CITRA DIRI BARU

0
158

Bacaan Setahun:
Ester 3-5
Mzm. 10
Kis. 26

CITRA DIRI BARU
“Dari jauh Tuhan menampakkan diri kepadanya: Aku mengasihi engkau dengan kasih yang kekal, sebab itu Aku melanjutkan kasih setiaKu kepadamu.” Yeremia 31:3

Pertanyaan sering muncul saat seseorang lahir baru atau dibaptis seringkali diberi nama baru di depan nama mereka, memang tidak semua melakukannya, namun tradisi ini menjadi lazim di banyak gereja di Indonesia. Terlebih jika nama sebelumnya memiliki arti yang negatif biasanya langsung diberi nama baru yang berarti positif.

Jika kita melihat kembali Alkitab, sebelum Yesus Kristus memakai orang-orang menjadi perpanjangan tangan-Nya, Dia mengubah citra diri mereka terlebih dulu. Ketika Yesus bertemu Simon, Ia memberi nama baru dengan sebutan Petrus atau Kefas. Ketika Ia bertemu dengan Natanael, Yesus mengatakan bahwa ia seorang Israel sejati, dan ia akan melihat hal-hal yang lebih besar.

Renungan kali ini bukan membahas apa pentingnya pergantian nama seseorang setelah lahir baru, tapi lebih kepada perubahan citra diri yang memungkinkan seseorang melangkah sesuai citra dirinya yang baru, dan bukan dengan citra dirinya yang lama.

Hakim-hakim 6:12 menceritakan bagaimana Allah memanggil Gideon sebagai pahlawan yang gagah perkasa, tapi itu terwujud setelah Gideon mempercayai Allah dan berani melangkah bersama Allah untuk mewujudkannya. Sebelumnya, Gideon hanya terpaku pada fakta ia berasal dari suku yang terkecil di bangsanya. Namun Allah kita adalah Allah yang visioner, Ia melihat ke depan, IA membuat Gideon menyadari bahwa citra dirinya bukanlah pecundang, melainkan pahlawan yang gagah perkasa.
Citra diri yang benar dan sehat adalah cara pandang diri kita seperti Allah melihat kita, sebagai ciptaan yang mulia dan berharga, serta dikasihi oleh Allah.

“Oleh karena engkau berharga di mata-Ku dan mulia, dan Aku ini mengasihi engkau, maka Aku memberikan manusia sebagai gantimu, dan bangsa-bangsa sebagai ganti nyawamu.” (Yesaya 43:4) Allah tidak hanya menamai orang-orang tertentu dan memilihnya secara acak siapa yang berharga dan dikasihi, seolah-olah beberapa dari kita terlewat, tapi Alkitab dengan jelas mengatakan kita semua adalah utuh di dalam Yesus, dan sangat dikasihi-Nya.

Jika kita mampu melihat bagaimana Allah menciptakan kita dan menilai kita berharga seperti yang IA katakan, maka kita akan mendapatkan kepercayaan diri dalam hubungan kita dengan-Nya dan dengan setiap orang di sekeliling kita. Ingatlah, engkau berharga, mulia dan dikasihi oleh Tuhan. Be Strong! (JB)

Questions :
1. Apakah kesuksesan seseorang juga dipengaruhi bagaimana cara ia memandang dirinya? Jelaskan.
2. Menurut Anda seberapa pentingkah citra diri yang diubahkan di dalam Kristus? Apa dampaknya bagi kehidupan sehari-hari?

Values :
Citra diri seseorang sangat mempengaruhi cara dirinya memandang situasi dan kondisi di sekelilingnya. Cara pandang tersebut mendatangkan damai sejahtera bagi dirinya dan sekelilingnya.

Citra diri yang buruk membawa kehancuran, citra diri yang baik membawa kenikmatan.
“Perkataan yang menyenangkan adalah seperti sarang madu, manis bagi hati dan obat bagi tulang-tulang.”
__ Amsal 16.24

Yesus telah mengajarkan bagaimana kita harus menggunakan kata-kata kita. MasaNya di bumi Ia diperhadapkan dengan berbagai tantangan, namun Dia selalu berbicara dengan kasih dan penuh kasih karunia. Tujuan-Nya adalah untuk menghormati Bapa-Nya di surga dan membawa kita kepada kesehatan rohani.
Kata-kata yang diucapkan-Nya selaras dengan kehidupan pengorbanan-Nya.

Bagaimana dengan ucapan kita? (***)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here