Triwulan I, Sat Renarkoba Polresta Tetapkan 17 Tersangka Kasus Peredaran Narkotika

0
111
Kasat Resnarkoba Polresta Jayapura Kota Iptu Alamsyah Ali, SH.,MH (Istimewa)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) –  Sejak bulan Januari hingga memasuki pertengahan Maret 2021/ Triwilan I, Satuan Reserse Narkoba Polresta Jayapura Kota telah menetapkan 17 orang sebagai tersangka kasus peredaran gelap narkoba di wilayah hukum Kota Jayapura.

Hal itu diungkapkan Kasat Resnarkoba Polresta Jayapura Kota Iptu Alamsyah Ali, SH.,MH, ketika di wawancarai di ruang kerjanya. Minggu (6/3/2021) siang.

Dimana menurut Iptu Alamsyah, dari 17 orang tersangka, satu diantaranya merupakan warga negara asing asal PNG.

“Jadi ada 16 WNI dan 1 tersangka dari PNG,” singkatnya.

Dijelaskannya, sejauh ini ada 16 kasus berkas perkara kasus narkotika yang berhasil diungkap pihaknya, dimana dua berkas diantaranya telah memasuki tahap I di Kejaksaan Negeri Jayapura.

“16 kasus pihaknya ungkap sejak Januari hingga Maret 2021 ini, semoga kami terus mengungkap lagi,” Ujarnya.

Disinggung soal barang bukti, kata Kasat Resnakoba, paling dominan yakni narkotika golongan I jenis Ganja, mengingat Kota Jayapura berbatasan langsung dengan negeri tetangga PNG.

“16 kasus ganja paling banyak dengan total barang bukti 2,9 KG, sedangkan sabu hanya 0,5 gram,” Terangnya.

Ditambahkan, untuk target dalam memberantas narkotika, mantan kanit tipikor ini pun membeberkan di tahun 2021, ada 39 target namun hal itu bukan menjadi patokan, mengingat narkotika merupakan kasus yang menonjol dan betul-betul harus di atensi.

“Kalau target hanya 39 saja, namun angka itu bukan jaminan untuk kami kejar, akan tetapi kami akan terus berusaha untuk tingkatkan penindakan terkait peredaran narkotika di kota Jayapura,” tegasnya.

Kinerja satuan narkoba sejauh ini tidak dapat berjalan sendiri tanpa ada komunikasi dengan seluruh komponen masyarakat khususnya di Kota Jayapura, oleh sebab itu koordinasi dan komunikasi akan terus ditingkatkan demi pemberantasan narkotika.

“Kalau mau bekerja sendiri tanpa ada komunikasi percuman, intinya kami akan terus menjalin kerjasama dengan satuan samping terkait, terutama dengan masyarakat, kami juga akan tingkatkan sosialisasi tentang bahayanya narkotika, sehingga ada peran serta masyarakat dalam memberikan informasi kepada kami,” pungkasnya. (Gracio/lintaspapua)


 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here