Jumlah Peserta JKN KIS di Jayapura Capai 177.400.222 Jiwa

0
424
Para peserta sedang melakukan senam PRONALIS di Lapangan Brimob Kotaraja (Elsye Sanyi /Harian Pagi Papua)
Para peserta sedang melakukan senam PRONALIS di Lapangan Brimob Kotaraja (Elsye Sanyi /Harian Pagi Papua)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA ) – Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Kesehatan (BPJS) Kesehatan Cabang Jayapura, Mathias Krey mengatakan bahwa sampai dengan 12 Mei 2017, jumlah peserta Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat (JKN KIS) telah mencapai 177.400.222 jiwa.

 

Dijelaskan, dalam menyediakan pelayanan kesehatan, BPJS Kesehatan juga telah bekerja sama dengan 20.772 Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) yang terdiri atas 9.825 Puskesmas, 4.502 Dokter Praktik Perorangan, 5.286 Klinik Pratama, 15 Rumah Sakit Tipe D Pratama, dan 1.144 Dokter Gigi Praktik Perorangan.

 

Selain itu, BPJS Kesehatan juga telah bermitra dengan 5.344  Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL) yang di dalamnya mencakup 2.137 RS dan Klinik Utama, 2.219 Apotek, dan 988 Optik.

 

Hal tersebut dikatakan Mathias kepada HPP saat mengikuti kegiatan Gebyar PRONALIS di Lapangan Brimob Kotaraja, Sabtu (20/5). Pada kesempatan yang sama, Mathias juga mempromosikan Mobile  Screening sebagai salah satu fitur dalam aplikasi BPJS Kesehatan Mobile yang sangat berguna untuk mendeteksi risiko penyakit kronis sejak dini.

 

“Peserta dapat mengunduh aplikasi BPJS Kesehatan Mobile di Google Play Store, kemudian melakukan registrasi dengan mengisi data diri yang dibutuhkan. Setelah terdaftar dan mengklik tombol log in, peserta dapat memilih menu Skrining Riwayat Kesehatan.

 

Kemudian, peserta akan diminta mengisi sejumlah pertanyaan yang terdiri atas kebiasaan dan aktivitas sehari-hari, penyakit yang pernah diidap, riwayat penyakit dalam keluarga peserta, dan pola makan peserta. Apabila semua pertanyaan tersebut telah dijawab, maka peserta akan memperoleh hasil skrining riwayat kesehatan pada saat itu pula,” ujar Mathias menjelaskan.

 

Melalui aplikasi tersebut, Mathias berharap peserta JKN KIS dapat lebih aware (red: tahu) untuk melakukan pemeriksaan riwayat kesehatannya.

 

Semakin dini peserta mengetahui risiko kesehatannya, semakin cepat upaya pengelolaan risiko itu dilakukan, sehingga jumlah penderita penyakit kronis dapat menurun. (Elsye Sanyi / Harian Pagi Papua).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here