Bhakti Untuk Negeri, Tanamkan Pendidikan Karakter Sejak Dini

0
192
Bhabinkamtibmas, Bripka Sam Saiba Juga Sosialisasi 3 M untuk Murid SD dan warga Wonorejo. (Arief/lintaspapua.com)

Bhabinkamtibmas Kampung Wonorejo, Arso PIR IV, Distrik Mannem, Kabupaten Keerom, Bripka Sam Saiba saat melaksanakan beberapa kegiatannya sebagai Bhabinkamtibmas Kampung Wonorejo, Distrik Mannem, Kabupaten Keerom, Provinsi Papua. (Arief/lintaspapua.com)

Bhabinkamtibmas, Bripka Sam Saiba Juga Sosialisasi 3 M untuk Murid SD dan warga Wonorejo. (Arief/lintaspapua.com)

 

Penulis : Arief Nugroho, Lintaspapua.com

Pagi ini, Bripka Sam Saiba mulai bersiap berangkat dari rumahnya di Jalan Salak, Kampung Wonorejo, Distrik Mannem, Kabupaten Keerom. Sebagai seorang anggota Polri, ia sudah terbiasa untuk tepat waktu. Kali ini Ia kembali akan menjalankan tugasnya sebagai seorang anggota Polri dari kesatuan Polres Keerom.

Baju seragam Polri lengkap dikenakannya, mulai dari ujung kaki hingga seragam dan tanda kepangkatannya, namun tak lupa masker dikenakannya, sesuai dengan protap anggota Polri dalam melaksanakan tugas di masa pandemi Covid, dalam setahun terakhir ini.

Namun kali ini yang membedakannya adalah ia membawa sekotak masker medis. Dan tak ketinggalan ia juga menyandangkan tas noken khas Papua bertuliskan Bimmas Nokes dengan motif warna merah dan putih.

Memang tampilan kali ini tak seperti kebanyakan polisi lainnya. Ya, kali ini ia bukan hendak menuju Polres Keerom yang kesehariannya ia bertugas di kesatuannya. Namun kali ini ia memang berniat menuju sebuah sekolah dasar di Kampung tersebut. Karena ia sejak bertugas di Keerom tahun 2018, ia memang dipercaya sebagai seorang Bhabinkamtibmas di Kampung Wonorejo.

Melihat dari Dekat Kerja Bhabinkamtibmas di Kab. Tapal Batas Negeri, Keerom. (Arief/lintaspapua.com)

Sejurus kemudian ia tiba di sekolah tersebut, dengan semangat ia pun menceritakan bahwa sekolah tersebut adalah sekolah yang ia jalani selama 6 tahun sewaktu SD dan lulus di tahun 1997. Bahkan salah seorang guru pun masih dikenalnya dengan baik, yaitu Pak Mahrup SPd.I, yang kini menjabat sebagai seorang kepala sekolah di SD tersebut.

‘’Saya lulus di SD ini tahun 1997, setelah menjadi anggota Polri dan bertugas di beberapa Pospol dan Polsek di lingkup Polres Jayawijaya, akhirnya saya ditugaskan di Keerom dan dipercaya sebagai Bhabinkamtibmas disini, senang rasanya,’’ujarnya.

Rasa senang kembali bisa membantu sekolahnya pun terlihat jelas dari wajahnya. Bahkan keakraban antara ia dengan mantan gurunya juga nampak terjalin natural. Tak heran saat ia mulai membantu di sekolah tersebut untuk beberapa materi di hadapan murid-murid kelas VI, ia pun menjalaninya dengan baik, dan dengan gaya komunikasi yang baik dengan 15 orang murid di kelas tersebut.

Kapolres Keerom, AKBP. Emile Reisite Hartanto, SIK saat diwawancara di ruang kerjanya. (Arief/lintaspapua.com)

‘’Anak-anak tahu kenapa harus mengenakan masker saat beraktivitas di sekolah,’’ujarnya bertanya.

Beberapa anak pun menjawab serempak, ‘’Untuk mencegah Covid pak’’ujar mereka.

Bripka Sam Saiba pun mengapresiasi atas jawaban anak-anak murid. Selanjutnya ia pun menjelaskan dengan lancar tentang pentingnya menerapkan 3 M dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah. Serta pentingnya menjaga jarak, mencuci tangan serta menjaga kebersihan diri dan lingkungan di masa pandemi covid dewasa ini. Seraya membagikan masker kepada murid yang belum menggenakan masker yang standar.

