Press Release Polres Jayapura :  Tangkap Pelaku dan Ungkap Kasus Pencurian Dengan Kekerasan

0
107

Nampak Kapolres Jayapura AKBP Dr. Victor Dean Mackbon, SH, S.IK, MH, M.Si, didampingi Kasat Reskrim Polres Jayapura AKP Sigit Susanto dan KBO Reskrim Polres Jayapura Ipda Nunut Simanjuntak, S.TRK, saat menggelar press release kasus Curas dan Curat di Halaman Mapolres Jayapura, Doyo Baru, Distrik Waibhu, Kabupaten Jayapura, Senin (25/1/2021) siang. (Irfan /LPC)

SENTANI (LINTAS PAPUA) – Kepolisian Resor (Polres) Jayapura menggelar press release keberhasilan Satuan Reskrim mengungkap kasus tindak pidana pencurian disertai dengan kekerasan (Curas) yang terjadi pada Minggu (10/1/2021) di kawasan wisata Air Terjun Kampung Harapan, Distrik Sentani Timur dan juga kasus pencurian pemberatan di BTN Darsua Doyo Baru, Distrik Waibhu, Kabupaten Jayapura pada Jumat (24/12/2020) lalu.

Kapolres Jayapura AKBP Dr. Victor Dean Mackbon, SH, S.IK, MH, M.Si, mengatakan dari tersangka PT dan EK dalam tindak pidana Curas yang mereka lakukan diamankan satu buah tas punggung berwarna merah yang bertuliskan Synd S Seylund The Longest Celar Flowing and Rocky River In Western Sumatera Since 2005, uang sebesar Rp 409.000 dari tangan pelaku EK dan uang sebesar Rp 536.000 dari tangan pelaku PT, yang merupakan hasil kejahatan mereka berdua.

“Hari ini kami dari Polres Jayapura melaksanakan rilis berbagai kasus yang berhasil diungkap oleh Satreskrim Polres Jayapura dan juga Unit Reskrim Polsek Sentani Timur, yang pertama berhasil diungkap adalah kasus pencurian dilakukan dengan kekerasan atau Curas yang terjadi di lokasi wisata Air Terjun Kampung Harapan Distrik Sentani Timur pada Minggu (10/1/2021) lalu sekitar pukul 15.00 WIT,” ujar Kapolres Jayapura, AKBP Dr. Victor Dean Mackbon, SH, S.IK, MH, M.Si, pada jumpa pers tersebut.

“Tersangkanya ada enam, tapi empat masih dalam pengejaran atau masuk daftar pencarian orang (DPO). Jadi dari kasus ini kami amankan dua tersangka masing-masing dengan inisial PT dan EK,” tambah AKBP Victor Mackbon saat didampingi Kasat Reskrim Polres Jayapura AKP Sigit Susanto dan KBO Reskrim Polres Jayapura Ipda Nunut Simanjuntak, S.TRK, di Halaman Mapolres Jayapura, Doyo Baru, Distrik Waibhu, Kabupaten Jayapura, Senin (25/1/2021).

Kemudian lanjut Kapolres Jayapura, tersangka kasus Curas tersebut dalam menjalankan aksinya, tersangka PT yang saat itu sedang berada di rumahnya lalu diajak oleh pelaku OT (DPO) ke lokasi wisata air terjun dan disana telah ada para pelaku lainnya yakni, EK bersama YW dan MT (DPO) yang saat itu sedang mengonsumsi minuman keras (Miras), sehingga pelaku PT dan OT (DPO) ikut bergabung untuk mengonsumsi minuman keras.

Pelaku PT usai mengonsumsi minuman keras di air terjun hendak turun untuk pergi ibadah, namun pelaku OT yang masuk DPO ini menyuruh pelaku PT untuk berjaga-jaga dengan jarak antara para pelaku lainnya sekitar 10 meter dan pelaku lainnya melakukan pencurian dengan ancaman kekerasan kepada para pengunjung yang ada di lokasi air terjun.

“Jadi kronologis kejadiannya itu ada sekelompok anak muda yang datang ke lokasi air terjun untuk refreshing atau berwisata, tetapi di tengah kegiatan wisata itu ada sekelompok masyarakat (pelaku) yang melakukan pengancaman terhadap para pengunjung di lokasi wisata tersebut. Kemudian ada beberapa barang dari 23 orang korban yang dicuri atau diambil paksa oleh para pelaku,” bebernya.

