Pilkada Gubernur Papua 2018 Dalam Bahaya

0
559
Marinus Yaung, Selaku Pemerhati Politik Luar Negeri dari Papua (Foto Pribadi)

Marinus Yaung, Selaku Pemerhati Politik Luar Negeri dari Papua (Foto Pribadi)
Oleh : Marinus Yaung (Akademisi Universitas Cenderawasih)

Masalah Internasionalisasi isu Papua melalui kampanye isu – isu pelanggaran HAM berat yang semakin menguat menuju referendum penentuan nasib sendiri Papua, merupakan perkembangan politik yang tidak diinginkan rezim Jokowi.

Gubernur Lukas Enembe, Ketua DPRP Papua, Yunus Wonda dan Mantan Ketua MRP, Timotius Murib adalah 3 elit politik Papua yang dalam pandangan pemerintah pusat adalah bagian dari kaki tangan dan jaringan Organisasi Papua Merdeka ( OPM ).

Sikap Keras kepala dan tidak kompromi dengan kebijakan – kebijakan pemerintah pusat yang diperlihatkan Gubernur Lukas Enembe ( LE ) selama ini dan akibatnya sedikit mengganggu kepentingan negara di Papua, harus segera dihentikan dengan cara menyingkirkan LE dalam proses menuju pilkada tahun 2018.

Kita harus memberikan apresiasi kepada Gubernur LE bahwa dia satu – satunya pejabat Papua yang tidak mau menjadi ” Boneka Jakarta ” yang selalu harus tunduk dan ikut kemauan pemerintah pusat.

Dan Pak Lukas Enembe juga merupakan simbol politik Papua saat ini yang tidak bisa didikte oleh Pemerintah pusat seenaknya saja.

Pemimpin politik seperti ini sangat diharapkan oleh orang Papua. Beliau tentunya punya kekurangan dan kelemahan, karena itu harus dibantu dan diperkuat oleh orang – orang yang bekerja disekitar beliau atau oleh para birokrat ASN di Pemda Papua.

Bukan memanfaatkan kelemahan beliau untuk melakukan praktek korupsi seperti yang diduga dilakukan oleh oknum – oknum kepala Dinas atau kepala Organisasi Perangkat Daerah ( OPD ) yang saat ini sedang dan akan berurusan dengan Komisi Pemberantasan Korupsi.

Perilaku korupsi di lingkungan birokrasi Pemerintah Daerah provinsi yang ” telak membusukan ” nama Gubernur Lukas Enembe di publik seharusnya tidak bisa terjadi kalau para kepala SKPD atau OPD mengasihi Pak Lukas Enemne.

Isu Korupsi Miliaran rupiah dan Isu keterlibatan Gubernur Lukas Enembe, Ketua DPRP dan Ketua MRP terhadap Internasionalisasi isu Papua, bisa menjadi isu seksi dan panas yang digoreng sedemikian rupa oleh lawan – lawan politiknya di Pilkada untuk menghentikan langka Gubernur LE di proses Pilkada.

Kemungkinan besar kontra intelejen akan dimainkan oleh lawan – lawan politik untuk mengakhiri karir politik LE. Kepentingan Jakarta harus diamankan karena itu LE harus dikriminalisasikan.

Gerakan kontra intelejen untuk mengkriminalusasikan LE ini yang menurut saya sangat berbahaya dan bisa menimbulkan konflik paling berdarah – darah dalam Pilkada gubernur Provinsi.

Memang politik itu, siapa dapat apa, kapan dan bagaimana. tapi cara bagaimananya itu jangan sampai menimbulkan korban jiwa dan konflik berdarah yang berkepanjangan menjelang, saat dan sesudah Pilkada Gubernur.

Tulisan ini tulus sebagai sebuah pemikiran buat semua pihak yang berkepentingan dengan Pilkada Papua, demi menjaga Papua sebagai Tanah Damai. (*)

(*) Penulis adalah Pemerhati Pemerintahan dan Politik Luar Negeri

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here