Apa Yang Telah Dipersatukan Allah, Tidak Boleh Diceraikan Manusia

0
87

Senin 15 Februari 2021

Bacaan Setahun:
Kel. 21-22
Mat. 6

GARWO

“Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia.” Matius 19:6

Kata GARWO adalah kata dalam bahasa Jawa yang artinya istri. Kata ini adalah singkatan dari “sigarane nyowo” atau di dalam bahasa Indonesia artinya “belahan jiwa”.

BERSUKACITA DALAM KASIH ALLAH (mauliutus.org)

Bahasa menggambarkan budaya, jadi dengan mengerti arti yang terkandung di dalam kata, kita bisa membaca budaya. Dalam budaya Jawa seorang suami menghormati istrinya dan memahami istrinya sebagai belahan jiwanya, ia tidak bisa hidup tanpanya.

Bahkan dikatakan saking dekatnya hubungan suami istri, sehingga ketergantungan istri kepada suami, diungkapkan dengan kalimat, “swargo nunut, neroko katut” yang arti hurufiahnya kalau suami masuk sorga istri juga terikut demikian juga kalau masuk neraka. Dengan kata lain hidup mereka benar-benar tak terpisahkan.

Persoalannya adalah teori tak semudah kenyataan. Pada kenyataannya banyak pasangan suami-istri yang bercerai, dan melupakan janji pernikahannya di hadapan Tuhan. Banyak pasangan putus asa di dalam membangun kebersamaan.

Namun bilamana setiap pasangan, memahami janji pernikahannya dan menghargai pasangannya sebagaimana arti yang disandang yaitu “belahan jiwa”, maka sebuah pernikahan akan berlangsung langgeng. Biasanya semboyan “aku tak bisa hidup tanpa kau” hanya saat pacaran atau saat bulan madu. Ketika persoalan nyata di dalam rumah tangga seperti persoalan pekerjaan dan lain-lain muncul, maka akan berakibat gairah cinta luntur.

Persoalan berikutnya adalah perbedaan karakter pria dan wanita, di rumah tanggalah masing-masing karakter yang unik didewasakan. Itu sebabnya masing-masing pasangan harus mengerjakan PR-nya, ingat pasangan yang sudah menikah adalah satu tubuh, bila masing-masing mempertahankan ego dan mau menang sendiri, maka yang terjadi adalah “yang menang jadi arang yang kalah jadi abu”.


Pada prinsipnya jangan pernah berusaha merubah pasangan tetapi rubah diri kita sendiri. Dengan demikian semakin hari pernikahan akan bertambah harmonis, sehingga pernikahan Anda layak dinilai seperti semboyan yang ideal ini: “Adalah biasa Anda menikahi pasangan yang Anda cintai, tetapi adalah luar bisa jika Anda tetap mencintai pasangan yang telah lama Anda nikahi”. Anda setuju? (DD)

Questions :
1. Menurut anda mungkinkah dua pribadi bisa menjadi satu dalam pernikahan?
2. Apakah hal itu sulit atau mudah?

Values :
Warga Kerajaan sejati selalu berusaha untuk memupuk cinta semulanya kepada pasangannya.

Bukti mencintai Tuhan dengan sepenuh hati adalah dapat mencintai pasangan dengan sepenuh hati. (***)


 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here