Semua Sektor Perlu Sinergitas Atasi Pembangunan di Papua

0
367
ANGKASA KOTA JAYAPURA. Daerah ketiinggian di Kota Jayapura terkadang susah mendapat akses angkutan umum, sehingga perlu adanya pelayanan bus.. (Eveerth/Koran Harian Pagi Papua)

Suasana seminar nasional forum ekonomi kementerian keuangan, Kamis kemarin, yang dibuka oleh Staf Ahli Gubernur Papua Bidang Politik dan Kesatuan Bangsa, Simeon Itlay. (Erwin)
JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Untuk mengatasi tantangan pembangunan di provinsi ini, diperlukan usaha menciptakan pertumbuhan ekonomi secara berkesinambungan melalui sinergi kebijakan pada semua sektor.

“Sementara di sektor moneter, melakukan manajemen inflasi serta pengambilan kebijakan moneter,” terang Simeon Itlay, pada Seminar Nasional Forum Ekonomi Kementerian Keuangan, di Jayapura, Kamis (14/9/2017).

Dikatakan, pemerintah saat ini terus berupaya melakukan pemerataan pembangunan serta pengurangan kemiskinan melalui kebijakan percepatan pembangunan guna meminimalisir kesenjangan.

Menurut Staf Ahli Gubernur Papua Bidang Politik dan Kesatuan Bangsa, Simeon Itlay, sinergi itu diantaranya pada sektor fiskal, riil, maupun moneter.

“Pada sektor fiskal perlu ada penyusunan anggaran yang produktif dan realistis. Kemudian sektor riil diperlukan kebijakan untuk menjaga stabilitas konsumsi dalam mendorong investasi,” katanya.

ANGKASA KOTA JAYAPURA. Keindahan Alam Papua, tidak sebanding dengan keindahan kesejahteraan yang dirasakan, sehingga perlu sinergitas membangun Papua. (Eveerth/Koran Harian Pagi Papua)

Diantaranya, melalui kegiatan peningkatan layanan dasar, infrastruktur, dimana dalam belanja negara maupun daerah terus mengupayakan terciptanya pertumbuhan ekonomi berkeadilan.

Dilain pihak, memberlakukan dilakukan subsidi yang tepat sasaran, menjaga fokus anggaran pada bidang infrastruktur, pendidikan dan kesehatan serta menetapkan program perlindungan sosial maupun penguatan desentralisasi fiskal.

Dikatakan, bahwa Indonesia saat ini memiliki tantangan pembangunan. Dimana sejarah menunjukan bahwa tidak merata kesejahteraan merupakan tantangan bagi perkembangan ekonomi negeri ini.

Data menunjukan tingkat kemiskinan telah turun secara signifikan sejak 1997, namun kesenjangan pendapatan masyarakat masih terus meningkat.

Tantangan tidak meratanya kesejahteraan di Indonesia, tambah dia, ditunjukan dalam tingginya GINI rasio pada September 2016 yang mencapai 0.397. Selain kesenjangan pendapatan, ketidakmerataan akses terhadap kesempatan mendapatkan pekerjaan, pendidikan, dan pelayanan kesehatan juga masih membayangi Indonesia.

“Untuk itu, melalui kegiatan seminar hari ini, saya harap dapat tercipta solusi dan hadir pula sebuah kontribusi yang maksimum bagi masyarakat. Lebih khusus lagi dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia, lebih khusus Provinsi Papua,” harapnya. (Erwin /Koran Harian Pagi Papua)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here