Sambut Hari Ibu 22 Desember, Perum PFN Gandeng IMAJI Papua Gelar Diskusi Film “Noken Rahim Kedua”

0
163

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Dalam rangka memperingati Hari Ibu 22 Desember serta Hari Noken yang jatuh pada 4 Desember, Komunitas Konten Kreator Imaji Papua bekerja sama dengan Perum Produksi Film Negara (PFN) menggelar kegiatan Preview dan Diskusi Film Dokumenter Noken Rahim Kedua secara virtua.

Diskusi menghadirkan nara sumber Yulika Anastasia (Produser), Adi Sumunar (Sutradara) dan Miki Wuka (Asisten Sutradara) dalam link youtube @StudioPFN dipandu oleh Sofia Setyorini, founder East Cinema.
“Agenda diskusi ini berfokus pada preview film dan diskusi dalam kanal zoom PFN. Film tidak diputar live youtube karena disiapkan untuk agenda pemutaran dan diskusi di ruang – ruang pemutaran komunitas,” kata Yulika.


Diskusi berlangsung cukup seru membedah kisah dibalik layar penggarapan film dokumenter Noken Rahim Kedua, mulai tingkat kesulitan, bagaimana tim pembuat film mengembangkan gagasannya dan mengatasi tantangan yang dihadapi, kemudian dilanjutkan diskusi mendalam mengenai makna filosofi noken.

“Film ini sangat bermakna bagi saya, karena merekam budaya kami. Kebetulan lokasi syuting film ini berada di kampung kami yakni Kampung Wukahilapok, Distrik Pelebaga, Wamena, Kabupaten Jayawijaya,” kata Miki Wuka, Asisten Sutradara dalam film ini.

Sebagai informasi film Noken Rahim Kedua bercerita tentang kehidupan Mama Yowan sehari – hari. Sebagai ibu rumah tangga yang baru melahirkan, ia harus membagi waktunya antara mengurus anak yang baru dilahirkan dan membantu perekonomian keluarganya dengan berkebun dan menjual hasil kebunnya dipasar. Ia menjalani hari – harinya sebagai Mama Noken yang bergulat mengatasi tantangan hidup.

Noken bagi Mama Yowan adalah simbol jati diri dan simbol kehidupan. Noken adalah Rahim keduanya dimana kehidupan harus dijaga dan dirawat.


Sementara Adi Sumunar, sutradara film ini mengungkapkan sebenarnya gagasan film ini sangat sederhana yakni memahami noken bukan hanya sebagai “tas asli Papua” tetapi mengungkap makna filosofis dibalik itu.
Budayawan Papua, Titus Pekei, yang juga dikenal sebagai penggagas noken sebagai warisan budaya tak benda, menyambut baik kehadiran film ini.

“Noken adalah saya, saya adalah noken kehidupan” demikian kata Titus Pekei ketika ditanya tentang makna noken baginya.
Sementara itu, Direktur Perum Produksi Film Negara (PFN) Judith Dipodiputero mengapresiasi Komunitas Imaji Papua yang telah berhasil menggarap film Noken Rahim Kedua.

“Indonesia mempunyai 17 ribu pulau dengan masing – masing budayanya. Menjadi hal yang sangat sulit jika PFN mendokumentasikan kebudayaan dari berbagai daerah. Karena itu kami mengapresiasi Imaji Papua yang telah membuat film Noken Rahim Kedua. Ini menjadi sebuah referensi bagi kita tentang ragam budaya Indonesia,” kata Judith. (***)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here