Adanya Aksi 1 Desember Diluar Papua, Ini Tanggapan Ketua Umum P5 Papua

0
137
Ketua Umum Presidium Putra Putri Pejuang Pepera (P5) Provinsi Papua, Yanto Eluay, saat diwawancara. (Irfan /LPC)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA)  – Ketua Umum Presidium Putra Putri Pejuang Pepera (P5) Provinsi Papua, Yanto Eluay meminta rakyat Papua khususnya generasi muda untuk tidak ikut-ikutan menyuarakan kemerdekaan bangsa Papua, tanpa memahami betul sejarahnya.
Menurut Yanto Eluay, sehubungan dengan adanya beberapa aksi demo pada Selasa, tanggal 1 Desember 2020, yang masih mengklaim 1 Desember sebagai agenda politik atau hari kemerdekaan. Ini ada beberapa versi, ada yang mengatakan sebagai HUT OPM dan ada juga yang meyakini sebagai hari kemerdekaan bangsa Papua.

“Saya ingin tegaskan disini sehubungan dengan beberapa aksi yang dilakukan di beberapa daerah. Baik di luar Papua, seperti di Pulau Jawa oleh saudara-saudara kita, bahwa marilah kita sama-sama melupakan masa lalu, sejarah yang kelam ya, yang banyak membuat kita ini tidak maju-maju. Sudah tidak maju-maju, banyak juga saudara-saudara kita yang mati akibat daripada hal itu,” ungkap Tokoh Papua ini saat dikonfirmasi wartawan di Kediamannya, Kota Sentani, Kabupaten Jayapura, Selasa (1/12/2020) sore.

Yanto Eluay mengaku sudah sekian ribu orang Papua mati karena berbicara politik kemerdekaan Papua.

“Apakah kita mau terus berjalan untuk itu, kemudian berjalan dalam perjuangan itu. Saya pikir kita juga harus meyakini, bahwa Pepera yang terlaksana di tahun 1969 itu juga merupakan rancangan Tuhan atau maksud Tuhan untuk orang Papua. Karena rancangan Tuhan itu adalah rancangan damai sejahtera dan hidup kekal. Tidak ada rancangan Tuhan untuk orang mati,” aku Ondofolo Kampung Sereh.
“Kalau kita sudah tahu, kita anggap dan yakini sebagai rancangan Tuhan tanggal 1 Desember 1961 itu, yang diklaim sebagai hari kemerdekaan bangsa Papua Barat, kenapa kita harus mati-mati terus,” sambungnya.

Ia juga mengajak, masyarakat Papua mempersiapkan diri untuk menyambut kelahiran sang Raja Damai.

“Sebagai orang Kristen, marilah kita dalam memasuki bulan penuh damai di Desember ini dan hari ini sudah tanggal 1 Desember 2020, sebentar lagi kita akan memperingati hari kelahiran Sang Juru Selamat, Sang Pembawa Damai. Yakni, kita akan memperingati lahirnya Raja Damai. Untuk itu, marilah kita semua membersihkan hati untuk menyambut kelahiran Sang Raja Damai tersebut,” tukas anak dari mendiang (Alm) Dortheys Hiyo Eluay. (Irf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here