Jembatan Putus Dan Sejumlah Jalan Trans Papua Rusak, JWW : Orang Yang Bekerja Tidak Ikhlas

0
35

JAYAPURA (LINTAS PAPUA)- Wakil Menteri PUPR John Wempi Wetipo melakukan inspeksi mendadak (sidak) pada pembangunan jalan trans Jayapura-Wamena, Senin (11/01/2021).

Dalam sidak tersebut wakil menteri PUPR Jhon Wempi Wetipo (JWW) menemukan jembatan penghubung jalan trans Jayapura-Wamena terputus, akibatnya transportasi jalur darat menuju Kota Wamena Kabupaten Jayawijaya tak dapat dilalui.

Pada sidak itu, JWW menelusuri jalan hingga kilometer 320 tepatnya di Kampung Ruja, Distrik Benawa, Kabupaten Yalimo.

Dalam perjalanan, selain jembatan yang putus, JWW menemukan beberapa jalan aspal yang diberikan garis pembatas lantaran mengalami kerusakan atau amblas di Distrik Senggi dan Waris. Tak hanya itu, di Distrik Airu ada tiga titik jalan yang sangat sulit dilalui karena tekstur jalannya berlumpur. Selain itu juga ditemukan jembatan-jembatan semi permanen yang tak dapat dilalui.

“Saya mendapat banyak laporan dari masyarakat, jadi saya ingin tahu. Selama ini kan proses lelangnya beberapa kali gagal, namun progresnya seperti apa. Memang tidak gampang karena total jaraknya 580 kilo dari Jayapura sampai Wamena. Nah, setelah sampai di kilometer 320 ini kita baru bisa tahu kendalanya apa,” kata JWW.

JWW megatakan, beberapa titik jalan di Distrik Airu memang sulit dilalui walau sudah dibuat pengalihan jalan untuk menghindari kubangan lumpur, namun sangat disayangkan kondisi itu tidak diakali dengan baik oleh pekerja padahal ada banyak material batu dan kayu yang bisa digunakan untuk menutupi.

“Saya berkesimpulan bahwa orang-orang yang bekerja ini tidak ikhlas. Ini kan dibiayai oleh negara, saya harap bisa konsisten. Saya minta Satker dan PPK tolong awasi pemenang. Kalau ada jembatan rusak seharusnya dengan kesadaran sendiri diperbaiki tidak perlu tunggu perintah,” ujarnya.

JWW berharap, konsultan pengawas bisa mengawasi dengan baik pembangunan jalan trans Jayapura-Wamena sebab banyak temuan penyelewengan terjadi akibat konsultan pengawas tak pernah ada ditempat.

“Kita punya kasus dibeberapa tempat karena konsultan pengawasnya tidak pernah ada, lalu volume pekerjaannya dikurangi dan akhirnya jadi temuan. Saya berharap kehadiran saya disini menjadi semangat untuk teman-teman di Balai Jayapura untuk benar-benar mengawasi para pelaksana konsisten bekerja,” paparnya.

Kabalai Jembatan dan Jalan Jayapura, Eduard Sasarari menjelaskan, jembatan penghubung yang rusak panjangnya sekitar 55 meter, berada di Kali Edan kilometer 392. Diduga kerusakan jembatan akibat curah hujan yang cukup tinggi hingga terkena longsoran.

“Itu jembatan sementara dengan rangka Belly, untuk sementara kami akan melewati jalur sungai kesana, jembatannya sudah satu minggu tidak bisa dilalui, tapi kita akan segera kerjakan, satu dua hari sudah bisa dilalui kembali,” jelasnya.

Kepala Satuan Kerja PJN Wilayah I Jayapura Provinsi Papua, Asniati menambahkan, jembatan Kali Edan jatuh terkena longsoran dan pada saat yang sama tersapu banjir. “Saat ini kami sudah mengusahakan membuka akses dengan membersihkan longsoran,” paparnya.

Asniati menerangkan, batas kerja Balai Jembatan dan Jalan Jayapura hanya sampai di kilometer 320 Kampung Ruja, selebihnya masuk wilayah Balai Wamena, sedangkan jembatan Kali Edan berada diwilayah Balai Wamena, hanya saja masuk dalam kontrak paket jembatan Balai Jayapura.

“Kebetulan kontrak paket jembatan ada 8, sebagian jembatan berada dilokasi penanganan Balai Wamena, makanya kami masuk kedalam wilayah Balai Wanena. Itu sudah kesatuan kontrak dan tidak bisa dipisah. Makanya jembatan Kali Edan kami bisa masuk, meski secara lokasi masuk dalam di wilayah Balai Wamena,” kata Asniati.

(Gracio/lintaspapua.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here