Banyak Maunya : Mari Belajar Bersyukur Dalam Segala Hal

0
125

🇰 🇮 🇳 🇬 ‘🇸 🇸 🇼 🇴 🇷 🇩
Minggu 24 Januari 2021

Bacaan Setahun:
Kejadian 31
Lukas 23

BANYAK MAUNYA

“Segala sesuatu yang dijumpai tanganmu untuk dikerjakan, kerjakanlah itu sekuat tenaga, karena tak ada pekerjaan, pertimbangan, pengetahuan dan hikmat dalam dunia orang mati, ke mana engkau akan pergi.”Pengkhotbah 9:10

Setiap orang normal pasti memiliki keinginan atau kerinduan akan sesuatu dalam hidupnya. Namun tak semua orang menyadari bahwa segala sesuatu dapat kita miliki. Ada orang yang dapat memiliki dan menikmati kerinduannya.

Ada orang yang dapat menikmati kerinduannya sekalipun tanpa harus memiliki. Ada yang memiliki kerinduannya namun sayangnya tak dapat menikmatinya. Namun ada juga orang yang tak dapat memiliki dan tak dapat menikmati kerinduannya. Oleh sebab itu kita belajar untuk menyelidiki diri kita masing-masing apakah diri kita termasuk banyak maunya.

Yang pertama, belajar bersyukur kepada TUHAN. Sesungguhnya ada sebagian orang yang banyak maunya. Ia mau menjadi kaya raya luar biasa, padahal menurut orang lain ia sudah cukup kaya dan banyak orang sebenarnya ingin memiliki kekayaannya.

Ada orang yang mau mengerjakan semua hal yang ditemui oleh tangannya. Jujur saja, apa yang sebenarnya dapat kita kerjakan dari semua yang ditemui oleh tangan kita? sebenarnya hal ini bukan berarti kita harus mengerjakan semua hal yang ditemui tangan kita.

Ada hal tertentu yang harus kita kerjakan sendiri, namun ada hal lain yang harus kita delegasikan kepada orang-orang yang kita berikan kepercayaan untuk mengerjakannya. Oleh sebab itu mari kita belajar untuk mengucap syukur kepada TUHAN atas segala berkat-berkat-NYA kepada kita dan mengucap syukur atas kepercayaan TUHAN kepada kita.

Yang kedua, belajar melakukan dengan sungguh-sungguh. Arti dari ‘Segala sesuatu yang dijumpai tanganmu untuk dikerjakan, kerjakanlah itu sekuat tenaga’ sebenarnya adalah mendorong kita bekerja dan melayani dengan sungguh-sungguh dan terbaik.

Jadi selama kita masih kuat dan mampu, mari kita belajar untuk bekerja dan melayani dengan lebih maksimal. Mari jangan main-main dengan waktu kita, sebab waktu yang kita miliki adalah kepercayaan yang TUHAN berikan kepada kita.

Mari kita bekerja dan melayani dengan lebih kreatif dan efektif lagi. Jika kita pernah bekerja dan melayani dengan tidak serius, inilah saatnya kita berubah untuk berbuah lebat dan manis. Jangan hanya banyak maunya namun ternyata tak diimbangi dengan kemauan untuk bekerja dan melayani yang serius dan terbaik.

Yang ketiga, belajar berbagi dengan orang lain. Belajar berbagi dapat dilakukan dengan sinergi dan delegasi. Kita dapat bersinergi dengan orang-orang yang terbaik di bidang pekerjaan dan pelayanan masing-masing demi tercapainya tujuan-tujuan yang luar biasa. Kita dapat mendelegasikan hal-hal khusus kepada orang yang kita percayai agar pekerjaan dan pelayanan kita menjadi semakin maksimal. Mari kita hidup bukan menjadi banyak maunya namun mau bekerja dan melayani dengan maksimal. (DW)

Questions :
1. Apakah pandangan anda tentang orang yang ‘BANYAK MAUNYA’?
2. Mengapa orang yang ‘BANYAK MAUNYA’ sering kurang bersyukur, bekerja asal-asalan dan cenderung egois?

Values :
Seorang warga Kerajaan Allah adalah pribadi yang mau bersyukur dalam segala keadaan, serius bekerja dan hidup berbagi dengan komunitasnya.

Orang yang banyak maunya seringkali tidak diimbangi dengan kemampuan yang mumpuni.

Terkadang kita merasa letih dan merasa kewalahan dengan segala hal yang terjadi dalam kehidupan kita; baik secara personal maupun kehidupan orang-orang disekitar kita.

Wajar kok merasakan letih dan kewalahan; itu tandanya kita perlu mengembalikan fokus kita kepada Tuhan. Kadang tidak terasa fokus kita bisa bergeser. Oleh sebab itu kita harus kembali berpegang pada firmanNya bahwa dalam situasi appaun saat ini yang kita alami, rancangan Tuhan dalam hidup kita membawa damai sejahtera dan hari depan kita selalu penuh harapan. (***)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here