Orang Papua Dinilai Belum Sejahtera dan Masih Miskin

0
627

Perwakilan Pemuda Adat Papua saat memberikan keterangan pers di Abepura (Eveerth Joumilena /LintasPapua.com)
JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Sekretaris Jenderal (Sekjen) Pemuda Adat Papua, Yan Christian Arebo, SH, MH, mengatakan hingga kini penduduk Papua masih belum sejahtera dan bahkan masih banyak yang miskin.

“Seharusnya ini menjadi evaluasi dari 4 tahun kepemimpinan Gubernur Papua, Lukas Enembe dan Wakil Gubernur Papua, Klemen Tinal, karena belum ada yang berdampak untuk mensejahterakan masyarakat,” ujar Sekjen PAP, Yan Christian Arebo, kepada media di Abepura, Jumat (28/4/2017).

Dikatakan, bahwa hal ini sesuai dengan angka kemiskinan yang dilaporkan Badan Pusat Statistik Papua, sehingga harus menjadi perhatian, apalagi perjalan sisa setahun.

“Sebenarnya banyak sektor yang harus dilakukan untuk menciptakan hal tersebut, termasuk bagaimana menempatkan pejabat sesuai fungsinya dan mendukung kebijakan pemerintah secara baik, akan tetapi hal ini belum berjalan baik,” nilainya.

Yan Arebo berpesan, hendaknya pemerintah Provinsi Papua juga menyerap Sumber Daya Manusia yang berkualitas, sehingga mendorong kebijakan yang berpihak dan mensejajhterakan.

Dirinya juga dalam kesempatan tersebut, menyoroti adanya foto yang beredar di media dan masyarakat dimana seorang Gubernur menggunakan kaos santai saat foto bersama dua tamu di ruangannya, dirinya menuturkan, seharusnya seorang Gubernur Papua menyadari bahwa tindakannya tentu berdampak, karena jabatan yang melekat.

“Saya melihat wibawa Gubernur Papua daam menerima tamu tentunya sangat mengurangi wibawa, mungkin bagi masyarakat Papua adalah hal biasa, tetapi pandangan orang di luar, karena jabatan itu melekat pada dirinya, sehingga kalau tampil demikian akan berpikir jauh kedepan, hal ini yang menjadi koreksi dan perhatian semua untuk etika seorang kepalaa daerah dan tentunya harus jadi cerminan,” katanya.

Sementara itu, Wakil Ketua PAP, Fransiskus Magai menuturkan, bahwa saatnya pemerintah melihat kebutuhan masyarakat, apalagi kalau pembangunan Patung Yesus yang dikatakan Cuma simbolis mencapai Rp. 500 miliar, maka hal ini tidak masuk akan sehat.

“Hari ini yang dibutuhkam adalah ekonomi kerakyatan dan kesejahteraana, sehingga sangat diluar akal sehat jika hanya membangun Patung saja, padahal masih ada kebutuhan lain yang harus dilihat untuk kehidupan manusia Papua yang layak,” pesannya yang dibenarkan Adrian Suanso, Anggota PAP lainnya.

Sementara itu, Sebelumnya, sesuai persentase penduduk miskin Papua pada tahun 2016 turun menjadi 28,17 persen atau turun 2,96 point dibandingkan tahun 2013 yang mencapai 31,13 persen.

“Target penurunan kemiskinan sebesar 25 persen pada tahun 2018, kami optimis dapat direalisasaikan karena hingga akhir 2016 capaian kinerja upaya penurunan kemiskinan sudah mencapai 88,03 persen,” ujar Gubernur Papua, Lukas Enembe, dalam pemberitaan sebelumnya.

Dari segi pertumbuhan ekonomi, gubernur menyampaikan bahwa hingga tahun 2015 pertumbuhan ekonomi Papua mencapai 7,97 persen dan ditargetkan tahun 2016 mencapai 8,46 persen.

“Dengan didukung pembangunan berbagai infrastruktur dan Investasi di Papua, capaian kinerja kita sudah dikiasaran 115,86 persen dari target pertumbuhan ekonomi ada pada kisaran di atas 7 persen sampai dengan tahun 2018” kata. gubernur. (Eveerth Joumilena)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here