Capai 95 Persen, Corona Tak Hambat Proyek Fisik di PU Kabupaten Jayapura

0
169
Kepala Dinas PU Kabupaten Jayapura, Alpius Toam, S.T., M.MT, saat diwawancara. (Irfan)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Realisasi proyek fisik pengerjaan peningkatan jalan di Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Jayapura pada tahun 2020 ini sudah 95 persen.

Realisasi proyek pada dinas ini seperti Jalan Sereh, Jalan Makanuay, Jalan Ifar Besar dan Jalan Ibup-Bring.

Hal itu dikatakan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Jayapura, Alpius Toam, ketika ditanya wartawan media online ini, kemarin.

Menurut Alpius Toam, realisasi proyek tahun 2020 di Dinas PU tahun 2020 sudah capai 95 persen dan juga sudah di tahap finishing.

“Di Dinas PU, kalau sekarang itu hampir sebagian sudah selesai sebenarnya. Namun hanya tinggal finishing saja kegiatan jalan itu, baik jalan Sereh sudah 95 persen, jalan Makanuay juga sudah 100 persen, jalan Ifar Besar juga sudah 90 persen dan jalan Ibup-Bring itu juga sudah 90 persen,” tutur pria yang pernah menjabat Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jayapura itu.

“Rata-rata di dalam pekan depan (minggu ini) semua sudah selesai. Artinya, sudah bisa dipastikan 95 persen itu sudah selesai atau rampung. Jadi ii tinggal finishing saja, paling lama pekan depan (minggu ini) semua sudah penagihan 100 persen. Tapi, kan harus menunggu pemeriksaan dari Inspektorat untuk memastikan. Sehingga saat ketika nanti proses penagihan itu lancar. Kami hanya kelola 34 miliar rupiah dari 72 miliar rupiah yang ada dalam pagu anggaran 2020, karena Covid-19 turun menjadi 34 miliar yang kita kelola,” sambungnya.

Pengerjaan proyek fisik tersebut, diakui Alpius tidak mengalami keterlambatan di masa pandemi Covid-19 ini.

“Tidak ada keterlambatan, justru dia tidak lambat atau selesai lebih cepat. Karena anggaran baru kami terima di bulan Agustus lalu, kemudian di September kita urus kontrak dan di Oktober hingga November selesai kerja. Jadi rata-rata mereka selesaikan dalam waktu 2 bulan saja. Karena hal itu memang benar-benar kami kawal dan juga kami lakukan pengendalian maupun pengawasan di lapangan. Sehingga kalau ada progres yang tidak sesuai dengan rencana, maka kami panggil pengusahanya, dan tanyakan ini ada apa sampai lambat,” tukasnya. (Irf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here