Koramil 1701-03/Abepura, Buat Pondok Natal Sederhana, Tanda Toleransi!

0
209
Danramil 1701-03/Abepura, Kapten Infanteri. Yubelinus Simbiak, bersama anggotanya saat membuat pondok Natal sederhana di kantor mereka. Richard (LPC)
Danramil 1701-03/Abepura, Kapten Infanteri. Yubelinus Simbiak, bersama anggotanya saat membuat pondok Natal sederhana di kantor mereka. Richard (LPC)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) — Bulan desember telah tiba dan terlihat umat kristen di tanah Papua mulai membangun pondok-pondok natal mereka, yang menandakan natal di Papua.

Hal itu terlihat, sebagaimana masyarakat Papua secara bersama-sama membangun pondok natal mereka, baik di jalan-jalan protokol, kompleks, gereja, dan rumah tinggal masyarakat, serta pusat-pusat perkantoran.

Pondok-pondok Natal itu, nampak terlihat indah dengan dihiasi berbagai pernak-pernik Natal, mulai dari gambar Yusuf dan Maria, Santa Claus, pohon Natal, lonceng, miniatur Gereja hingga lampu hias serta alunan lagu-lagu rohani Natal.

Guna menyemarakkan perayaan Natal 2020, Selasa 22 Desember 2020, dimana Koramil 1701-
03/Abepura juga membangun pondok Natal yang dikerjakan secara bergotong-royong membuat pondok Natal didepan kantor mereka.

Ditemui saat pembuatan pondok Natal itu, Danramil 1701-03/Abepura,
Kapten Infanteri. Yubelinus Simbiak, kepada wartawan menuturkan, pembuatan pondok Natal ini merupakan wujud kepedulian dari anggotanya guna menghormati hari perayaan Natal, dan juga sebagai tanda solidaritas dan kebersamaan antar umat beragama di wilayah Koramil 1701-03/Abepura ini.

“di wilayah ini sangat hidrogen dengan lintas pemeluk agama dan kepercayaan masing-masing. Sehingga lewat makna Natal dan pondok Natal ini, kita menyampaikan pesan untuk bersama-sama kita menjaga toleransi kehidupan umat beragama, demi terciptanya suasana keamanan dan ketertiban yang selalu kondusif”, kata Danramil 1701-03/Abepura itu.

Daniel Modouw, salah seorang warga yang tengah bekerja bersama dengan beberapa anggota Koramil 1701-03/Abepura, dirinya mengaku bangga dapat membantu pengerjaan pondok Natal ini.

“Ya, saya berharap pondok Natal ini bukan saja sebagai simbol perayaan Natal, tapi merupakan wujud kebersamaan kita menjaga toleransi kehidupan umat beragama sehingga kita semua dapat hidup rukun dan damai”. katanya. (Richard/Lintas Papua)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here