Desain Patung Yesus di Kayu Batu Base – G Telah Final

0
970
Kota Jayapura (potretanakmelanesia.blogspot.co.id)
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Papua, Djuli Mambaya, menjelaskan perubahan desain final patung Yesus Kristus, Selasa kemarin, di Jayapura. (Erwin /Koran Harian Pagi Papua)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA)  – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Provinsi Papua resmi merilis desain final patung Yesus Kristus di Kayu Batu Base-G, Kota Jayapura, yang sebelumnya sempat menjadi bahan perdebatan para pihak terkait.

Tak ada banyak perubahan dari desain sebelumnya, namun menurut Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Papua, Djuli Mambaya, desain akhir ini sudah mencapat persetujuan baik dari pihak agama maupun DPR Papua.

“Gambar yang terakhir sudah final telah dirampungkan. Ada perubahan sedikit dari sebelumnya tapi tidak banyak. Yang terpenting adalah semua pihak terkait sudah setuju dengan bentuk patung tersebut,” terangnya di Jayapura, kemarin.

Dikatakan, saat ini para seniman pematung se Indonesia dibawah koordinasi Kartika Afandi, tengah membuat miniatur patung setinggi tiga meter di Yogyakarta. Patung yang terbuat dari perunggu ini, akan dipamerkan di Kantor Dinas Pekerjaan Umum, Kantor Gubernur Dok II Jayapura serta Gedung Negara Dok V Atas Jayapura.

“Sehingga nanti bagi masyarakat atau siapa saja yang ingin mengetahui bagaimana bentuk patungnya, bisa melihat secara langsung ke tiga tempat ini,” tuturnya.

Sementara menyinggung mengenai pembangunan akses jalan ke arah pembangunan patung Kristus di Kayu Batu, kata Djuli, bulan ini sudah dilaksanakan tender oleh Biro Layanan Pengadaan Barang dan Jasa Papua.

Diharapkan dalam waktu dekat sudah ada pemenangsehingga pekerjaan dapat segera dilaksanakan. “Kan akses jalan yang mau dibangun itu hanya sekitar 800 meter. Untungnya pekerjaan senilai Rp15 miliar ini sudah ditender,” tuturnya.

Patung Yesus di Pulau Mansinam Manokwari. (kilkhotel.com)

“Kita optimis tiga bulan ini pekerjaan itu sudah bisa dikebut,” katanya.

Ditanya mengenai pembebasan lahan, Djuli mengaku pada 2018 mendatang akan dianggarkan dana Rp 10 miliar untuk membebaskan total  lahan enam hektar untuk pembangunan akses jalan hingga patung Yesus Kristus.

“Memang dari tahun sebelumnya juga sudah ada pembebasan lahan sekitar Rp3,7 miliar tapi itu belum cukup. Makanya, tahun depan kita alokasikan lagi Rp10 miliar untuk pembebasan lahan supaya saat pembangunan konstruksi, sudah tidak ada masalah lagi dengan masyarakat”.

“Intinya kita akan lakukan pola pendekatan dan pembayaran dilakukan dengan transparan. Termasuk bertemu dengan pemilik ulayat melalui para-para adat,” tuntasnya. (Erwin  /Koran Harian Pagi Papua)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here