Tim Putra Rugby Papua dengan medali emas yang dirahi bersama di Eksebisi PON Jabar 2016 (LintasPapua.com/Eveerth Joumilena)
JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Pemerhati Olahraga dan sebagai Ketua Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Papua, Maikel Kambuaya, meragukan perhelatan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX tahun 2020 mendatang yang akan digelar di Papua. Dimana persiapan perhelatan tersebut saat ini belum maksimal.

“Setelah melihat semua persiapan yang ada saat ini, kami sebagai masyarakat dan juga sebagai Pimpinan Cabang Olahraga (Cabor), melihat bahwa Papua sebagai tuan rumah ini sangat meragukan. Apakah nantinya akan jadi. Kalaupun jadi, nantinya apakah bisa dilaksanakan tahun 2020 atau seperti apa, “ujar Maikel kepada para wartawan di Jayapura, Senin (21/8/2017).

Menurut Maikel, jika dilihat dari sisi perencanaan dan program saat ini sudah sesuai, atau on the track karena sebagian program itu sudah masuk dalam anggaran 2017 (Stadion utama yang sudah mulai dikerjakan), sebagiannya masuk anggaran 2018 dan berikutnya di 2019. Yang didukung juga dengan adanya rencana Presiden mengeluarkan Inpres untuk membiayai sebagian venue oleh Kementerian Lembaga Negara, terutama oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU) yang akan menangani lima Venue.

Ilustrasi Sejumlah Atlet Papua perahi prestasi emas di PON XIX 2016 lalu di Jawa Barat . (Eveerth Joumilena /LintasPapua.com)

“Melihat waktu yang sudah semakin dekat, persiapannya juga belum maksimal. Oleh karena itu kami menyatakan apresiasi kepada Kadisorda yang sudah membangun dan menyiapkan perencanaan ini bersama dengan gubernur yang sudah bicara langsung ke Presiden, akan tetapi waktu yang hanya tinggal 2 tahun 4 bulan ini, saya rasa tidak akan cukup, “ ujarnya.

Untuk itu, dirinya menyarankan berapa hal yang harus dilakukan oleh Pemerintah Daerah, bahwa semestinya ada koordinasi yang baik yang sinergis terus menerus antara SKPD daerah dengan pihak Disorda. Sebab menurutnya, untuk pembangunan infrastruktur sebaiknya Kadisorda tidak perlu berjalan sendiri, dan Dinas PU harus ikut turun tangan serta saling berkoordinasi untuk menangani venue yang akan dibangun di daerah.

“Hal ini harus dibicarakan, sudah sejauh mana Pemprov Papua berkordinasi sama Pemda untuk membangun apa. Seperti contoh Kota Jayapura untuk menyampaikan kesiapan kotanya, dan sudah sejauh mana infrastruktur pendukungnya seperti PDAM, Listrik dan lain sebagainya. Belum lagi di Kabupaten Biak dan Jayawijaya, Merauke ini kita lihat belum ada koordinasi antara Pemprov, Pejabat SKPD dengan Pemkab yang ada,“ terangnya.

depan Tim
Technical Delegate Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh
Indonesia (PP PBSI) Eddy Yanto Sabarudin dan Icuk Sugiarto, Senin (21/8), kemarin. saat meninjau stadion utama Papua Bangkit. (Geis Muguri)

Ia menjelaskan, bahwa Presiden memang akan menerbitkan Inpres untuk membantu Papua dalam persiapan infrastruktur, akan tetapi sudah sejauh mana Pemda berkoordinasi dengan Kementerian PU akan lokasi tanahnya, dan apakah sudah ada pejabat Provinsi yang mengurus masalah lahan. Sehingga begitu inpres tersebut turun nantinya sudah ada koordinasi yang baik dan diharapkan tidak akan mundur lagi ke tahun berikutnya.

“Disinilah saya mengatakan bahwa Papua meragukan untuk bisa melaksanakan PON 2020 atau tidak. Kalaupun akan di mundurkan mungkin bisa, akan tetapi harus merubah UU lagi, Kemudian kalau di Kemen PU sudah mengalokasikan anggaran, juga harus berkoordinasi dengan Bapedda, agar supaya masalah anggaran yang mau dimasukkan sudah saling mengetahui, akan tetapi kepastian anggaran tersebut, sampai saat ini masih belum diketahui, “keluhnya.

Menurut Maikel, sebelumnya Kadispora mengatakan ada dana sekitar Rp 1,6 triliun yang akan dialokasikan tanggungjawab Kementerian PU, akan tetapi dirinya merugakan dana tersebut benar atau tidak.

“Siapa yang bisa mengatakan bahwa pasti ada dana sebesar itu. Itu belum jelas. Jadi kita minta kepada pemda, Beppeda, Dinas PU dan Kadispora, untuk terus berkoordinasi dengan Kementrian PU sehingga anggaran ini harus ada didalam diva mereka di 2018, agar sisa waktu pembagunan selama dua tahun bisa cukup, “jelasnya

Pengeboran awal untuk penancapan tiang pancang pembangunan Stadion Papua Bangkit di Kampung Harapan, oleh Asisten Bidang Perekonomian dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Papua Elia Loupatty., beberapa waktu lalu. (Erwin)

Sementara itu, Usman Fakaubun Dewan Kehormatan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Papua juga mengaharapkan agar pemusatan latihan untuk para atlit dapat dilaksanakan pada di awal bulan Januari 2018 mendatang
Sementara Itu Usman Fakaubun Dewan Kehormatan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Papua yang mengaharapkan agara pemusatan Latihan untuk para atlit dapat dilaksanakan pada awal January 2018 mendatang.

“Harapan kita nantinya, bahwa yang dilakukan menyangkut prestasi di Bulan Januari 2018 pemusatan latihan sudah dilaksanakan apapun masalahnya. Kalau kita tidak lakukan hal tersebut, maka sukses prestasi itu hanya ada di angan-angan saja. Kalau prestasinya bisa mengangkat maka kita tidak akan kehilangan muka di masyarakat Papua sebagai tuan rumah, “pungkasnya. (Rio /Koran Harian Pagi Papua)