Warga Kenambay Umbay Perlu Pendidikan Politik Yang Baik

0
284
PEMILU KOTA JAYAPURA, 15 FEBRUARI 2017 LALU.(LintasPapua.com)

Ilustrasi Pemilukada, mau tidak mau rakyat sering menjadi korban elit, sehingga pemimpin yang terpilih harus bisa melihat masyarakat. (LintasPapua.com)
SENTANI (LINTAS PAPUA) – Calon Bupati (Cabup) Jayapura Nomor Urut 4, Siska Yoku meminta kepada empat Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Jayapura lainnya agar tidak memberikan contoh atau tidak pembelajaran politik yang kurang baik kepada masyarakat di daerah ini.

Selain itu Cabup Siska mengungkapkan, tindakan yang mencoba menunda atau menggagalkan pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilkada Kabupaten Jayapura itu merupakan pembelajaran yang kurang baik bagi generasi politik di Kabupaten Jayapura.

“Untuk itu, sebagai salah satu peserta Pilkada Kabupaten Jayapura, saya meminta kepada Paslon-paslon yang ingin menggagalkan (menunda) pelaksanaan PSU untuk menahan diri. Supaya, generasi kita kedepan tidak menggunakan demokrasi yang tidak baik seperti ini,” ujar Calon Bupati Jayapura, Siska Yoku, ketika memberikan keterangan kepada wartawan, belum lama ini di Kota Sentani, Kabupaten Jayapura.

Lebih lanjut dikatakan Cabup Siska, semua Paslon harus berjiwa besar sesuai dengan Pakta Integritas yang ditandatangani bersama untuk siap menang dan siap kalah.

“Sebelumnya kan, kita sudah menandatangani pakta integritas untuk siap menang dan siap kalah. Jadi, kita harus siap menang dan harus siap menerima jika kalah dalam pertarungan ini. Karena dalam setiap pertarungan pasti ada yang kalah dan juga ada yang menang,” terangnya.

“Jangan karena ambisi kita, sampai mengorbankan kepentingan rakyat dan juga pembangunan di daerah ini. Itu salah, kasihan masyarakat,” beber Cabup Siska Yoku yang berpasangan dengan Cawabup Marselino Waromi.

Dirinya juga berharap, KPU Papua selaku penyelenggara KPU Kabupaten Jayapura tidak lagi melakukan pengunduran PSU tanggal 23 Agustus mendatang.

“Saya berharap kepada KPU Papua tetap pada komitennya untuk tetap melaksanakan PSU tanggal 23 Agusutus mendatang. Supaya pemerintahan dapat kembali berjalan untuk melaksanakan segala proram pembangunan ditengah-tengah masyarakat,” harapnya diakhir wawancara. (Irf /Koran Harian Pagi Papua)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here