Satgas Binmas Noken Gandeng Grup “Baku Bantu Baku Jaga Baku Sayang” Perkenalkan Beras Sagu

0
133
Kasatgas Binmas Noken, Kombes Pol Jeremias Rontini (Kanan) saat menerima sajian hasil olahan sagu

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Kepolisian Dearah (Polda) Papua melalui satuan tugas (Satgas) Binmas Noken Polri menggandeng grup “Baku Bantu Baku Jaga Baku Sayang” untuk memperkanalkan beras dari sagu.

Kegiatan yang berlangsung di Lapangan upacara Polda Papua, Selasa (2/3/2021) tersebut grup “Baku Bantu Baku Jaga Baku Sayang” menampilkan beberapa prodak hasil olahan dari sagu seperti beras, kripik pangsit, tepung sagu dan aneka kue.

Kasatgas Binmas Noken Polri, Kombes Pol Jeremias Rontini, mengatakan potensi sagu di Papua yang begitu luar biasa menjadi alasan utama dirinya mengadakan demo masak sekaligus memperkenalkan apa itu beras dari bahan dasar sagu.

Menurutnya, ini merupakan salah satu untuk mewujudkan program presiden Joko Widodo terkait ketahanan pangan lokal nasional.

“Saya melihat potensi dari olahan sagu sangat baik, apalagi sebagian besar wilayah di Papua secara alami sagu tumbuh sendiri sehingga kita bisa membudidayakan tanaman sagu. Itu yang menjadi alasan saya selaku binmas noken kemudian menginisiasi untuk menyelenggarakan demo masak ini,” katanya.

Grup “Baku Bantu Baku Jaga Baku Sayang” terdiri dari mahasiswa Papua yang sedang menimbah ilmu di pulau jawa tersebut menurut Jeremias, mempunyai ketrampilan sangat baik dalam “memasak”. Bahkan kata Karo Ops Polda Papua itu, meski mereka jauh dari orang tua mereka tetap mandiri dalam mengolah sagu menjadi bahan pangan.

“Saya melihat potensi mereka dan saya gandeng mereka serta memberikan dukungan secara moril, terus mengasah kemampuan kalian,” ujarnya.

Ditambahkan, peluang mengolah sagu sangat strategis untuk mendukung program ketahanan pangan nasional. Untuk itu, saat ini dirinya sementara menyusun program yang mengarah kesitu.

Ia juga meminta, Polda Papua dalam hal ini Bahbinkamtibmas sebagai garda terdepan untuk melihat potensi lumbung ketahanan pangan sekaligu dapat mengajari masyarakat lebih kreatif mengolah sagu.

“Kita fokuskan kesitu, harapan saya kedepan Bhabinkamtibmas bisa berpikir kreatif untuk mengolah sagu,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Ketua Pansus Afirmasi Majelis Rakyat Papua (MRP) Edison Tanati, mengapresiasi prodak olahan sagu tersebut.

Pihaknya berharap melalui kreatifitas anak-anak Papua dalam mengolah sagu dapat membantu meningkatkan kearifan lokal demi kesejahteraan masyarakat asli Papua.

“Luar biasa, hasilnya tidak kalah enak dengan beras lainnya,” ujar Edison.

Dikatakan, pihaknya bahkan telah melakukan koordinasi dengan Badan POM untuk berdiskusi terkait ijin edar termasuk meneliti zat yang ada dalam beras sagu.

“Kami MRP mendukung 100 persen. Dengan adanya program ini bisa meningkatkan ekonomi masyarakat Papua,” tandas Edison. (Gracio/lintaspapua)


 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here