Kabupaten Mamberamo Tengah Papua, Terima Penghargaan Penanganan Stunting dari Kemdagri

0
209

MAMBERAMO TENGAH (LINTAS PAPUA)- Provinsi Papua menerima penghargaan dari Kementerian Dalam Negeri atas Kinerja Penanganan Stunting Tahun 2020 untuk wilayah Papua. Kinerja Pemerintah Kabupaten MamTeng Tersebut didukung oleh pelaksanaan program edukasi masyarakat melalui metode Emo-Demo (Emotional Demonstration) yang dilakukan PemKab MamTeng bersama GAIN (Global Alliance for Improved Nutrition), sebuah Lembaga nirlaba yang berkantor pusat di Jenewa, Swiss dan berada di Indonesia berdasarkan Memorandum Saling Pengertian/ MoU dengan Kementerian Kesehatan RI.

Dinas Kesehatan Kabupaten MamTeng – Papua telah lama bekerjasama dengan GAIN memperkenalkan sebuah konsep edukasi masyarakat dari GAIN yaitu Emo-Demo (Emotional Demonstration), yaitu sebuah metode edukasi yang menggugah emosi peserta pelatihan untuk memahami gizi dengan lebih baik, sehingga tercipta perubahan perilaku masyarakat dalam mengkonsumsi makanan.

Menurut Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Dinas Kesehatan Kabupaten Mamteng, Helda Walli, S.Kep, NS, M.Kep, hingga November 2020, Emo-Demo telah diterapkan di 25 Posyandu dari 56 Posyandu se-Kab. Mamteng. Hampir setengah wilayah posyandu sudah terpapar secara positif Emo-Demo.  Biasanya, Emo-Demo dilakukan di sela-sela kegiatan Posyandu sembari menunggu peserta yang lain datang, mengingat jarak tempuh untuk datang ke posyandu cukup jauh. Masyarakat begitu antusias saat diajak untuk bermain bersama. Meski awalnya bingung dengan maksud permainan Emo-Demo, kader yang dibantu dengan tenaga kesehatan menjelaskan dan mendemonstrasikan Emo-Demo dengan ritme yang mampu diterima masyarakat.

GAIN sangat gembira dengan pencapaian ini. Pencapaian sampai saat ini oleh Pemda-Pemda dimana GAIN hadir dan bekerjasama adalah satu keberhasilan dari program yang dilakukan oleh GAIN bekerjasama dengan Direktorat Gizi Masyarakat Kementerian Kesehatan dan Pemerintah Daerah. Kami akan terus mendukung upaya Pemerintah Daerah  dalam meningkatan kesehatan masyarakat melalui peningkatan pemahaman tentang gizi dan perubahan perilaku nutrisi di masyarakat maupun upaya-upaya untuk memastikan seluruh masyarakat memiliki akses untuk mendapatkan makanan yang aman dan bergizi,” kata Agnes Malipu, Penjabat Perwakilan GAIN di Indonesia. 


Kabupaten Mamberamo Tengah (Mamteng) terbentuk dari pemekaran Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua, Indonesia. Dengan luas wilayah ± 1.275 km² dan jumlah penduduk 54.735 jiwa, Kabupaten Mamteng dibagi menjadi 5 (lima) distrik/kecamatan yaitu Kobakma, Kelila, Eragayam, Megambilis dan Ilugwa, serta dilengkapi dengan 8 (delapan) puskesmas, diantaranya: Puskesmas Kobakma, Puskesmas Kelila, Puskesmas Eragayam, Puskesmas Dogobak, Puskesmas Yikwanak, Puskesmas Uganda, Puskesmas Taria dan Puskesmas Ilugwa.

Emo-Demo (Emotional Demonstration) mulai dikenal di Tanah Papua melalui Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Masyarakat, Dinas Kesehatan Kabupaten Mamteng, Helda Walli, S.Kep, NS, M.Kep. Saat beliau mengikuti kegiatan Rapat Kerja Kesehatan Nasional (Rakernas) 2019 di Jakarta, ia kagum dengan presentasi poster dari Seksi Promosi Kesehatan, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur yang menyebutkan bahwa Emo-Demo telah diimplementasikan di wilayah Jawa Timur sebagai salah satu metode perubahan perilaku yang menarik dan inovatif.

Dari materi yang dipresentasikan, Helda merasa metode ini sangat cocok jika diterapkan di tanah Papua khususnya Mamteng yang notabene masyarakatnya sudah jenuh bahkan tidak mau mendengar penyuluhan yang disampaikan tenaga kesehatan di wilayah. Berkat dukungan dan ijin dari DR. Marthen Sagrim, SKM, M.Kes selaku Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mamteng sampailah Ibu Helda di Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur menemui kabid Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Jawa Timur yang didampingi Perwakilan GAIN di Jawa Timur. Dari kunjungan tersebut beliau semakin percaya diri untuk mengenalkan Emo-Demo sebagai metode perubahan perilaku yang ampuh dalam mengubah perilaku tentang kesehatan di Mamteng. Tanpa ragu lagi, Hilda langsung memesan 20 peralatan Emo-Demo untuk dikirim ke MamTeng sekaligus merencanakan kegiatan Pelatihan Emo Demo melalui Dana DAK Non Fisik.

Pulang dari Jawa Timur, Hilda menghubungi beberapa Kabid se-Papua, ia berharap akan dapat mengajak Dinas Kesehatan lain untuk mengadakan pelatihan Emo-Demo di Papua. Namun, hanya beberapa yang merespon, sehingga beliau mulai mencari jalan lain dengan menggandeng BAMAS (Bangkit Mandiri Sejahtera) Papua sebagai organisasi di bawah naungan PKK Provinsi Papua yang dipimpin oleh Dennis R.Penna Yikwa, S.Sos. Kemudian, ia melayangkan surat kepada Direktorat Gizi Masyarakat, Kemenkes RI untuk dapat meminta GAIN memfasilitasi pelatihan Emo-Demo di MamTeng. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here