Press Release Polres Jayapura : Inilah Penyebab DET Tega Aniaya Kekasihnya Yuliana Hingga Tewas di Sentani

0
119

Kapolres Jayapura, AKBP Dr. Victor D. Mackbon, SH, S.IK, MH, M.Si, didampingi Wakapolres Jayapura Kompol Zet Saalino, SH, MH, Kapolsek Sentani Timur Iptu Jetny L. Sohilait, SE dan Kasubbag Humas Polres Jayapura Iptu Iwan, SE, ketika menggelar press release di Halaman Mapolres Jayapura, Selasa (12/1/2021) sore.  (Arief/LPC)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Seorang lelaki berinisial DET (24) tega menganiaya kekasihnya hingga tewas. Korban bernama Yuliana Kreutha (27) yang sudah tinggal bersama selama satu tahun dan sudah mempunyai satu orang anak.

Korban tewas akibat pukulan benda tumpul di bagian wajah dan kepala di sepanjang jalan hingga menuju rumah mereka. Sesaat tiba di rumahnya di Kampung Nendali, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura.
Korban diketahui tewas saat anggota Kepolisian menerima laporan dari masyarakat pada Selasa (12/1/2021) pagi, bahwa telah ditemukan sesosok jasad berjenis kelamin perempuan.

Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Jayapura, AKBP Dr. Victor Dean Mackbon, SH, S.IK, MH, M.Si, mengatakan peristiwa itu diketahui saat ada laporan masyarakat ke pihak Kepolisian pada Selasa (12/1/2021) pagi sekitar pukul 07.00 WIT, di Kampung Nendali, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura.

“Hari ini kami melaksanakan rilis terkait dengan kasus kematian diakibatkan oleh aniaya. Awalnya kita menerima laporan dari masyarakat Selasa (12/1/2021) tadi pagi, bahwa telah ditemukan ada satu jenazah berjenis kelamin wanita atau perempuan berusia 27 tahun,” ujar AKBP Victor Mackbon didampingi Wakapolres Jayapura Kompol Zet Saalino, SH, MH, Kapolsek Sentani Timur Iptu Jetny L. Sohilait, SE dan Kasubbag Humas Polres Jayapura Iptu Iwan, SE, ketika menggelar press release di Halaman Mapolres Jayapura, Selasa (12/1/2021) sore.

Ditemukannya satu jenazah berjenis kelamin perempuan itu, berdasarkan dari kronologis kejadian yang pihaknya periksa dari saksi-saksi yang ada. Bahwa, perempuan ini ditemukan meninggal dunia diakibatkan aniaya benda tumpul oleh pelaku yang merupakan suami atau kekasih kumpul kebo korban.

Lanjut Kapolres Jayapura menyampaikan, peristiwa itu terjadi pada Senin (11/1/2021) siang lalu.

“Korban meminta ijin kepada suaminya (pelaku) untuk pergi membersihkan makam orang tuanya yang berada di Doyo Baru. Tetapi, sampai dengan malam hari korban tidak kunjung pulang, sehingga di cari oleh pelaku. Kemudian di cari oleh suaminya atau tersangka ini, dan akhirnya tersangka ini menemukan si korban sedang kumpul-kumpul dengan teman-temannya sambil mengonsumsi minuman keras dan korban juga sudah dalam keadaan mabuk,” jelasnya.

Melihat hal itu, kata Kapolres Jayapura, pelaku langsung naik pitam (marah) dan langsung menganiaya korban sepanjang jalan dari tempat ditemukannya, kemudian saat tiba di rumah pelaku juga masih menganiaya korban dengan menggunakan benda tumpul seperti kayu, kursi rotan dan gunting hingga mengakibatkan korban meninggal dunia.

‘Jadi berdasarkan hasil dari penyelidikan dan identifikasi awal diduga korban meninggal akibat pukulan benda tumpul, dimana didapati di bagian wajah dan kepala korban ada luka-luka memar yang cukup parah. Bahkan pelaku sendiri sudah mengakui perbuatannya saat kami amankan,” tambah mantan Kapolres Mimika ini.

“Keduanya sudah tinggal bersama, namun tidak ikatan pernikahan. Sehingga kami jerat pelaku dengan pasal 338 KUHP subsider pasal 351 ayat (3) tentang pembunuhan subsider penganiayaan yang mengakibatkan meninggalnya seseorang dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara,” tukas Kapolres Jayapura AKBP Victor Mackbon. (Irf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here