Menuju Papua 1 #SebuahPesanDamai

0
389
Alphonsus F. Riberu.

Alphonsus F. Riberu.
Oleh : Alphonsus F. Riberu

Pentas pemilukada serentak kembali akan berlangsung medio 2018 yang akan datang. Geliat politik di daerah-daerah yang akan melaksanakan event ini tak bisa dipungkiri semakin hari semakin memanas. Trik dan intrik para kandidat mulai mengundang perhatian. Saling sikut sudah terasa.

Provinsi Papua menjadi salah satu daerah yang akan menyelenggarakan Pemilukada serentak tersebut. Para Kandidat sejauh ini menunjukan eksistensinya dalam Perpolitikan di Tanah Papua. Geliat menuju Papua 1 kian kental terasa.

Sejauh ini belum terdengar Visi dan Misi yang akan diusung Para Kandidat. Namun pernyataan kesiapan dan kesanggupan membawa Papua lebih baik sudah lantang diucapkan. Masing-masing kandidat telah siap mengarungi proses demi proses, tahapan demi tahapan yang harus dilalui. Lalu pertanyaanya adalah: “Siapakah yang layak menjadi Papua 1?”

Menjawab pertanyaan di atas gampang-gampang susah. Sebab siapapun bisa didaulat untuk menjadi Papua 1 atau Gubernur Provinsi Papua. Tapi apakah hanya sampai di situ? Tentu saja tidak.

Karena untuk Memimpin Provinsi Papua yang didiami oleh beragam suku dan Budaya belum lagi ditambah keragaman karakter masyarakat dan jauh lebih sulit tentu Demografi Papua yang boleh dibilang keras dan sukar tidaklah semudah membalikan telapak tangan (Bahkan Mungkin bisa dikatakan Paling Sulit di seluruh Indonesia).
Lalu sesungguhnya siapa yang Pantas menjadi Papua 1,,,???

Siapapun yang nanti didaulat menjadi Papua 1, hal pertama yang harus diingat dan untuk dilakukannya adalah Dia harus mampu merangkul anak negeri ini tanpa harus membedakan suku, Agama dan ras.

Dia juga harus mampu menjangkau anak negeri di manapun dan kapanpun tanpa pengecualian. Dia harus mampu mengayomi semua warga Papua tanpa memandang Gunung atau Pantai, Pribumi dan non Pribumi. Dia harus menjadi Bapak sekaligus Ibu bagi semua Insan di Tanah Papua.

Sebagai rakyat jelata, yang hanya ikut memilih nantinya, Penulis sangat berharap, Para kandidat yang nantinya menjadi Calon Gubernur Papua sangat diharapkan untuk dapat menebarkan pesan-pesan damai kepada seluruh Warga Papua.

Pesan damai, jadi poin yang krusial karena siapapun tahu bagaimana situasi Politik di Papua Sebelum Pemungutan Suara, saat pemungutan suara dan bahkan Pasca Pemungutan suara. Oleh karena itu suara-suara menyejukan dari para Calon Pemimpin sangat efektif meredam emosi massa yang berlebihan. Sebab demikianlah adanya Papua, bahwa suara seorang pemimpin adalah TITAH bagi para pengikutnya (dalam hal ini Pendukung).

Setiap kandidat wajib hukumnya menjaga situasi Kamtibmas di seluruh tana Papua. Jangan pernah biarkan Rakyat saling memaki dan saling menghujat atau bahkan saling membunuh satu sama lain. Jauhkan sikap permusuhan dan mari sama-sama bersatu padu menciptakan Papua yang Damai, sehingga mampu menjadi Contoh bagi daerah lain di Indonesia. Dalam hal ini Penulis bermimpi Papua Menjadi Model untuk Pembelajaran Politik Di Republik Indonesia.

Semua warga Papua diyakini tidak menginginkan kekisruhan atau pertengkaran bahkan peperangan dalam berbagai hal. Masyarakat Papua diyakini adalah Manusia-manusia Cinta Damai yang Patuh dan Taat dengan berbagai aturan dan tentu saja TITAH sang Pemimpin.

Untuk itu, sekali lagi Penulis ingin tekankan kepada para calon Kandidat agar memberikan pesan damai yang menyejukan kepada para pendukung masing-masing. Sebab apabila itu laksanakan, Penulis sangat yakin bahwa Papua Tana Damai (Khususnya dalam bidang politik yang lebih khusus lagi dalam segala proses Pemilukada) dan menjadi Model Politik Tanah Air pasti nyata.

Jayapura, Kamis, 13 Juli 2017
Alphonsus F. Riberu
Warga Masyarakat Kotaraja

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here