Polda Papua  Belum Terima Laporan Dugaan Korupsi Oknum Anggota KPU

0
322
Direskrimsus Polda Papua, Kombes Pol Edy Swasono. (Eveerth / Koran Harian Pagi Papua)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA)  –  Kepolisian daerah (Polda) Papua menyatakan belum menerima aduan dugaan kasus korupsi yang diduga dilakukan oleh oknum KPU di Kabupaten Intan Jaya.

Pernyataan ini disampaikan oleh Direskrimsus Polda Papua, Kombes Pol Edy Swasono, usai menjadi pemateri dalam seminar sehari yang digelar oleh Papua Coruption Watch (PCW) yang mengusung tema Gerakan Pencegahan Korupsi (GPK) 2017 dengan sub tema korupsi di Papua antara hukum dan politik di Grand Abe Hotel, Kota Jayapura, Kamis sore.

“Belum ada, secara formal laporanya belum ada. Pada prinsipnya kita sangat senang sekali kalau ada masyarakat yang melaporkan dugaan kasus korupsi. Kalau kita siapa saja, kita terima,” katanya.

Menurut dia, Polri sebagai salah satu institusi penegak hukum wajib menerima tiap laporan yang disampaikan oleh masyarakat. Namun jika ada oknum anggota yang menolak laporan atau aduan masyarakat pasti akan kena sanksi.

“Saya rasa begini, termasuk di polda sama saja. Dan ini begini, wajib hukumnya Polri menerima laporan dari masyarakat, tapi sejauh ini kan belum ada. Kalau ada anggota yang menolak dia bisa kena kode etik,” katanya.

Edy menegaskan, bahwa Polda Papua siap menindaklanjuti tiap laporan warga, terutama dugaan kasus korupsi yang sudah pasti merugikan negara dan rakyat Indonesia.

“Pastinya akan ditindalanjuti. Polri siap,” kata Edy Swasono.

Sebelumnya, salah satu warga Intan Jaya yang ditemui di Kota Jayapura yang enggan namanya disebutkan menduga ada indikasi korupsi di KPU Intan Jaya.

“Saya menduga ada indikasi korupsi di penyelenggara demokrasi (KPU) Intan Jaya, karena pilkada disana terbilang yang paling rusak, sampai ada korban jiwa,” katanya.

“Harapannya ini bisa ditelusuri oleh pihak berwajib agar pesta demokrasi yang akan datang bisa berjalan lancar dan aman,” tambahnya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here