Fredrik Sokoy Divonis Bebas Atas Kasus Penggelapan Uang

0
643
Pembantu Rektor III Universitas Cenderawasih (Uncen) Jayapura, Fredrik Sokoy, S.Sos, M.Sos (Eveerth /LintasPapua.com)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA)  –  Pembantu Rektor III Universitas Cenderawasih (Uncen) Jayapura, Fredrik Sokoy, S.Sos, M.Sos., akhirnya  Divonis Bebas Oleh Majelis Hakim dan Jaksa Di Perintahkan Untuk Merehabilitasi Nama Baik, pada sidang 22 Maret 2017.

 

Hal ini disampaikan Penasehat Hukum, Ivonia S. Tetjuari, SH dan Mersi F. Waromi, SH, serta Evander U. Dekeniap, SH., serta Gustaf Kawer, sebagai Pengacara Senior di Papua, sekaligus pihaknya menjelaskan, bahwa  Pembantu Rektor III Universitas Cenderawasih atas nama Bapak Fredrik Sokoy, S.Sos, M.Sos.,  telah menjalani proses hukum yang cukup panjang dan tentu proses ini sangat menyita waktu, pemikiran dan tenaga.

 

“Terhitung sejak bulan Januari 2016 di tetapkan sebagai Tersangka oleh Kepolisian Daerah Papua, kemudian pada tanggal 19 Agustus 2016 dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Jayapura dan menjalani penahanan dan oleh Kejaksaan Negeri Jayapura dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Klas IA Jayapura untuk menjalani persidangan sebagai Terdakwa,” ujar  Ivonia S. Tetjuari, SH., saat memberikan keterangan pers di Abepura, Kamis (23/3)

 

Dirinya menjelaskan, bahwa setelah menjalani proses hukum yang panjang tersebut, pada Rabu, 22 Maret 2017, Majelis Hakim Pemeriksa Perkara tersebut telah menjatuhkan vonis yang amarnya menyatakan, Terdakwa tidak terbukti secara sah dan tidak  melakukan tindak pidana turut serta melakukan penipuan dan penggelapan, sebagaimana diatur dan diancam dalam Dakwaan Kumulatif.

 

 

“Sehingga sesuai Pasal 378 KUHP 0. Pasal 55 a at 1 ke-l KUHP atau KEDUA Pasal 372 0 Pasal 55 a at 1 ke-l KUHP’ 2 . Membebaskan Terdakwa Fredrik Sokoy S.Sos, M.Sos dari Dakwaan dan Tuntutan jaksa Penuntut Umum,” katanya.

 

Ditambahkan,juga memerintahkan jaksa Penuntut Umum untuk merehabilitasi nama baik Terdakwa, sesuai Putusan Majelis Hakim.

 

Diakui, bahwah pada intinya mengabulkan Pembelaan kami sebagai Penasehat Hukum yang dalam Nota Pembelaan (Pledoi) pada tanggal 01 Maret 2017, memohon agar Majelis Hakim Membebaskan Terdakwa dari Dakwaan Pertama dan Daakwaan Kedua serta Memerintahkan Jaksa Penuntut Umum Merehabilitasi Nama Baik Terdakwa.

 

Dalam Kesempatan tersebut, Fredrik Sokoy mengucapkan terima-kasih kepada Majelis Hakim yang telah memeriksa perkara ini dengan benar, sehingga berdasarkan fakta persidangan telah memberikan putusan yang adil dengan membebaskan.

 

“Terima-kasih juga kami ucapkan kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan moril bagi pembebasan Bapak Fredrik Sokoy, S.Sos, M.Sos baik dari Pihak Pimpinan Universitas Cenderawasih, Pihak Gereja, Pihak Adat, Masyarakat dan Mahasiswa di lingkungan Universitas Cenderawasih serta kepada pengacara yang setia membantu dan terutama kepada istri saya dan anak – anak yang terus mendoakan bersama saya,  Tuhan pasti membalas semua kebaikan kita,” ungkapnya.

 

Fredrik Sokoy mengakui, hal ini sebuah perjuangan yang sangat melelahkan , menguras semua energi dan  merasa dampak yang besar bagi karir dan hak- hak yang melekat dalaam diri saya sangat terganggu,

 

“Sebab itu, saya atas nama pribadi secara khusus untuk Tuhan yang memberkan keksempatan , karena semua doa dijawab oleh tuhan, bahwa memang kami tidak terlibat sama sekakili sebagaimana fakta dalam sidang,” ucapnya.  (Eveerth Joumilena)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here