Kota Jayapura Terpilih Sebagai Smart City Bersih Lingkungan

0
589
Keindahan Kota Jayapura. (Eveerth Joumilena/ Koran Harian Pagi Papua)

Port Numbay, sebutan
lain dari Kota Jayapura, kini menjadi Smart City atau Kota Cerdas, karena adanya lingkungan yang bersih, yang terus dikerjakan Pemerintah Kota Jayapura.. (Eveerth /LintasPapua.com)
Pemkot Gelar Rapat Pembentukan Dewan Smart City

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Pemerintah Kota (Pemkot) Jayapura melalui Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) menggelar rapat pembentukan Dewan Smart City dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Badan Usaha Milih Daerah (BUMD), dan rapat ini juga diikuti oleh tokoh adat dan tokoh agama, serta para pemangku-pemangku kepentingan seperti Perbankan, Perhotelan, Perguruan Tinggi, Pertami, Telkomsel dan lain sebagainya.

Adapun rapat pembentukan Dewan Smart City ini dipimpin langsung oleh Wali Kota Jayapura, didampingi Wakil Walikota Jayapura, Sekretaris Daerah Kota Jayapura serta perwakilan dari Kapolresta Jayapura Kota, yang bertempat di Aula Sian Soor Kantor Walikota Jayapura, Rabu (5/7/2017).

Wali Kota Jayapura, DR. Benhur Tommy Mano, MM., mengakui Kota Jayapura merupakan salah satu kota di Indonesia yang terpilih sebagai Smart City atau kota cerdas dari seluruh kota dan kabupaten se-Indonesia. Sehingga Kota Jayapura menuju Kota yang Cerdas atau Jayapura Smart City, tidak terlepas dari tiga fungsi pelayanan Pemkot Jayapura, diantaranya pelayanan, pengaturan dan pengawasan.

“Mengapa Kota Jayapura termasuk dalam Smart City atau Kota Cerdas? Karena pihaknya telah melakukan beberapa hal dari kriteria-kriteria yang sangat mendasar yang disebut sebagai kota cerdas ini, yakni pertama, dinilai dari sisi kebersihan lingkungan Kota Jayapura, yang lima kali mendapat piala Ardipura, kedua, dilihat dari sisi keamanan, ketiga, Kota Jayapura sudah menggunakan pelayanan publik berbasis online, dan yang keempat, dari sisi pendidikan di Kota Jayapura yang juga telah menggunakan sistem online,” kata Mano.

Maka itu, tambahnya, Pemkot membuka akses dan mengundang BUMN, BUMD dan para pemangku kepentingan yang ada di Kota Jayapura, supaya mereka juga mendukung Kota Jayapura menuju kota yang cerdas. Sehingga di smart city ini hidup orang-orang yang cerdas, dalam sistem smart transportasi, smart edukasi, smart kesehatan, smart bisnis juga smart dalam pelayanan di Kota Jayapura.

“Jadi ini semua sudah tersedia, hanya tinggal bagaimana kesiapan kota dengan dukungan dari semua elemen yang ada di jajaran Pemkot Jayapura, dan stakeholder di Kota Jayapura untuk mewujudkan Jayapura smart city. oleh sebab itu kita harus bangga, selaku kota di Indonesia timur, Kota Jayapura masuk dalam kriteria smart city. Sehingga kota ini maju dan berkembang untuk orang-orang yang pintar dan cerdas untuk membangun kota ini,” kata Benhur Tomi Mano.

Mano memaparkan, sebagai tindak lanjut dari rapat ini akan digelarnya Workshop dengan mendatangkan narasumber dari ITB. Dalam workshop tersebutlah akan dibentuk Dewan Smart City yang melibatkan para pemangku kepentingan atau stakeholders di Kota Jayapura.
Dua hal yang Mano minta kepada para stakeholders, yaitu partisipasi dari mereka dalam membangun Kota Jayapura, dan kedua ikut memiliki Kota Jayapura, maka semuanya itu akan berjalan dengan baik.

Sementara itu, Kepala Diskominfo Kota Jayapura, Binton Nainggolan, mengatakan pembentukan Dewan Smart City berdasarkan Peraturan Presiden, Peraturan Menteri Dalam Negeri Indonesia maupun Peraturan Kementrian Komunikasi dan Informasi tentang Smart City atau kota cerdas, yang disebut dengan e-govermet.

Wali Kota Jayapura, DR. Benhur Tomi Mano, MM., saat dijumpai di Aula Sian Soor Kantor Walikota Jayapura, Rabu (5/7/2017). (Elsye Sanyi)

“Sebelum mengarah kesana, ada tahapan-tahapan yang harus kita awali dan lalui, misalnya dengan bagaimana pelayanan-pelayanan publik di lingkungan Pemkot Jayapura, apakah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sudah memberikan pelayanan publik online yang bisa langsung diakses oleh masyarakat di Kota Jayapura?,” ujarnya.

Sehingga lanjutnya, e-government merupakan salah satu cikal bakal untuk mengarah kepada smart city atau kota cerdas dilingkungan Pemkot Jayapura. Seperti yang sudah dilakukan pelayanan publik secara online oleh beberapa OPD Pemkot Jayapura baik Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Badan Pelayanan dan Perizinan Terpadu Satu Pintu, dan Dinas Pendapatan Daerah serta OPD lainya, dimana hal tersebut juga mendapat dorongan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Untuk itu pembentukan dewan Smart City nantinya diharapkan dapat melihat sebenarnya kebutuhan kota ini yang mengarah kepada smart city itu apa? Kemudian, dewan ini akan menentukan dan memenuhi kebutuhan Kota Jayapura yang mengarah kepada smart city, bukan lagi Pemkot. Oleh sebab itu, dewan ini juga akan dipandu oleh Dewan Pakar atau ahli-ahli sehingga kami tidak salah dalam membentuk dewan smart city Kota Jayapura,” cetusnya. (Elsye Sanyi /Harian Pagi Papua)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here