Eliza Yarusabra : Kucuran Dana Kampung Untuk Selesaikan Masalahnya Sendiri

0
56
Kepala DPMK Kabupaten Jayapura, Eliza Yarusabra, S.Sos, M.PA. (IrfanLPC)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Dengan adanya pengucuran dana ke kampung. Oleh karena itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung (DMPK) Kabupaten Jayapura, Eliza Yarusabra, S.Sos, M.PA, mengharapkan para kepala kampung dapat menyelesaikan persoalan di kampung sendiri dalam membangun kampung.

Hal tersebut disampaikan Eliza Yarusabra saat dikonfirmasi wartawan media online ini di ruang kerjanya, Rabu (18/11/2020).

“Hal ini berkaitan dengan perencanaan pembangunan di kampung yang harus di lakukan untuk tahun 2021, sehingga perencanaan atau jadwal Musrenbang Kampung dan Kampung Adat telah di atur oleh DPMK tahun 2020 sebagai petunjuk pelaksanaannya. Waktu pelaksanaannya itu akan di mulai pada minggu ketiga dan keempat yaitu, rembuk warga di tingkat RT/RW, dusun suku mereka duduk untuk membicarakan program 2021 nanti,” ujar Kepala DPMK.

Sementara pelaksanaan Musrenbang sendiri, kata Eliza Yarusabra, akan dilakukan pada minggu pertama dan kedua di bulan Desember 2020 mendatang, sedangkan masuk awal Januari 2021 di minggu pertama dan kedua adalah penetapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Kampung atau APBK, sehingga kampung dalam persiapan Musrenbang.

Sementara untuk progres tahun 2020, pihak DPMK telah menyalurkan dana Bantuan Langsung Tunai (BLT) untuk tahap pertama dan kedua yang masuk ke rekening dana kampung sebesar Rp. 37 miliar.

“Kampung menyelesaikan masalahnya sendiri, kampung menjawab kebutuhan persoalan pasca Covid-19 dengan mengalokasikan bantuan langsung tunai (BLT),” ujarnya.

Sementara dalam Peraturan Menteri Keuangan (Permenkeu) yang terbaru Nomor 165, itu mengharuskan Kampung (Desa) mengalokasikan anggaran untuk bantuan langsung tunai (BLT) tahap ketiga terhitung sejak bulan Oktober, November dan Desember.

“Berarti dana kampung 60 persen sudah terekrut untuk bantuan langsung tunai di 139 kampung dan tidak termasuk kelurahan, sedangkan sisa belanja di alokasikan untuk belanja padat karya lainya,” tuturnya.

Sedangkan pasca Covid-19, dikatakan Eliza Yarusabra, ada beberapa persen dana desa yang di alokasikan untuk penanganan dan belanja Covid-19, sementara dari ADK yaitu belanja ketahanan pangan. Tetapi, dana-dana kampung ini hampir sebagian besar di alokasikan untuk belanja penanganan Covid-19, sehingga kampung sudah terlibat penuh untuk penanganan covid-19.

“Penanganan Covid-19 bukan hanya oleh pemerintah kabupaten atau provinsi saja, tetapi lewat dana kampung juga menyelesaikan masalahnya sendiri. Makanya, di Kabupaten Jayapura tenang dan aman di kampung-kampung, walaupun wabah virus Corona menimpa Indonesia terlebih di Papua, karena lewat dana kampung, maka kampung dapat selesaikan masalahnya sendiri,” ungkapnya.

Sehingga dana kampung tahun 2020 sampai saat ini, kata Eliza Yarusabra, sudah terealisasi tahap pertama dan tahap dua. ADK kita sudah mulai penyaluran tahap dua dengan total anggaranya akan di laporkan di bulan Desember mendatang.

“Dana desa kita ini dibagi dalam tiga tahap, tahap 1, 2 dan 3, ada BLT nya yang sekarang ini untuk tahap ketiga bulan pertama 600 ribu rupiah, tahap kedua 300 ribu rupiah dan begitupun dengan tahap tiga itu 300 ribu rupiah” pungkasnya. (Irf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here