“Modus operandinya atau motif yang dilakukan para pelaku ini adalah untuk menguasai barang-barang milik para korban dengan melakukan pengancaman yang disertai kekerasan atau dengan menggunakan senjata tajam jenis pisau dan Kampak, serta para pelaku saat melakukan aksinya selalu menggunakan penutup wajah,” tambah AKBP Victor Mackbon.
Informasi yang diperoleh wartawan media online ini, masih ada empat pelaku yang masuk daftar pencarian orang atau DPO, yakni YW, MT, OT dan OP.

“Untuk pelaku yang bisa kami amankan, dari enam orang itu ada dua orang dengan inisial PT dan EK yang kita tangkap pada tanggal 14 Januari 2021 di depan Stadion Lukas Enembe Kampung Harapan. Kemudian masih ada empat lagi ini kita jadikan DPO, yaitu YW, MT, OT dan OP. Ya, ini orang-orang yang sudah kita incar lama, sehingga kita berharap agar keempat orang ini segera menyerahkan diri. Jika tidak menyerahkan diri, kita tetap akan lakukan upaya pengejaran terhadap keempat orang yang masih buron atau DPO tersebut,” kata Kapolres Victor dengan tegas.

Dari tangan pelaku PT dan EK, polisi berhasil menyita uang sebesar Rp 536.000, uang sebesar Rp 409.000 dan satu buah tas punggung berwarna merah yang bertuliskan Synd S Seylund The Longest Celar Flowing and Rocky River In Western Sumatera Since 2005.

Dalam kasus ini, untuk tersangka PT dan EK yang masing-masing berprofesi sebagai buruh bangunan ini dikenakan pasal 365 KUHP dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara.

“Kami kenakan pasal 365 Ayat 2 ke (2) KUHP dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara,” imbuhnya.

Sedangkan dalam tindak pidana pencurian dengan pemberatan YAH dan NP, Kapolres Jayapura menyampaikan dari tangan tersangka diamankan 1 unit mesin trafo berwarna merah merk Rhino.

Jadi tersangka YAH yang merupakan seorang pengangguran ini melihat ada trafo diatas mobil milik korban Ahmad Hambali lalu ke rumah pelaku NP dan mengajaknya untuk mengambil barang tersebut.

Kemudian pelaku NP bertugas untuk mengambil trafo dan pelaku YAH bertugas untuk memantau situasi pada saat pelaku NP mengambil trafo tersebut. Setelah mengambil trafo tersebut dibawa lalu dijual oleh pelaku YAH dengan harga Rp 120.000 dan pelaku YAH membagikan hasil penjualan barang curiannya itu kepada pelaku NP sebesar 25 ribu rupiah.
“Selanjutnya ada kasus pencurian dengan pemberatan yang dilakukan lebih dari satu orang. Kejadian ini terjadi di BTN Darsua Doyo Baru, Distrik Waibhu, Kabupaten Jayapura pada tanggal 24 Desember 2020 lalu.

Tersangka yang berhasil kita amankan ada dua orang, yakni berinisal YAH dan NP,” jelas Kapolres Victor.

“Kronologis kejadiannya, korban (pelapor) bernama Ahmad Hambali ini mempunyai pekerjaan sebagai tukang las itu pulang ke rumah usai bekerja lalu korban membereskan barang-barang yang ada di mobil pick up sambil memasukkan barang-barang ke dalam rumah. Ketika korban sedang membereskan barang-barangnya, pelaku YAH melihat ada trafo diatas mobil lalu bergegas ke rumah pelaku NP dan mengajak pelaku NP untuk mengambil barang milik korban tersebut,” bebernya.

Setelah mengambil trafo tersebut, kemudian pelaku YAH menjualnya dengan harga Rp 120.000 dan pelaku YAH membagikan hasil penjualan trafo kepada pelaku NP sebesar Rp 25.000.

“Kemudian mereka menjual barang trafo ini, sehingga kita bisa amankan kedua pelaku tersebut,” tukas pria yang pernah menjabat sebagai Kapolres Mimika ini.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya YAH dan NP dikenakan pasal 363 Ayat 1 Ke (4e) KUHP dengan ancaman hukuman penjara paling lama tujuh tahun. (Irf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here