Ajak Warga Tak Terprovokasi, DPD KNPI Papua Sikapi Situasi Kamtibmas

0
680

 

Ketua DPD KNPI Provinsi Papua. Max M Olua. S.Sos, M.Si. duduk bersama ketua ketua DPD KNPI Kota Kabupaten se Tanah Papua. (Berto Tungkoye /JHPP)

JAYAPURA  (LINTAS PAPUA )DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Provinsi Papua ikutmenyikapi situasi di Kota Jayapura, terutama dalam beberapa hari terakhir ini, telah terjadi ketegangan antar warga di Kota Jayapura yang dipicu oleh beberapa kasus kriminal (kekerasan fisik, penjambretan dan pembunuhan).

 

Kasus – kasus dari data yang diperleh  terjadi secara beruntun sejak awal bulan Mei 2017 yang dilakukan oleh oknum-oknum sampai saat ini juga belum terungkap identitasnya.

 

Rentetan peristiwa menimbulkan keresahan, saling curiga dan ketidak percayaan masyarakat pada aparat kepolisian.

“Puncaknya hari Jumat (19/5) lalu terjadi aksi pembalasan oleh sekelompok orang yang mengatasnamakan salah satu suku warga non Papua di Tanah Papua terhadap dua (2) orang pemuda dari salah satu suku asli Papua dan berujung pada kematian,” ujar  Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) KNPI Provinsi Papua, Max M Olua. S.Sos,  M.Si.

 

Pihaknya menyayangkan, karena peristiwa ini berlangsung di depan mata aparat kepolisian yang seolah-olah ikut melegitimasi tindak kejahatan yang dilakukan oleh kelompok tertentu.

 

Peristiwa ini kemudian memunculkan berbagai respons dan apresiasi dari berbagai kalangan, terutama Lembaga Masyarakat Adat (LMA), Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan organisasi kemahasiswaan .

Inti dari respons dan apresiasi dalam menyikapi situasi tersebut adalah meminta kepada semua pihak untuk dapat menahan diri dan tidak mudah terprovokasi dan melakukan tindakan-tindakan  dapat mencederai, merusak persatuan dan kesatuan serta persaudaraan di Papua secara khusus di Kota Jayapura.

 

Menyikapi berbagai peristiwa kriminal tersebut, Pemuda KNPI Provinsi Papua menyampaikan beberapa pokok himbauan kepada Pemuda KNPI Provinsi Papua mendukung penuh kebijakan dan langkah-langkah persuasif yang dilakukan oleh pemerintah, pimpinan LMA, LSM dan pimpinan lembaga keumatan dalam rangka menciptakan suasana kondusif yang aman dan damai di Provinsi Papua, secara khusus di Kota Jayapura.

 

“Kami menghimbau kepada para pemuka agama dan pimpinan paguyuban kususnya di Kabupaten / Kota Jayapura, agar dapat memberikan pemahaman kepada pimpinannya untuk menahan diri dan tidak melakukan tindakan sepihak yang merusak kerukunan dan kebersamaan di antara kita sesame anak bangsa,” ungkap Max Olua.

 

DPD KNPI meminta aparat kepolisian untuk bertindak cepat, tepat, tegas dan professional dalam menangani peristiwa kriminal yang terjadi serta menjaga netralitas sebagai penegak hukum yang senantiasa mengutamakan pendekatan yang persuasif dan lebih bermartabat.

Dirinya berpesan, kepada seluruh masyarakat secara khusus pemuda dan semua stakeholders di tanah Papua, secara khusus di Kota Jayapura untuk bersama-sama menciptakan suasana yang aman, damai dan kondusif serta tidak memberikan ruang sedikitpun bagi puhak radikalis di tanah Papua yang berpotensi mengacaukan, memecah belah bahkan menghancurkan kesatuan dan persatuan yang sudah dibangun dengan susah payah selama ini di Papua.

 

“Kami minta Pemerintah provinsi. Aparat keamanan secara stuktural kelembagaan wajib untuk mengawasi dan evaluasi semua konflik yang berbau SARA secara komprehensif agar dapat mencegah munculnya insiden yang sama dibeberapa daerah rawan konflik SARA mengingagat bulan mey 2017 ini padat dengan momen bersejarah yang bermakna, religious,politis dan nasionalis baik dalam skala lokal, regional maupun nasional, contohnya, tanggal (1/5) Hari buruh, (2/5) Hardiknas, (5/5)Hari intregitas Papua ke NKRI, (20/5) Hari Kebangkitan Nasional, (22/5) Pelantikan kepala daerah, (22/5) Hari Kenaikan Yesus Kristus, dan (25/5) awal puasa memasuki bulan suci ramahdan yang jatuh pada kahir bulan mei 2017.

 

DPD KNPI Provinsi berharap, momen momen tersebut di atas seharusnya menjadi sinyalemen kuat bagi semua  elemen bagsa di tanah Papua agar lebih mempererat persatuan, kesatuan, kerukunan dan kedamaian serta tidak muda terprovokasi dengan isu isu yang tidak bertanggung jawab. Terangnya. (Berto tungkoye)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here