JADILAH SAUDARA YANG BAIK

0
119

🇰 🇮 🇳 🇬 ‘🇸 🇸 🇼 🇴 🇷 🇩
Rabu 17 Februari 2021

Bacaan Setahun:
Kel. 25
Mat. 8

JADILAH SAUDARA YANG BAIK
“Pada suatu hari, Nuh minum anggur dan mabuk, lalu dia telanjang di dalam tendanya. Ham, bapak orang Kanaan itu, melihat ketelanjangan ayahnya dan memberitahukannya kepada kedua saudaranya di luar” Kejadian 9:21-22 – AYT

Akibat mabuk Nuh akhirnya telanjang tanpa sadar. Ham melihat ketelanjangan ayahnya dan responnya bukannya menutupi ketelanjangannya namun malah menceritakannya kepada saudara-saudaranya. Hal ini sangat mengecewakankan Nuh.

Setelah ia sadar dari mabuknya ia mengutuki Ham. Sebaliknya Sam dan Yafet yang tidak mau melihat ketelanjangan ayahnya bahkan menutupinya diberkati oleh Nuh.

Apa yang dapat kita pelajari adalah jangan menyebarkan atau mengumbar dosa saudara kita. Apalagi membagikannya di grup WhatsApp dan ditambahi dengan bumbu-bumbu yang lebih mempermalukan saudara kita. Kita bukanlah menjadi saudara yang baik namun justru menjadi saudara yang lebih dalam menjerumuskannya. Seolah-olah kita menginjak kepalanya yang badannya sedang terpendam di dalam lumpur yang kotor. Bagaimana kita bisa disebut hidup di dalam tuntutan hukum kasih kalau kepada saudara saja kita tidak sanggup untuk mengulurkan tangan serta menolongnya?

Ingat dengan ungkapan populer “penjaga saudaraku” (my brother’s keeper)? Ungkapan ini lahir dari ucapan yang keluar dari Kain saat setelah ia membunuh Habel, adiknya, ia ditanyai oleh Allah, “….Di mana Habel, adikmu itu?” Jawabnya: “Aku tidak tahu! Apakah aku penjaga adikku”? (Kejadian 4:9) Cukup banyak organisasi amal yang menamakan gerakan mereka dengan ungkapan tersebut. Ungkapan ini telah menjadi simbol kebersamaan antar umat manusia.

Terlepas dari popularitas ungkapan yang keluar dari mulut Kain ini, banyak orang tampaknya kurang memahami artinya. Bahkan banyak orang Kristen sendiri yang masih melakukan kesalahan yang sama seperti Kain. Kita mungkin tidak sejahat Kain yang dikuasai iri hati dan membunuh adiknya. Walaupun demikian, kita kadangkala masih menyimpan kebencian terhadap orang lain. Kita tidak mempedulikan kebutuhan dan perasaan orang lain. Bahkan lebih parah lagi, kita menyebarkan borok-borok saudara kita! Boro-boro mendoakan saudara kita supaya bangkit lagi, eh kita malahan mensyukurinya.

Jadilah seperti Sam dan Yafet yang tidak mau melihat ketelanjangan ayahnya bahkan menutupinya. Kalaupun ada saudara kita yang salah tegurlah di dalam kasih dan bergumullah dengan dia supaya ia bisa diluruskan kembali. Jadilah saudara yang baik yang mengangkat, bukan yang mendorongnya ke dalam kubangan. (DH)

Questions :
1. Apa respon Anda ketika menjumpai saudara Anda sedang melakukan kesalahan?
2. Sudahkah Anda menjadi pendoa syafaat bagi saudara Anda yang sedang tersesat (berdosa)?

Values :
Jika ada saudara kita yang melakukan kesalahan, kita harus menegur dalam kasih dan bergumul dengan dia supaya dia bisa diluruskan kembali.

Kebencian menimbulkan pertengkaran, tetapi kasih menutupi segala pelanggaran. Amsal 10:12
“Sebab oleh karena Ia sendiri telah menderita karena pencobaan, maka Ia dapat menolong mereka yang dicobai.”
__ Ibrani 2.18

Yesus datang kedunia mengambil wujud sebagai manusia. Melewati siklus pertumbuhan sama seperti yang kita alami, mengalami berbagai tangantan dalam kehidupan. Yesus pernah menangis, pernah marah, pernah takut dan gentar, pernah di cobai. Semua pernah Ia alami dan pernah rasakan.

Tuhan tahu bagaimana rasanya dikhianati, dikecewakan, lapar, haus, disakiti, disiksa, dan bahkan menderita. Semua Ia lalui guna untuk menguatkan kita bahwa Ia mengerti benar apa yang kita lewati, dan Ia tahu bagaimana caranya menolong kita.

Apapun penderitaan kita saat ini, percayalah Tuhan mengerti dan Ia tidak akan pernah meninggalkan kita. TanganNya selalu menopang kita sehingga kita tidak akan jatuh tergeletak. (***)


 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here