Selanjutnya, materi dari Bripka Sam Saiba pun berjalan lancar, mulai dari materi penanaman pendidikan karakter bagi murid-murid, dilanjutkan dengan materi tentang kebangsaan. Menanyakan dan menjelaskan tentang Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika serta penanaman nilai-nilai kebangsaan dan cinta NKRI.

Imanuel Wenda. (Arief/lintapapua.com)
Bripka Sam Saiba pun memberikan nasihat kepada murid-murid untuk selalu mematuhi protokol kesehatan dengan melakukan 3 M. Selain itu ia juga meminta murid-murid agar terus rajin belajar untuk meraih cita-cita mereka. (Arief/lintaspapua.com)

Usai mengajar, Bripka Sam Saiba pun memberikan nasihat kepada murid-murid untuk selalu mematuhi protokol kesehatan dengan melakukan 3 M. Selain itu ia juga meminta murid-murid agar terus rajin belajar untuk meraih cita-cita mereka.

Usai kegiatan mengajar di SD, Bripka Sam Saiba saat ditanya tentang kegiatan tersebut, menjelaskan bahwa sebagai Bhabinkamtibmas adalah suatu kepercayaan dari pimpinan Polri kepadanya, sehingga ia jalankan dengan sebaik-baiknya. Bahkan kepercayaan pimpinan kepadanya sebagai Bhabinkamtibmas telah dilaksanakannya sejak bertugas di Polres Jayawijaya.

Bahkan, Bripka Sam mengaku sudah terbiasa bergaul dengan masyarakat sejak bertugas sebagai anggota Polri pertama kali. Bahkan interaksi dengan masyarakat di semua tingkatan ia lakukan di beberapa tempat tugas yang pernah di jalaninya, mulai dari bertugas di Pospol Sinakma (pasar) tahun 2006, Pospol Walelagama Sipkosi tahun 2010, Pospol Woma tahun 2011, Polsek Wamena Kota 2012, hingga tahun 2018 di Polres Keerom.

Atas kinerja Bripka Sam Saiba, pihak sekolah sangat mengapresiasinya.

‘’Kami senang dengan adanya bantuan dari Bhabinkamtibmas seperti Bripda Sam Saiba yang membantu kami di sekolah. Bukan hanya masalah materi-materi kebangsaan atau kedisiplinan, tapi juga ia sangat membantu terciptanya keamanan di sekolah ini,’’ungkap Kepala SDN Inpres PIR IV, Wonorejo, Mahrup. SPd.I kepada wartawan, disela-sela kegiatan pengajaran oleh anggota Bhabinkamtibmas Polri tersebut.

Pada kesempatan tersebut, Mahrup, juga menjelaskan bahwa sekolahnya yang saat ini memiliki 212 murid dari kelas 1 sampai 6, yang terbagi dalam 7 kelas.

‘’Dengan jumlah kelas tersebut sementara guru kelas kami hanya 4, sedangkan 2 lainnya adalah guru agama, maka jelas SD kami sangat kekurangan guru, maka kita menggunakan tenaga guru honorer untuk menutupi kekurangan ini. Dengan ada bantuan Bhabinkamtibmas, dan aparat TNI lain maka kebutuhan akan guru olahraga dan kegiatan kebangsaan atau pendidikan karakter bisa berjalan baik. Sekolah kami sangat terbantu atas bantuan Bhabinkamtibmas yang ada,’’ujarnya.

Bahkan yang paling dirasakan, kondisi sekolah yang sebelumnya rawan pencurian, sejak ada, Bripka Sam Saiba, maka jumlah rawan kamtibmas menurun. Bahkan angka pencurian bisa dikatakan nihil.

