Cerdaskan Anak Bangsa, “Polisi Pi Ajar” Jangkau Perbatasan RI-PNG

0
126
Aipda Stevanus Bonara saat mengajar dengan prokes 3M di SD YPK Sota, Merauke / Istimewa

MERAUKE (LINTAS PAPUA) – “Dulu saya tidak bisa membaca.., sekarang saya sudah bisa membaca.., terima kasih pak polisi sudah ajar saya cara membaca, “ Ungkap si kecil Martha, murid kelas 2 di sekolah dasar YPK Sota, Distrik Sota, Kabupaten Merauke, Papua.

Martha adalah satu dari puluhan siswa/wi di sekolah YPK Sota yang awalnya tidak bisa membaca dan sekarang bukan hanya bisa membaca tapi juga mulai lincah menulis dan berhitung.

“Dulunya Martha ini sangat pemalu dan tidak berani tampil di muka umum, tapi setelah pak polisi itu datang dan mengajar disini, Martha dan teman-temannya mulai berubah.., mereka mulai berani menyampaikan pendapat dan tampil di muka umum, “Kata Kepala sekolah SD YPK Sota, Samuel Supusepa, S.Pd, Selasa (23/02/21).

“ Anak-anak ini dulu malas sekali ke sekolah.., dong (mereka) bilang percuma kesekolah tapi trada (tidak ada) guru.., tapi sekarang ini.., dong rajin kesekolah, dong bilang hari ini pak polisi yang ajar..” Ungkap Mama Yohana, salah satu orang tua murid di SD YPK Sota.

Adalah  Aipda Stevanus Bonara, Anggota Bhabinkamtibmas di Kampung Yanggandur, sosok Polisi yang rela meluangkan waktunya untuk ikut mencerdaskan anak bangsa di wilayah perbatasan RI-PNG.

Aipda Stevanus Bonara telah bertugas sejak tahun 2015 di pedalaman Papua di Kampung Yanggandur, salah satu kampung yang berbatasan langsung dengan negara Papua New Guinea.

“Saya sudah lima tahun disini.., kalau mau dibilang bosan tidak juga ya.., karena saya merasa dimanapun saya di tempatkan, saya harus mencintai pekerjaan itu termasuk masyarakat dimana saya di tempatkan, jadi di mana saja saya tidak bosan, “Ungkap Bonara.

Bagi Bonara, bisa ikut membantu anak-anak di perbatasan belajar membaca dan menulis merupakan berkat bagi dirinya.

“jadi guru…, itu hal yang paling menyenangkan bagi saya.., apalagi saat anak-anak tersenyum saat saya datang ke sekolah.., itu sangat mengembirakan hati saya.., bagi saya itu sebuah berkat dari Tuhan, “Ujar Bonara.

Aipda Stevanus Bonara mengajar di SD YPK Sota empat kali dalam sebulan, selain mengajar membaca, menulis dan berhitung, Bonara juga mengajarkan jiwa Nasionalisme serta wawasan kebangsaan kepada anak-anak sekolah tersebut.

“Apa yang saya lakukan ini selain panggilan hati.., ini juga merupakan program dari Polri, yaitu Polisi Pi Ajar dan saya pikir program ini sangat baik sekali, apalagi di banyak sekolah di pedalaman Papua masih kekurangan tenaga guru, “Jelas Bonara.

Bonara berharap apa yang telah dia dan rekan-rekan nya lakukan di pedalaman Papua untuk membantu anak-anak Papua belajar lewat program polisi Pi Ajar bisa membantu mencerdaskan anak-anak Papua, khsusunya mencintai NKRI.

“ Tugas kami polisi ini kan bukan hanya menjaga keamanan dan menangkap penjahat, tapi juga sebagai pelayan, pengayom dan pelindung masyarakat, kami juga ikut bertanggung jawab untuk mencerdaskananak bangsa di tanah Papua, “Ujarnya.

Selain mengajar, Bonara juga membagikan buku tulis, pensil, buku-buku cetak pelajaran dan tentunya masker bagi para muridnya.

“Tiap bulan dari Polres Merauke kami di kirimkan buku tulis, alat tulis dan buku cetak untuk kami bagikan kepada anak-anak didik kami di sekolah ini,”Ujar Bonara.

Bonara juga mengaku selama Pandemik Covid-19, SD YPK Sota tetap melaksanakan pelajaran tatap muka namun dengan prokes yang ketat.

Aipda Bonara saat memakaikan masker kepada salah satu siswa SD YPK Sota Merauke / istimewa

“Selama masa pandemik covid-19 ini kami di SD YPK Sota tetap melaksanakan pelajaran tatap muka, namun dengan protokol kesehatan yang ketat, mulai dari cuci tangan, mengukur suhu tubuh, memakai masker dan menjaga jarak duduk siswa di dalam kelas, “Beber Bonara menjelaskan prokes yang di laksanakan di SD YPK Sota.

Atas kehadiran program Polisi Pi Ajar di sekolah SD YPK Sota ini, Samuel Supusepa, S.Pd  selaku Kepala Sekolah berharap program Polisi Pi Ajar ini bisa terus berlanjut, sehingga masalah kekurangan guru di sekolah bisa teratasi.

“Program Polisi Pi Ajar ini sangat baik sekali, selain mengisi kekosongan guru di sekolah kami, program ini juga membantu kami mengajarkan kepada anak-anak didik kami bagimana disiplin, jiwa Nasionalisme, wawasan kebangsaan, sehingga anak-anak didik kami nantinya bisa tumbuh menjadi anak-anak yang mencintai NKRI, “Beber Samuel. (Ardiles/lintaspapua).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here