Jembatan Hamadi – Holtekamp Diperkirakan Rampung September 2018

0
500
Keindahan Teluk Youtefa, tampak Hamadi dan Kampung Tobati dan Holtekamp yang masih dilalui dengan perahu, sehingga akan dibangun jembatan penyeberangan. (Eveerth Joumilena /LintasPapua.COM)
Keindahan Teluk Youtefa, tampak Hamadi Tobati dan Holtekamp yang masih dilalui dengan perahu, sehingga akan dibangun jembatan penyeberangan. (Eveerth Joumilena /Koran Harian Pagi Papua)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) –  Gubernur Papua Lukas Enembe memastikan pembangunan jembatan Hamadi – Holtekamp bakal rampung pada September 2018 mendatang. Hal itu dikatakannya, usai meninjau pembangunan jembatan tersebut, Senin (2/10) kemarin.

 

Menurutnya, perakitan konstruksi rangka baja bentang utama Jembatan Holtekamp, dilakukan di Surabaya lalu dikapalkan ke lokasi. Sehingga jembatan kebanggaan orang Papua ini, bakal menjadi menjadi ikon dan destinasi wisata baru di Bumi Cenderawasih.

“Sebab keberadaan Jembatan Holtekamp ini, bisa memangkas waktu tempuh dari Kota Jayapura ke Muara Tami maupun Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Skouw, yang dari 2,5 jam saat ini, bisa menjadi 60 menit saja,” kata dia.

Pembangunan Jembatan Holtekamp sendiri, dilakukan Kementerian PUPR untuk Jembatan Utama, sementara Pemerintah Provinsi Papua mendanai jembatan pendekat arah Holtekamp. Sementara Pemerintah Kota Jayapura, membangun jalan pendekat dan pembebasan lahan.

Panjang jembatan utama mencapai 400 meter, jembatan pendekat sepanjang 332 meter, terdiri dari 33 meter jembatan pendekat arah Hamadi dan 299 meter arah Holtekamp.

 

 

Sementara untuk Konsorsium yang melaksanakan pembangunan jembatan ini adalah PT Pembangunan Perumahan, PT Hutama Karya, dan PT Nindya Karya.

KEINDAHAN TELUK YOUTEFA. Keindahan Teluk Youtefa, tampak Hamadi Tobati dan Holtekamp yang masih dilalui dengan perahu, sehingga akan dibangun jembatan penyeberangan. (Eveerth Joumilena /Koran Harian Pagi Papua)

 

 

“Hanya memang kemarin Pemerintah Kota Jayapura sudah menyatakan ketidak mampuan untuk membiayai pembangunan jembatan tersebut. Makanya, kita sudah secara resmi bersurat kepada Pemerintah Pusat untuk mencarikan solusi,” tuntasnya.(Erwin / Koran Harian Pagi Papua)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here