Barbuk Laka dan Tilang Makin Menumpuk, Polisi Mau Lelang Namun Terbentur Aturan

0
45
Satreskrim Polres Jayapura mengungkap sindikat pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) antar kabupaten/kota yakni, Kabupaten Jayapura, Kabupaten Keerom dan Kota Jayapura. Enam tersangka dan 16 kendaraan roda dua diamankan petugas dari berbagai lokasi. (ISTIMEWA)

SENTANI  (LINTAS PAPUA)  – Banyak kendaraan roda dua menumpuk di kantor Satlantas Polres Jayapura maupun di lahan penampungan barang bukti (Barbuk) yang disewa Satlantas Polres Jayapura yang berada di daerah Komba, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura.

Pasalnya, kendaraan barang bukti kecelakaan (Laka) ataupun tilang di sekitar kantor Satlantas Polres Jayapura bertambah banyak dan mempersempit ruang atau halaman kantor. Selain itu, jika tak segera diambil pemiliknya, maka di khawatirkan kondisi dari kendaraan bisa bertambah rusak dan semakin sulit diperbaiki.

Kendaraan yang ditilang aparat kepolisian karena pemiliknya tidak bisa menunjukkan dokumen kepemilikan kendaraan tersebut. Akibatnya, polisi sedikit kewalahan dalam menampung barang bukti sitaan tersebut.
Di satu sisi polisi ingin melakukan lelang kendaraan barang bukti sitaan yang sudah terlalu lama di simpan di sekitar lokasi kantor dan tempat penampungan di Komba. Namun hal itu masih terbentur oleh aturan yang belum memiliki dasar hukum yang kuat.

“Kami mau lelang, tapi belum ada dasar hukumnya dan secara aturan untuk barang bukti itu di lelang tidak menjadi beban di kita,” ungkap Kasat Lantas Polres Jayapura Iptu Jusman Mori ketika dikonfirmasi wartawan, kemarin.

Terkait wacana lelang kendaraan barang bukti sitaan itu, Kasat Lantas mengaku masih menunggu petunjuk dari pimpinan tertinggi termasuk adanya dasar hukum yang kuat bagi pihaknya untuk melakukan pelelangan kendaraan tersebut.

“Tapi sementara kita masih menunggu pimpinan tertinggi di Polda Papua,” ujarnya.

Iptu Jusman Mori mengakui sejauh ini pihaknya memiliki rencana untuk melakukan pelelangan kendaraan bermotor yang disita polisi, yang mana kendaraan-kendaraan tersebut sudah lama disimpan dan tidak diambil oleh pemiliknya. Akan tetapi, hal itu tidak serta merta dilakukan tanpa ada dasar hukum yang tetap. Saat ini ada banyak sekali kendaraan yang ditampung di tempat penampungan barang bukti di sekitar lokasi kantor Satlantas Polres Jayapura, bahkan pihaknya juga menyewa salah satu lahan yang ada di daerah Komba untuk menyimpan barang bukti sitaan tersebut.

Kendaraan-kendaraan tersebut administrasi nya sudah bisa diblokir, karena sudah lebih dari 5 tahun tidak membayar pajak. Bahkan STNK nya juga tidak diperpanjang selama 5 tahun ditambah 3 tahun tidak diperpanjang.
“Sebenarnya kita bisa blokir, kemudian kita ajukan untuk lelang. Tapi, selain itu administrasi yang lain kita belum lengkapi. Jadi sementara itu persyaratan dan ada beberapa persyaratan lain yang harus dilengkapi,” jelasnya. (Irf)


 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here