Diduga Lakukan Kekerasan Terhadap Anak Dibawah Umur, Oknum Polisi Dipolisikan

0
308
Surat Tanda Penerimaan Laporan (STPL), dengan Nomor : LP/431/XI/2020/Res Jayapura, tertanggal 18 November 2020, Sentani. Richard (LPC)
Surat Tanda Penerimaan Laporan (STPL), dengan Nomor : LP/431/XI/2020/Res Jayapura, tertanggal 18 November 2020, Sentani. Richard (LPC)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) — Seorang oknum Polisi di Kabupaten Jayapura, Papua, harus berhubungan dengan instansinya sendiri, lantaran ia diduga telah melakukan kekerasan fisik, terhadap anak usia dibawah umur.

Rabu 18 November 2020, korban berinisial (MM) usia 11 Tahun, bersama orang tuanya mendatangi Polres Kabupaten Jayapura, untuk membuat Laporan Polisi (LP) terhadap kekarasan fisik yang menimpa anaknya, yang dilakukan oleh oknum anggota POLRI berinisial (PY) 40 Tahun, yang sehari-seharinya berdinas di Polsek Demta.

Penganiayaan terhadap anak dibawah umur itu, dilakukan oleh oknum anggota Polisi Polres Jayapura, yang bertugas di Polsek Demta, Kabupaten Jayapura, Papua.

Orang tua korban, Suryanti Boseren, kepada wartawan, Rabu (18/11/2020) mengatakan, ia sudah membuat Laporan Polisi (LP), dan ia bersama anaknya diberikan Surat Tanda Penerimaan Laporan (STPL), dengan Nomor : LP/431/XI/2020/Res Jayapura, tertanggal 18 November 2020, Sentani.

Sekedar diketahui, kronologis kekerasan itu terjadi, pada Senin 16 November 2020 sekitar Pukul 09.00 WIT bertempat di Jalan Raya, belakang gedung Gereja Maranatha Demta, Kampung Demta, Distrik Demta, Kabupaten Jayapura, Papua. Telah terjadi penganiayaan terhadap anak dibawah umur yang dilakukan oleh oknum anggota polisi, Polsek Demta, Polres Jayapura.

Ibu korban, Suryanti, menceritakan, bahwa dimana waktu tersebut diatas, pelaku oknum anggota Polisi berinisial (PY), berjalan kaki dan berpapasan dengan korban yang sedang menggunakan motor. Kemudian korban meyapa pelaku (selamat pagi om), kemudian pelaku langsung memukul korban dan korban jatuh dari motornya. Setelah itu, pelaku mengangkat korban dan membawa korban kearah ujung tembok pagar, yang berada di belakang gedung Gereja Maranatha Demta, lalu pelaku membeturkan kepala korban ke tembok sebanyak 3 kali.

“Waktu kejadian itu, ada orang lain (saksi) yang melihat peristiwa kekerasan itu, yang berteriak. Dan pelaku kaget, hingga kesempatan bagi korban untuk menyelamatkan diri lari bersembunyi di rumah saksi. Dan setelah itu saksi menyuruh korban lari kerumah dan melaporkan hal yang menimpanya itu kepada kami orang tuanya,” kata ibu korban, Suryanti Boseren, dengan nada haru.

Hingga berita ini disiarkan, Kapolres Jayapura AKBP.Victor Mackbon, S.IK, sedang mengecek LP tersebut. (Richard/Lintas Papua)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here