DPR Papua Akan ke Timika Cek Masalah Guru Honorer

0
833
Ibu Yakoba Lokbere Wetipo, dengan senyuman khas Perempuan Papua, dalam sebuah aktivitas (Foto Facebook Pribadi YYL)
Ketua Komisi V DPR Papua, Yakoba Yolla Lokbere, saat diwawancarai di Abepura. (Eveerth Joumilena / LintasPapua.com)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Ketua Komisi V DPR Papua, Yakoba Lokbere mengatakan, pihaknya akan ke Timika mengecek kasus viral yang berkembang di dunia maya terkait guru honorer.

“Saya kira harus jelas masalah ini, sehingga kita juga akan melihat sejauh mana peran pemerintah membantu para guru honorer di Timika, apalagi yang mengajar di pedalaman,” ujar Yakoba Lokbere, Minggu (23/7/2017).

Dikatakan, seharus ada dana bagi para guru honorer, apalagi guru ini membantu para guru PNS yang seharusnya mengajar, jadi kalau dibilang tidak ada dananya tentunya menjadi pertanyaan besar.

“Saya kesal dengan pernyataan Bupati Mimika, jika mengatakan tidak ada gaji bagi guru honorer, lalu dana yang banyak di Timika digunakan untuk apa, sementara ini adalah membangun sumber daya manusia di Timika,” tuturnya.

Dirinya menegaskan, perlu ada tindakan tegas, bahkan akan mencari kepastian apakah informasi yang berkembang ini informasi benar atau tidak, sehingga akan dicek lagi.

Sebelumnya, Sebuah foto mengharukan dengan penggalan judul “Nasib Guru Honorer di Timika” yang diunggah oleh akun Facebook Vensca Virginia Ginsel pada 18 Juli 2017 sore, viral. Foto tersebut memperlihatkan seorang guru honorer menangis di hadapan pejabat dinas pendidikan.

Si pengunggah foto, akun Vensca Virginia Ginsel, menjelaskan pria itu menangis meratapi nasib insentifnya karena terancam tak dibayarkan. Sementara pria di depannya, merupakan pejabat Dinas Pendidikan Dasar dan Menengah Kabupaten Mimika.

Berikut keterangan dalam foto yang diunggah oleh akun Vensca:
Nasib Guru Honorer di Timika; Harus meratap dgn tangisan di depan pejabat Dinas Pendidikan Dasar hanya utk menuntut hak pembayaran Insentif mereka.

“Sy menangis lihat kejadian ini. Sungguh! Air mata sy tidak tertahankan. Pengorbanan guru2 honorer untuk mencerdaskan generasi bangsa di Kab. Mimika dibayar dgn sebuah kebijakan yg diskriminatif dan perilaku pejabat yg tidak simpatik,” tulisnya.

Perwakilan Perhimpunan Anak – Anak Guru, Habelino Sawaki mengatakan, bahwa terkait dengan viral yang berkembang di media social dalam hal ini perlakuan yang diterima pa guru Gerard, oleh salah satu birokrat di Kabupaten Mimika.
“Ini tidak pantas dan tidak seharusnya dilakukan oleh seorang birokrat atau seorang Aparatur Sipil Negara (ASN), apalagi mengurusi hak – hak dan kesejahteraan guru,” jelasnya.

Pihaknya meminta , agar Bupati Mimika, Eltinus Omaleng memanggil yang bersangkutan untuk perjelas dan mengkonfrontir berita dari Paguru Gerard. (***)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here