Kantor Dishub Keerom Kembali ‘Ditutup’ Pegawainya

0
322

Ada 5 Alasan, Diantaranya Beras Jatah ASN Lima Bulan Belum Diberikan

KEEROM (LINTAS PAPUA)- Pelayanan Publik dan jalannya roda pemerintahan di Keerom makin susah dimengerti, menyusul beberapa kantor Dinas dan OPD yang telah dipalang pegawainya. Kali ini Dinas Perhubungan (Dishub) Kab Keerom juga dipalang kembali oleh pegawainya.

Para pegawai Dishub baik dari kalangan ASN maupun pegawai kontrak melakukan penutupan aktivitas kantor (baca: dipalang), pada Kamis (14/1/21). Penutupan/pemalangan kantor dilakukan dengan cara menutup pintu kantor dengan spanduk/baliho berisi pemberitahuan penutupan aktivitas kantor dan juga beberapa poin penyebab mereka melakukan pemalangan tersebut bernada protes kepada kadishub Keerom.

Para pegawai Dishub Keerom secara bersama-sama melakukan aksi tersebut di kantor mereka yang berada satu gedung dengan kantor Bupati Keerom, kantor Sekda Keerom dan beberapa kantor dinas/OPD lain yang berlokasi di Kantor Otonom Pemkab keerom, Arso Swakarsa pada Kamis (14/1/21) pagi.

Salah satu pegawai yang mengikuti acara pemalangan kantor menjelaskan bahwa pemalangan tersebut sebelumnya telah dilakukaan pada Senin (11/1/21), namun diduga ada oknum pegawai yang diperintah untuk melakukan pembukaan palang tersebut. ‘’Kami datang kembali untuk memalang lagi,’’ungkapnya.

Usai melakukan aksi pemalangan, para pegawai yang ada memberikan keterangan berupa surat yang mereka layangkan kepada Kadishub Keerom, pada senin kemudian mereka bacakan lagi kepada media. Para ASN yang ada diantaranya Lilik, Nasrullah, Sumariyem, Yoten, Mince, dll.

Dalam surat tersebut disebutkan diantaranya masalah jatah beras pegawai yang selama 5 bulan belum diberikan kepada pegawai, jumlah tenaga kontrak yang terlalu banyak sehingga perlu dilakukan rasionalisasi, serta RAT koperasi Jashub yang tidak pernah digelar sejak Dishub dipegang Kadishub, Drs. Irwan, MMT, Kadishub yang telah menjabat Plt Sekda sehinggu diperlukan penunjukkan Plt. Kadishub, serta jatah BBM selama tahun 2020 yang tidak disalurkan/diberikan.

‘’Atas masalah-masalah yang ada ini, maka kami pegawai Dishub telah meminta kepada pimpinan dinas yaitu Kadishub Keerom untuk menindaklanjuti, dan kami juga memberikan salinan surat ini kepada pimpinan daerah dalam hal ini Bupati, Wakil Bupati, dan Kapolres Keerom,’’ujar perwakilan ASN Dishub, Lilik A Putra, SE.

Selain itu mereka juga mengingatkan bahwa tuntutan ASN Dishub juga sama dengan ASN dinas lain yaitu menyangkut pembayaran kinerja serta honor pegawai kontrak yang belum dibayarkan. ‘’Kami juga meminta agar dilakukan audit terhadap KPN Jashub yang ada di Dishub Keerom,’’tegasnya.

Sementara itu, Kadishub Keerom, Drs. Irwan, MMT, MMPd, yang berhasil ditemui beberapa saat kemudian di Kantor Dinas Otonom Keerom, mengaku telah menerima surat dari ASN Dishub yang melakukan pemalangan. Menurutnya sampai saat ini, pihaknya tengah melakukan

‘’Semua persoalan ini bermuara dari keuangan, kita sudah ajukan tapi DAU tidak cair. Sementara untuk beras sebenarnya sudah ada di dolog tapi kita terkendala angkutan. Untuk surat itu sudah mulai kita petakan, termasuk masalah BBM, LS sudah kita masukkan tapi nggak cair dari keuangan. Jadi saat ini terserah kepada keuangan, namun kita harap jangan ada pemalangan,’’ujarnya. (arief/lintaspapua.com) 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here