Kepala SDN Inpres PIR IV, Wonorejo, Mahrup. SPd.I (Arief/lintaspapua.com)
Bhabinkamtibmas Kampung Wonorejo, Arso PIR IV, Distrik Mannem, Kabupaten Keerom, Bripka Sam Saiba. (Arief/lintaspapua.com)

Usai melakukan kegiatan mengajar (polisi ajar) di SD tersebut, Bripka Sam saiba pun pamit dari serkolah, untuk melanjutkan kegiatannya hari itu. Belum terlalu jauh meninggalkan sekolah, ia melihat suami istri sedang mengendarai motor tanpa mengenakan masker. Ia pun meminta keduanya menghentikan motor, memberikan masker untuk digunakan seraya sedikit melakukan sosialisasi tentang pentingnya mengikuti protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Selanjutnya ia pun menuju sebuah honai tempat masyarakat gunung yang ada di Wonorejo biasa berkumpul dan bersosialisasi. Ia mendapati tiga tokoh pemuda dan masyarakat juga tidak menerapkan protokol khususnya tidak memakai masker. Bripka Sam Saiba pun memberikan masker kepada ketiganya seraya melakukan sosialisasi tentang pentingnya mengenakan masker di masa pandemi Covid.

Salah seorang pemuda disitu, Imanuel Wenda pun dengan sukarela mengenakan masker tersebut. Ia juga Nampak mengapresiasi atas sosialisasi yang dilakukan Bripka Sam.

‘’Terimakasih kepada pak polisi, karena sudah menjelaskan tentang Covid dan pentingnya menggunakan masker. Kita percaya bahwa Tuhan yang menentukan kita sehat atau sakit, hidup atau mati, bukan Covid, namun kita tetap hargai usaha pemerintah dan polisi untuk menjaga kesehatan kita dan mengenakan masker,’’pesan Imanuel Wenda.

Atas apresiasi yang disampaikan oleh kepala sekolah dan tokoh pemuda di Kampung Wonorejo, Keerom, Bripka Sam mengemukakan itu merupakan tugas ia, dan hal tersebut sesuai arahan Kapolres Keerom, AKBP. Emile Reisite Hartanto, SH, SIK, dan juga sesuai program ‘Presisi’ dari Kapolri yang baru. Jendral Pol. Listyo Sigit sekaligus pelaksanaan dari 16 program prioritas Polri dan 8 Komitmen Polri.

Sementara itu, Kapolres Keerom, AKBP. Emile Reisite Hartanto, SH, SIK, dalam kesempatan terpisah mengemukakan bahwa konsep PRESISI yang disampaikan oleh Kapolri bisa diartikan transformasi Polri yang presisi hadir melalui penekanan pada upaya pendekatan pemolisian yang prediktif diharapkan bisa membangun kejelasan dari setiap permasalahan keamanan dalam menciptakan keteraturan sosial di tengah masyarakat.

‘’Dalam rangka dan Konsep Presisi, yaitu menyangkut prediktif, maka polers keerom telah membentuk pengamanan swakarsa seperti kampung tangguh di Keerom. Hal ini sudah dijalankan oleh para Bhabinkamtibmas Polres Keerom dan bekerjasama dengan lemen lainnya di masyarakat. Ini dalam rangka penanggulangan dan pencegahan Covid-19,’’ujarnya.

Mantan Kapolsek di Kota Makassar itu menerangkan bahwa kampung tangguh terdiri dari persomil dari pihak kampung, adat, Bhabinkamtibmas, Babinsa dan bekerjasama dengan Dinas Kesehatan. ‘’Hal ini dalam rangka untuk penguatan kampung tersebut agar tidak banyak masyarakat terpapar Covid-19 atau meningkatkan upaya pencegahannya,’’lanjutnya.

Ditambahkan, kampung tangguh dan Bhabinkamtibmas diharapkan mampu dalam memberikan sosialisasi dan edukasi tentang 3 M. ‘’Yaitu memberikan pemahaman kepada masyarakat pentingnya menjalankan gaya hidup sehat supaya tak terkena Covid 19. Ini juga disampaikan lewat masjid, gereja dan tempat ibadah lainnya menyangkut sering-sering mencuci tangan, memakai masker, dan menghindari kerumunan atau menjaga jarak,’’tegasnya.

Dengan semangat, para bhayangkara Polri tak kenal lelah dalam menyampaikan pentingnya penerapan 3 M dalam kehidupan sehari-hari dalam rangka pencegahan penyebaran Covid-19. Bagaimana dengan anda? Semoga kita pun memiliki semangat yang sama dengan Bripka Sam Saiba. Seorang Bhabinkamtibmas di Kampung Wonorejo, Distrik Mannem, Kabupaten Keerom.

Ayooo… bersama kita bisa kalahkan Covid-19….  (****)


 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here