhur Tomi Mano, MM.,  dalam Sosialisasi Gerakan Penuntasan Buta Aksara di Aula PKK Kantor Wali Kota, Rabu (6/12/2017).

Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura, Debora Rumbino melaporkan, bahwa pada tahu 2015 Pemerintah Kota Jayapura menerima penghargaan Anugerah Aksara dari Kementrian Pendidikan, atas keberhasilan menurunkan angka buta angkasa mencapai 99,91%.

“Pada tahun 2009 angka buta aksara sempat mencapai 0,77% hingga berhasil diturunkan pada tahun 2013 mencapai 0,14%, pergerakkan kaum urban menjadi salah satu pengaruh besar dalam menuntaskan angka tuna aksara,” katanya.

Sementara itu, Kepala Seksi Keaksaraan, dan Pendidikan Keluarga Nur Jaya, SPd, MKP menyebutkan Pemkot melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan melaksanakan pendataan warga buta aksara dengan sistem by name dan by address.

Di mana ditemukan sebanyak lebih dari 600 jiwa yang belum bisa membaca dan menulis yang tersebar di 5 distrik, dan terbanyak di distrik Muara Tami dan Distrik Heram. “Usia yang dilayani untuk pendidikan keaksaraan adalah 15-60, hasil pendataan tahun 2016 telah menuntaskan 200-an orang buta aksara, sisanya sekitar 400-an orang,” katanya.

KEPEDULIAN. Wali Kota Jayapura, DR. Benhur Tomi Mano, MM., saat menyerahkan bantuan kepada para guru mewakili sekolah mereka. (Elsye Sanyi/Koran Harian Pagi Papua)

Tahun ini Dinas Pendidikan dan kebudayaan melakukan pembelajaran buta aksara dengan dibantu oleh Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM). Terdapat 9 PKBM jumlah personel sebanyak 380 orang.

Penuntasan buta aksara ini meliputi kategori membaca, berhitung, menulis, dan berkomunikasi. Dengan melibatkan Kepala Pemerintahan Kampung, Organisasi Kewanitaan, Yayasan atau Lembaga Pendidikan dan PKBM. (Humas Setda Kota Jayapura)